Tanah Liat Berbentuk Kupu-Kupu dengan Sidik Jari Anak-anak Pada Zaman Purba (Discover Magazine)
INDOZONE.ID - Sidik jari anak berusia 15.000 tahun telah ditemukan pada tanah liat, membuka kisah yang tak hanya ilmiah, tetapi menyentuh tentang kehidupan manusia purba.
Temuan ini memperlihatkan bahwa di balik kerasnya kehidupan Zaman Es, ada momen sederhana seperti anak-anak yang belajar dan bermain bersama orang dewasa.
Melansir laman Discovery Magazine, Kamis (16/04/2026) studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances, para peneliti menganalisis 142 manik-manik dan liontin dari tanah liat yang berasal dari sekitar 15.000 tahun lalu.
Baca juga: Urutan Taksonomi: Metode Biologi untuk Memahami Klasifikasi Makhluk Hidup ala Carolus Linnaeus
Mengutip hasil penelitian tersebut, ditemukan sekitar 50 sidik jari yang masih terawetkan di permukaan benda-benda kecil itu.
Sidik jari ini berasal dari berbagai usia, termasuk anak-anak, menjadikannya salah satu bukti paling jelas tentang aktivitas manusia di masa itu.
Penemuan ini menunjukkan bahwa pembuatan ornamen bukan hanya pekerjaan orang dewasa. Berdasarkan penelitian, anak-anak juga ikut terlibat dalam membentuk manik-manik dari tanah liat.
Aktivitas ini kemungkinan dilakukan bersama, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mengutip pernyataan peneliti Laurent Davin, dari Discovery Magazine, temuan ini mengubah cara kita memahami hubungan antara manusia purba dengan tanah liat dan aktivitas simbolik mereka.
Hal ini memperlihatkan bahwa sejak dulu, proses belajar terjadi secara langsung, anak-anak belajar dari orang tua melalui praktik bersama.
Baca juga: Biawak Makan Apa? Simak 4 Daftar Makanan Reptil Ini
Tanah liat tersebut ditemukan di beberapa situs pemukiman kuno seperti el-Wad, Nahal Oren, Hayonim, dan Eynan-Mallaha.
Komunitas ini dikenal sebagai bagian dari budaya Natufian, yang merupakan salah satu kelompok manusia pertama yang hidup menetap.
Bentuk manik-manik yang dibuat menyerupai biji-bijian seperti gandum dan lentil. Ini menunjukkan bahwa benda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi memiliki makna budaya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Jejak sidik jari yang ditemukan memberikan gambaran bahwa aktivitas membuat kerajinan dilakukan dalam suasana sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discover Magazine