Bintang laut. (Wikipedia/Nhobgood Nick Hobgood)
INDOZONE.ID - Hewan yang ahli memanjat kerap kali disebut sebagai bintang laut. Makhluk tak bertulang belakang bercabang banyak yang diketahui bisa melewati permukaan vertikal, horizontal, bahkan terbalik. Mereka melakukannya tanpa sistem saraf terpusat, apalagi otak.
Penelitian lintas disiplin oleh para ahli biologi dan insinyur menunjukkan bahwa bintang laut menunjukkan perilaku motorik yang adaptif.
Tanpa adanya koordinasi saraf pusat, fitur bawaan pada tubuhnya tetap mampu merespons tantangan fisik secara signifikan, membuktikan adanya sistem kendali desentralisasi yang efisien.
Baca juga: Bukan Jenis Ikan, Berikut Fakta Unik Seputar Bintang Laut, Salah Satunya Makan Pakai Perut
Bintang laut bergerak menggunakan podia, yaitu kaki tabung hidrolik yang terletak di bawah lengannya. Mekanismenya melibatkan batang fleksibel yang memompa air untuk mobilitas, serta ujung berbentuk cakram datar yang berfungsi sebagai alat tempel.
Kemampuan melekat ini didukung oleh lendir lengket kaya protein yang dihasilkan oleh ujung kaki tersebut.
Bintang laut biasa (Asterias rubens) memiliki empat baris kaki tabung di setiap lengan, yang memiliki arti untuk bergerak, mereka perlu mengoordinasikan ratusan anggota tubuh yang independen.
Berbeda dengan hukum umum di mana tubuh besar dan jumlah kaki yang banyak memperlambat gerakan, Asterias rubens menunjukkan performa yang berbeda.
Para ilmuwan meneliti mekanisme ini melalui eksperimen pada kaca sangat refraktif untuk melihat pantulan cahaya dari tiap kaki tabung yang menyentuh permukaan.
Metode pemindaian cahaya ini terbukti efektif dalam memvisualisasikan sistem gerak berbagai makhluk hidup, mulai dari tingkat serangga hingga struktur kaki manusia.
Setiap kali bintang laut menyentuh kaca khusus tersebut, cahaya akan dibiaskan dengan cara yang berbeda, menerangi area kontak dengan titik terang jejak kaki bintang laut.
Alih-alih dikendalikan secara terpusat, gerak bintang laut diatur oleh durasi kontak kaki tabung yang merespons beban mekanis secara langsung. Semakin lama kaki menempel, semakin lambat gerakannya, terlepas dari jumlah kaki yang terlibat.
Bukti kuat mengenai mekanisme adaptif ini muncul saat peneliti memberikan beban tambahan pada tubuh bintang laut. Hewan ini secara otomatis menyesuaikan langkah mereka untuk mengimbangi berat tersebut tanpa instruksi dari sistem saraf pusat.
Baca juga: Puluhan Ribu Kerang, Remis, Hingga Bintang Laut Mati Direbus di Pantai Vancouver
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic