INDOZONE.ID - Kisah nyata dan inspiratif ini berawal dari momen dimana Whitney Jones baru berusia sembilan tahun ketika ayahnya, Raymond K Jones, dibunuh oleh Debra Trice pada 20 Juli 1998.
Baca Juga: Kisah Tragis Chadil Deffy: Pria Thailand Menikahi Kekasih yang Telah Meninggal Dunia
Tragedi ini terjadi akibat pertengkaran yang dipicu oleh obat-obatan, di mana Debra secara fatal menembak Raymond.
Kejadian itu menghancurkan hidup Whitney dan keluarganya, meninggalkan luka mendalam yang terus membekas selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Kisah Nyata Rumah Mungil Edith Macefield yang Ogah Digusur, Menginspirasi Film 'Up'
Debra Trice dijatuhi hukuman 50 tahun penjara pada tahun 2000 atas pembunuhan tersebut namun mendapat pengampunan oleh keluarga korban sehingga pelaku tidak menjalani masa hukuman 50 tahun.
Whitney, bersama ibu dan saudaranya, berjuang dengan kebencian dan kepahitan selama bertahun-tahun, mempertanyakan mengapa mereka harus kehilangan sosok ayah dengan cara yang tragis.
Malam itu, menjadi kehilangan besar pertama dalam hidup Whitney yang tidak pernah bisa ia lupakan.
Namun, dua puluh tahun setelah tragedi itu, Whitney, yang telah mendedikasikan hidupnya kepada Kristus dan dibaptis, merasakan panggilan untuk memaafkan.
Dia mulai berkorespondensi dengan Debra melalui surat, yang berujung pada pertemuan tatap muka yang emosional di Madison Correctional Facility pada 17 Agustus 2018.
Dalam pertemuan tersebut, Whitney memaafkan Debra, memberikan kedamaian yang selama ini sulit ia temukan.
Dilansir dari New York Magazine, pengampunan ini mengubah hidup keduanya.
Whitney Jones kemudian mendirikan Raymond K Jones Foundation untuk menghormati warisan ayahnya.
Yayasan ini memberikan dukungan kepada keluarga yang terkena dampak kekerasan senjata.
Baca Juga: Mengungkap Kisah Tragis di Balik Dahsyatnya Bom Hiroshima dan Nagasaki
Hebatnya, setelah dibebaskan dari penjara, Debra Trice bergabung dalam misi Whitney untuk menjembatani jarak antara korban dan pelaku.
Bersama, mereka bekerja untuk mempromosikan penyembuhan dan pengampunan di tengah komunitas, memberikan harapan bagi banyak orang yang terjebak dalam lingkaran kebencian.
Kisah Whitney Jones dirikan yayasan bersama pembunuh ayahnya ini menjadi pembelajaran bagi siapapun yang membacanya terlebih nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam kisah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New York Magazine