Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 12:45 WIB

Gunung Taftan, Tertidur 700 Ribu Tahun, Kini Bikin Ilmuwan Waswas

Author

Gunung Taftan (google maps) 

INDOZONE.ID - Gunung Taftan yang terletak di Timur Iran, dekat perbatasan dengan Afghanistan, kini membuat ilmuwan waswas. 

Tertidur setelah letusan terakhirnya 700 ribu tahun lalu, gunung tersebut mulai menunjukkan aktivitas kembali. 

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Geophysical Research Letters menemukan bahwa ketinggian puncaknya naik 3,5 inci dalam rentang Juli 2023 hingga Mei 2024. 

Perubahan ketinggian itu lumayan cepat untuk ukuran gunung berapi. 

Baca juga: Mengungkap Arti Life Path Number: Ketika Tanggal Lahir Jadi Peta Takdirmu!

Peneliti meyakini hal ini disebabkan aktivitas gas yang berada di dalam gunung. 

"Bagaimanapun suatu saat ini akan meletus, baik dengan keras atau tidak," kata seorang peneliti senior Pablo González. 

Ia menekankan informasi tersebut tidak bertujuan menciptakan kepanikan. 

Namun, otoritas setempat perlu menaruh perhatian untuk memitigasi risiko yang muncul.  

Bukan seberapa besar potensi merusak dari ledakannya yang membuat ilmuwan khawatir.

Baca juga: Fenomena 31/ATLAS, Objek Bintang Langka yang Memicu Spekulasi dan Ramalan Sejarah

Masalahnya, gunung setinggi sekitar 3960 meter tersebut berada di lokasi konflik. 

Situasi geopolitik tersebut menyebabkan belum ada infrastruktur sains memadai untuk memantau aktivitas Taftan. 

Alhasil, seberapa besar dampak potensi letusannya belum bisa dimitigasi. 

Para ilmuwan sejauh ini hanya bisa mengumpulkan data dari citra satelit. 

Aktivitas Taftan sebenarya sudah dirasakan warga setempat beberapa tahun belakangan. 

Baca juga: Katak Langka Ini Punya Mata di Mulutnya, Bikin Para Ilmuwan Bertanya-tanya

Pada 2023, kawah gunung mengeluarkan gas yang menyebabkan penduduk di Kota Khash keracunan. 

Mereka dirawat di rumah sakit lantaran reaksi terhadap paparan sulfur dari gas yang keluar. 

Para ilmuwan kini berusaha mengumpulkan bukti sejauh mana kebangkitan Taftan akan berakibat fatal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Popularmechanics.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU