Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 APRIL 2026 • 14:00 WIB

Apa yang Dirasakan Seseorang saat Koma, Bisakah Mendengar?

Apa yang Dirasakan Seseorang saat Koma, Bisakah Mendengar?Ilustrasi orang sedang koma. (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa seseorang yang sedang koma, mereka tidak sadar dan tidak bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar mereka.

Orang yang tengah ada di fase koma tidak dapat berbicara dan mata mereka tertutup.

Selain rasa haru yang menyelimuti hati, kita mungkin sering bertanya-tanya saat melihat seseorang dalam kondisi koma.

Apa yang sesungguhnya mereka alami di balik ketidaksadarannya? Apakah mereka merasa seperti sedang terlelap, berkelana dalam mimpi, atau justru berada dalam kekosongan total?

Meski tampak seperti orang tidur, otak pasien koma sebenarnya tetap aktif. Mereka bahkan diyakini mampu menangkap suara-suara di sekitarnya, mulai dari derap langkah kaki hingga percakapan orang-orang di dekat mereka.

Apa yang Terjadi ketika Seseorang dalam Keadaan Koma?

Secara medis, koma adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadarannya akibat masalah pada otak. Hal ini bisa terjadi karena cedera fisik akibat kecelakaan, stroke, hingga infeksi serius seperti ensefalitis.

Selain itu, kondisi koma juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti keracunan alkohol yang memengaruhi kerja otak.

Banyak yang salah mengira bahwa otak pasien koma berhenti berfungsi. Faktanya, kondisi ini lebih mirip dengan orang yang sedang dibius total. Jika diperiksa dengan alat EEG, neuron di dalam otak mereka sebenarnya masih aktif.

Sederhananya, indera pendengaran mereka masih berfungsi untuk menangkap suara, tetapi otak mereka mengalami hambatan untuk merespons informasi yang diterima dari telinga.

Apakahh pasien yang baru sadar dari koma bisa mengingat kejadian yang dialami? Yap, ada pasien koma yang merasakan kehadiran orang di sekitarnya, tetapi ada juga yang tidak ingat sama sekali, tergantung seberapa parah kondisinya.

Hal itu karena jaringan utama pengatur kesadaran terganggu ketika koma dan batang otak yang bertugas mengatur respons dasar tubuh berfungsi sangat kecil.

Pengobatan Koma

Penanganan utama bagi pasien koma difokuskan pada upaya meminimalkan kerusakan otak serta menjaga stabilitas fungsi organ vital.

Jika penyebabnya teridentifikasi, langkah medis selanjutnya adalah pemberian obat-obatan spesifik, misalnya untuk mengatasi infeksi otak atau kasus overdosis.

Setelah kondisi pasien stabil, tim medis akan melakukan perawatan preventif guna menghindari infeksi tambahan, luka baring (decubitus), serta pengerutan otot (kontraktur), sembari tetap menjaga asupan nutrisi yang seimbang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kidshealth.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa yang Dirasakan Seseorang saat Koma, Bisakah Mendengar?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!