INDOZONE.ID - Spesies ikan sapu-sapu saat ini tengah menjadi sorotan di Indonesia menyusul ledakan populasinya yang kian sulit dibendung.
Sebagai spesies invasif, keberadaannya memicu kekhawatiran karena mampu merusak tatanan ekosistem, mendesak habitat biota asli, hingga menurunkan kualitas air di berbagai daerah.
Ancaman ini menjadikan penanganan ikan sapu-sapu sebagai prioritas dalam upaya konservasi perairan nasional.
Baca juga: Dampak Ikan Sapu-Sapu di Alam Liar: Hama Ekosistem Air yang Gak Ada Predator-nya
Namun, kewaspadaan tidak boleh berhenti di situ saja, deretan spesies lain seperti ikan nila, mujair, lele dumbo, ikan mas, hingga ikan eksotis seperti louhan dan arapaima juga memiliki potensi serupa dalam mengganggu kelestarian lingkungan.
Mari simak lebih dalam mengenai jenis-jenis ikan tersebut dalam ulasan berikut ini!
Tahukah kamu bahwa kehadiran ikan nila (Oreochromis niloticus) di berbagai perairan dunia kerap kali menimbulkan masalah serius.
Spesies ini dikenal sebagai salah satu ikan invasif yang penyebarannya sangat luas, bahkan hampir ke seluruh benua, kecuali Antartika.
Di negara seperti Brasil, Australia, dan Amerika Serikat, ikan nila dianggap sebagai penyakit lantaran populasinya sulit dikendalikan dan mampu mendominasi ekosistem perairan.
Di Indonesia sendiri, ikan nila mulai diperkenalkan sejak 1960-an sebagai komoditas perikanan. Akan tetapi, penyebarannya yang tidak terkontrol justru membawa pengaruh buruk, terutama di danau-danau Sulawesi yang kaya akan spesies endemik.
Ikan nila bersaing dengan ikan lokal dalam mencari makanan dan habitat, bahkan berpotensi membawa penyakit.
Sebagai ikan air tawar raksasa asal Amazon, Arapaima memiliki potensi invasif yang sangat tinggi akibat ukurannya yang mencapai 3 meter dan sifatnya yang predator.
Kehadirannya di ekosistem baru mengancam kelangsungan hidup spesies asli serta sulit untuk dikendalikan karena daya tahan tubuhnya yang kuat.
Aturan hukum di Indonesia pun secara tegas melarang peredaran dan budidaya spesies ini sebagai langkah preventif dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah kerusakan ekosistem perairan lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia