Ilustrasi burung. (freepik/devmaryna)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu menyadari bahwa suasana pagi hari Raya Idulfitri terasa jauh lebih sunyi dari biasanya? Di balik tenangnya suasana saat pelaksanaan salat Id, banyak orang meyakini bahwa burung-burung pun turut membisu.
Mitos tentang senyapnya kicauan unggas ini selalu menjadi topik hangat setiap Ramadan berakhir.
Banyak yang merasa alam seakan ikut merayakan keheningan hari suci. Namun, apakah fenomena ini memiliki dasar sains atau hanya sekadar persepsi manusia? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
Baca juga: 5 Fakta Menarik Burung Maleo, Satwa Endemik Sulawesi yang Terancam Punah
Masyarakat sering menganggap senyapnya kicauan burung di pagi Lebaran sebagai tanda spiritual, meski tidak ada dasar dalil yang mendukung klaim tersebut.
Kepercayaan ini biasanya satu paket dengan cerita tentang daun yang tidak bergerak, yang ditafsirkan sebagai momen zikir makhluk hidup.
Penafsiran populer ini merujuk pada Surah Al-Isra ayat 44 tentang seluruh ciptaan yang bertasbih kepada Allah, sehingga alam yang tampak tenang dianggap sebagai wujud penghormatan makhluk terhadap kebesaran-Nya.
Sulit untuk melacak dari mana sebenarnya bermula cerita tentang burung yang tidak berkicau saat Lebaran. Kepercayaan ini murni merupakan bagian dari tradisi lisan yang diestafetkan antar-generasi.
Tak heran jika setiap tahunnya, kisah ini selalu ramai diperbincangkan kembali sebagai bumbu cerita menjelang Lebaran.
Umat Islam meyakini bahwa Lebaran merupakan momen yang suci, penuh kedamaian, dan sarat akan makna spiritual.
Dilansir Psychology Today, suasana yang dianggap sakral bisa mengundang emosi positif yang lebih kuat, seperti rasa damai, syukur, dan keterikatan yang lebih intens terhadap alam semesta.
Masyarakat cenderung lebih jeli menangkap suasana sekitar saat Lebaran, sehingga mereka lebih dalam memaknai ketenangan yang ada.
Kesan pagi yang lebih sunyi ini sebenarnya didukung oleh fakta berkurangnya aktivitas manusia secara signifikan, mulai dari jalanan yang sepi hingga minimnya polusi suara.
Hasilnya, kombinasi antara kesiapan batin yang tenang dan lingkungan yang memang lebih hening membuat pagi Lebaran selalu terasa istimewa dan penuh kedamaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology Today