INDOZONE.ID - Kusni Kasdut, lahir di Blitar, Jawa Timur, pada tahun 1929, dikenal sebagai salah satu perampok legendaris di Indonesia. Kehidupannya penuh dengan lika-liku, diwarnai masa muda penuh perjuangan dan kemudian terjerumus ke dunia kriminal.
Kusni muda pernah menjadi anggota Tentara Republik Indonesia (TRIP) dalam perjuangan kemerdekaan dan ia pernah bertempur melawan belanda.
Namun, setelah Indonesia merdeka, dia kesulitan mendapatkan pekerjaan dan terpaksa hidup di jalanan. Hal ini yang mendorongnya untuk melakukan tindakan kriminal, dimulai dengan mencopet dan merampok kecil-kecilan.
Baca Juga: Misteri Kematian Natacha de Crombrugghe yang Tulangnya Ditemukan Terjepit Batu Batu Besar
Puncak Kejahatan dan Julukan 'Robin Hood'
Dilansir dari akun Instagram @mwf.mystica, pada awalnya, Kusni terlibat dalam kejahatan kecil-kecilan seperti pencurian. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai merencanakan kejahatan yang lebih besar dan terorganisir. Kemampuan dan kecerdasannya dalam merencanakan aksi kejahatan membuatnya cepat dikenal di dunia kriminal.
Salah satu aksi Kusni yang paling terkenal adalah perampokan di Museum Nasional Jakarta pada tahun 1961. Bersama dengan kelompoknya, Kusni berhasil mencuri berbagai barang berharga, termasuk koleksi perhiasan dan artefak kuno yang bernilai tinggi.
Baca Juga: Misteri Makam Angker 'Greyfriars Kirk' dan Legenda Hantu di Edinburgh, Skotlandia
Aksi ini tidak hanya menunjukkan keberanian dan keterampilan Kusni, tetapi juga menjadi peringatan bagi pihak berwenang tentang perlunya keamanan yang lebih ketat.
Tidak hanya berhenti di perampokan, Kusni juga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan. Pada tahun 1966, ia menculik dan membunuh seorang pengusaha kaya, yang semakin memperkuat reputasinya sebagai penjahat berbahaya.
Namun, tindakan-tindakan ini tidak sepenuhnya didorong oleh keserakahan pribadi, ia mendapat julukan 'Robin Hood Indonesia' karena ia dikabarkan membagikan hasil rampokannya kepada orang miskin.
Penangkapan dan Hukuman
Kusni Kasdut terus melakukan perampokan hingga tahun 1979, ketika dia berhasil melarikan diri dari penjara, karena ia terkenal licin dan sulit ditangkap. Namun, pelariannya tidak lama. Dia ditembak mati oleh regu tembak pada tahun 1980 di usia 51 tahun.
Hingga saat ini, sosok Kusni Kasdut masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, dia dikenang sebagai penjahat yang kejam. Di sisi lain, dia juga diingat sebagai sosok yang berani melawan penindasan dan membantu orang miskin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram