Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 12:30 WIB

Transformasi Perubahan Iklim Menjadi Bencana Iklim: Hasilnya Bencana Hidrometeorologi

Author

Kondisi banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Instagram/@jktinfo)

INDOZONE.ID - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa perubahan iklim telah bertransformasi menjadi bencana iklim.

"Kita masih sibuk menyelesaikan aksi mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, kita melupakan aksi adaptasi yang menjadi keniscayaan yang harus kita tanggung," kata dia dalam agenda Peluncuran Dana Inovasi Teknologi dan Kajian Solusi Berketahanan Iklim di Gedung Bappenas, Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif mengungkapkan bela sungkawa atas bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Pasokan BBM Dipastikan Aman Lewat Penguatan Satgas Energi

Hingga Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, tercatat sudah 604 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera, sementara 468 orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Sebagai negara tropis yang berhadapan langsung dengan dua samudra besar, lanjutnya, Indonesia sangat rentan terkena bencana hidrometeorologi.

Krisis iklim ini dipandang sebagai persoalan global yang tidak mungkin ditangani Indonesia secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama lintas negara. 

Meski demikian, beberapa negara dinilai masih terjebak dalam proses negosiasi berkepanjangan di forum PBB (COP), yang melelahkan dan belum menghasilkan terobosan nyata untuk menghadapi perubahan iklim.

Bahkan, negara maju dan negara berkembang saling berhadapan satu sama lain, sedangkan perubahan iklim masih terus berlanjut.

Baca juga: Cabut Ratusan IUP, Menteri ESDM: Ekonomi Boleh Didapatkan tapi Lingkungan Harus Dijaga!

Pertemuan COP30 di Belém, Brasil, belum menghasilkan kesepakatan bersama antara negara-negara untuk mengatasi perubahan iklim.

“Akankah kita puas dengan ini? Jawabannya tidak. Cukuplah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menjadi bukti bahwa kalibrasi alam terhadap ketidaksiapan kita menghadapi krisis iklim yang tak bisa ditangani hanya oleh satu negara saja. Krisis iklim membutuhkan konsensus semua negara,” pungkas Hanif.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa perubahan iklim telah menjadi bencana iklim yang membutuhkan kerja sama global, dan mengajak negara-negara untuk segera mencapai konsensus dalam mengatasi krisis iklim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU