INDOZONE.ID - Tupai tanah berumbai (Rheithrosciurus macrotis), yang hidup di hutan Kalimantan, dikenal karena penampilannya yang menggemaskan dengan mata cerah dan ekor lebat yang besar.
Namun, di balik kesan menggemaskan itu, hewan tersebut memiliki reputasi yang cukup menyeramkan di kalangan penduduk Dayak setempat.
Mereka mempercayai bahwa tupai tanah berumbai adalah pembunuh berdarah dingin yang memangsa hewan lain secara brutal.
Menurut cerita rakyat yang berkembang di Kalimantan, tupai tanah berumbai diduga menyerang rusa dengan membuat luka besar pada perutnya. Setelah membunuh, tupai-tupai itu kembali ke lokasi bangkai untuk memakan jantung, hati, dan isi perut rusa tersebut.
Baca juga: 8 Fakta Unik Sapi yang Bikin Kamu Terkejut, Bukan Sekadar Hewan Ternak!
Kepercayaan serupa juga muncul di desa-desa sekitar hutan. Tupai itu dikabarkan memangsa ayam ternak dengan cara yang sama, yaitu mengonsumsi organ vitalnya.
Cerita tersebut menambah aura misterius dan menyeramkan terhadap tupai yang sebelumnya hanya dikenal sebagai makhluk kecil yang menggemaskan.
Ketertarikan dunia internasional terhadap tupai tanah berumbai meningkat sejak tahun 2014, ketika Emily Meijaard, seorang gadis berusia 15 tahun, bersama orang tuanya, menerbitkan sebuah makalah akademis di jurnal TAPROBANICA: The Journal of Asian Biodiversity.
Dalam jurnalnya, mereka mengulas cerita rakyat tentang tupai berperilaku ganas ini. Publikasinya memicu perhatian media global dan membuat tupai itu mendadak viral, dengan berbagai berita dan video yang menyebar luas.
Pada tahun 2015, tupai tanah berumbai akhirnya berhasil diabadikan lewat kamera, tetapi hasil pengamatan menegaskan bahwa hewan ini tidak membunuh hewan herbivora seperti yang dikisahkan dalam cerita rakyat.
Kamera menangkap tupai tersebut sedang mencari makan di semak belukar Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat, menunjukkan perilaku yang berbeda dari dugaan sebelumnya. Penelitian lanjutan pun akhirnya mengungkap fakta baru yang menarik.
Pada tahun 2020, studi ilmiah menemukan bahwa tupai tanah berumbai memiliki gigi yang sangat unik, yakni gigi seri panjang dengan alur terukir dalam pada rahang atas dan bawah, yang ternyata berfungsi untuk memecahkan kacang yang sangat keras dari pohon kanarium.
Hal itu menegaskan bahwa tupai tanah berumbai adalah pemangsa biji yang sangat khusus dan berdedikasi, serta bergantung sepenuhnya pada kacang-kacangan sebagai sumber makanan utama.
Selain tingkahnya yang energik dan penuh semangat, tupai tanah berumbai juga dikenal dengan ekornya yang besar, mencapai sekitar 30 persen dari ukuran tubuhnya, menjadikannya salah satu ekor mamalia paling bervolume dibandingkan dengan tubuhnya.
Fungsi ekor ini masih menjadi misteri. Sebagian ahli berpendapat bahwa ekor tersebut bukan digunakan untuk keseimbangan, karena tupai ini lebih sering berada di dasar hutan, juga bukan untuk insulasi karena iklim Kalimantan relatif hangat.
Baca juga: Tupai Tanah California yang Berburu Tikus, Adaptasi di Tengah Ledakan Populasi Mangsa
Beberapa teori menyebutkan bahwa ekor lebat itu mungkin berperan dalam menarik pasangan, berfungsi sebagai alat pengalihan perhatian predator, atau bahkan sebagai kamuflase kriptik karena warnanya menyerupai lantai hutan, dengan gradasi arang beruban dan bercak putih.
Bagaimanapun juga, tupai tanah berumbai merupakan makhluk yang menarik dan unik dalam ekosistem hutan tropis Kalimantan. Memahami fakta-fakta ini, sudah saatnya kita mengubah perspektif terhadap tupai tanah berumbai.
Alih-alih dianggap sebagai hewan menakutkan dan pembunuh berdarah dingin, hewan ini justru perlu dihargai sebagai bagian penting dari keanekaragaman hayati dengan perilaku khas dan penampilan yang lucu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Science Focus