INDOZONE.ID - Saat membahas hewan paling mematikan di dunia, banyak orang mungkin langsung membayangkan predator besar, seperti hiu.
Namun, kenyataannya, hewan-hewan kecil juga bisa menjadi ancaman serius. Misalnya, nyamuk, yang hanya menggigit dengan ukuran sebesar tusukan jarum, mampu menyebarkan penyakit dengan ancama kematian.
Nyamuk menempati posisi teratas sebagai hewan paling mematikan. Meskipun tidak membunuh secara langsung, mereka menularkan penyakit seperti malaria, yang menyebabkan sekitar 780.000 kematian setiap tahun menurut data WHO.
Habitat nyamuk umumnya di daerah panas, lembap, dan dekat sumber air. Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk, hanya sebagian kecil yang membawa penyakit, seperti Anopheles (penyebab malaria) dan Aedes aegypti (penyebab demam berdarah).
Ular mamba hitam, yang ditemukan di Afrika sub-Sahara, dikenal sebagai ular paling mematikan di benua tersebut.
Racun yang dihasilkan memiliki efek cepat dan dapat menyebabkan kegagalan pernapasan, kelumpuhan, dan kematian dalam waktu tiga hingga 16 jam jika tidak diobati.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Unik dan Mengerikan di Hutan Amazon yang Bikin Merinding!
Ular ini menyebabkan sekitar 58.000 kematian setiap tahun di India. Racun dari ular sisik gergaji memengaruhi kemampuan tubuh untuk membentuk gumpalan darah, yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal dan organ lainnya jika tidak ditangani segera.
Ilustrasi Digigit Anjing (Freepik.com @aleksandarlittlewolf)
Meskipun dikenal sebagai sahabat manusia, anjing dapat menjadi sangat berbahaya jika terinfeksi rabies.
Gigitan dari anjing rabies menyumbang 99 persen kasus rabies pada manusia, terutama di Asia dan Afrika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Live Science