Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:21 WIB

Mengenal Konstelasi Satelit, Teknologi Kunci di Tengah Persaingan Antariksa Dunia

Author

Ilustrasi Konstelasi Satelit. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian memanas, perhatian global kini tertuju pada persaingan konstelasi satelit di orbit bumi

Berdasarkan laporan dari South China Morning Post (SCMP), SpaceX tengah melakukan penyesuaian besar dengan menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink miliknya. 

Pada awal tahun 2026 ini, satelit-satelit tersebut dipindahkan dari orbit 550 km ke ketinggian yang lebih rendah, yakni 480 km. 

SpaceX sendiri merupakan raksasa teknologi antariksa AS yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002, yang fokus utamanya mencakup pengembangan roket mutakhir dan jaringan komunikasi satelit global.

Baca juga: Ada Penemuan Koloni Penguin Baru di Antartika, Terlacak Satelit dari Luar Angkasa

Sejumlah media melaporkan bahwa SpaceX menurunkan satelitnya lantaran diduga kuat merupakan dampak langsung dari interaksi dengan satelit milik Cina.

Lantas, apa penjelasan dari konstelasi satelit itu sendiri dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya di bawah ini!

Mengenal Apa Itu Konstelasi Satelit

Konstelasi satelit adalah sekelompok satelit buatan yang berkolaborasi sebagai satu sistem terintegrasi. Mereka dirancang guna memberikan cakupan global atau hampir permanen di Bumi, sehingga setidaknya satu satelit selalu terlihat dari lokasi mana pun.

Warstek menyebutkan bahwa konstelasi satelit memungkinkan layanan seperti navigasi, komunikasi, dan pemantauan yang lebih canggih dibanding satelit tunggal, karena satelit ditempatkan di orbit saling melengkapi seperti LEO (Low Earth Orbit) atau MEO (Medium Earth Orbit).

Komunikasi antar-satelit dan stasiun bumi global mendukung operasinya.

Contoh Terkenal

  • GPS (24 satelit di MEO) untuk navigasi.
  • Iridium dan Globalstar untuk telepon satelit di LEO.
  • Galileo, GLONASS untuk geodesi.

Indonesia tengah mengembangkan konstelasi sendiri via BRIN untuk pemantauan Bumi.

Perbedaan Konstelasi LEO MEO dan GEO

CyberHub menyebutkan bahwa konstelasi LEO, MEO, dan GEO mengarah pada jenis orbit satelit yang berbeda dalam sistem konstelasi satelit, dengan perbedaan utama pada ketinggian, latensi, dan kebutuhan jumlah satelit.

LEO

Low Earth Orbit (LEO) merupakan salah satu orbit satelit yang paling dekat dengan Bumi, dengan ketinggian sekitar 500 hingga 2.000 kilometer.

Karena jaraknya dekat, sinyal dari satelit LEO memiliki latensi yang rendah sehingga komunikasi terasa lebih cepat. 

Dengan periode orbit antara 90 hingga 120 menit, satelit-satelit ini bergerak sangat lincah mengitari Bumi. 

Konsekuensinya, dibutuhkan ribuan armada satelit yang bekerja secara kolektif untuk memastikan cakupan global yang merata. Tanpa jumlah unit yang masif, mustahil bagi konstelasi ini untuk menyediakan konektivitas di setiap sudut Bumi secara bersamaan.

MEO

Medium Earth Orbit (MEO) terletak pada ketinggian 5.000 hingga 20.000 km dengan tingkat latensi yang sedang. 

Berbeda dengan LEO yang memerlukan ribuan satelit, MEO hanya membutuhkan puluhan unit untuk memberikan cakupan global karena setiap satelitnya memiliki jarak pandang yang lebih luas. 

Setiap satelit di orbit ini menyelesaikan satu putaran mengelilingi Bumi dalam waktu kurang lebih 12 jam.

GEO

Geostationary Earth Orbit (GEO) adalah orbit tertinggi yang terletak di ketinggian presisi 35.786 km di atas permukaan Bumi. 

Meskipun jaraknya yang sangat jauh mengakibatkan latensi sinyal yang cukup tinggi, orbit ini menawarkan keunggulan unik, satelit bergerak sinkron dengan rotasi Bumi, sehingga posisinya tampak statis jika dilihat dari satu titik di daratan. 

Dengan periode orbit tepat 24 jam, efisiensinya sangat luar biasa; hanya diperlukan minimal tiga satelit strategis untuk menyediakan cakupan komunikasi di hampir seluruh wilayah global.

Penggunaan untuk GPS

Dilansir dari Wikipedia, satelit MEO digunakan dalam sistem GPS guna menyediakan sinyal navigasi yang teliti secara global lewat konstelasi sekitar 24-30 satelit di ketinggian 20.000 km.

Baca juga: Wow, Asteroid Raksasa Ini Punya Tiga Satelit Atau Bulan yang Mengitari, Baru Ditemukan

Cara Kerjanya

Melalui pancaran sinyal waktu dan data orbit dari luar angkasa, perangkat penerima di Bumi dapat menghitung jarak ke berbagai satelit GPS. 

Dengan menggunakan minimal empat referensi satelit, perangkat melakukan teknik triangulasi untuk menghasilkan data koordinat lintang, bujur, dan elevasi (3D) yang presisi. 

Hasilnya, pengguna mendapatkan informasi lokasi dan waktu UTC yang akurat hingga satuan meter secara real-time.

Keunggulan MEO

Orbit MEO menyajikan keseimbangan latensi rendah (100-150 ms) dan cakupan luas, sehingga setidaknya 4 satelit selalu terlihat dari mana saja di Bumi. 

Durasi orbit ~12 jam pada satelit MEO jauh lebih efektif dalam mengurangi jeda handover dibanding sistem LEO. 

Hal ini menciptakan lingkungan navigasi yang lebih konsisten dan andal, yang sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan serta akurasi pada teknologi kendaraan otonom dan sistem pemandu penerbangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU