Selasa, 02 APRIL 2024 • 18:42 WIB

Kisah Gerombolan Lansia Merampok Hatton Garden: Disebut Perampokan Permata Terbesar Dalam Sejarah Inggris

Author

Para Lansia perampok permata di Hatton Garden, London. (Youtube/Channel 4 News)

INDOZONE.ID - Tepat 9 tahun lalu, sebuah perampokan permata terjadi Hatton Garden, London, Inggris, dan disebut sebagai pencurian terbesar dalam sejarah hukum pidana di Inggris", demikian dijelaskan di pengadilan. Apalagi pelakunya adalah para pria berusia lanjut yang umurnya di atas 50 tahun.

Kawasan Hatton Garden terkenal dengan perdagangan berlian dan emasnya dan rawan perampokan, seperti yang pernah terjadi tahun 1994 dan 2003. Pihak keamanan mengaku bahwa keamanan Hatton Garden sukar ditembus meski harus mengakui kehebatan para pencuri.

Kawasan Hatton Garden yang penuh dengan bank dan tempat deposit permata dan logam mulia. (Wikipedia)

Para lansia tersebut terdiri dari Carl Wood (58), William Lincoln (60), Jon Harbinson (42), dan Hugh Doyle (48). Sementara itu, sebelumnya ada beberapa pria lai yang juga diduga terlibat dalam kasus ini.

Baca Juga: Perampokan Terbesar Sepanjang Masa di Dunia, Benarkah Dilakukan oleh Saddam Hussein?

Mengutip beberapa sumber, salah satunya Channel 4 News, permata dan logam mulia senilai £14 juta diambil ketika rampok membobol tembok menuju brankas. 

Tembok brankas yang dibobol di Hatton Garden, London. (Youtube/Channel 4 News)

Perampokan tersebut direncanakan pada malam Jumat di sebuah pub dan terjadi selama akhir pekan Paskah, menurut Pengadilan Mahkamah Mahkota Woolwich.

Tiga diantaranya membantah konspirasi untuk melakukan pencurian. Sementara yang satu membantah akan tuduhan konspirasi untuk menyembunyikan atau mentransfer properti kriminal.

Para juri diperlihatkan rekaman CCTV gambaran sekelompok pria datang dengan van putih, dan dari dalamnya mengeluarkan berbagai alat, tas, balok logam, dan tong sampah.

Baca Juga: Great Brinks Robbery: Perampokan Bersenjata Terbesar yang Membawa Kabur Rp38 miliar

Para Lansia perampok permata di Hatton Garden, London. (Youtube/Channel 4 News)

Mereka mendengar bahwa saat di Hatton Garden, pria-pria tersebut menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi.

Setelah masuk, para pria menggunakan sumur lift untuk mengakses lantai dasar, menonaktifkan alarm dan mengebor tembok brankas.

Di dalam brankas, para perampok merusak kotak deposit keselamatan yang digunakan oleh pedagang perhiasan, batu mulia, dan logam mulia.

Para pencuri membobol lubang dengan kedalaman 20 inci (51cm), tinggi 10 inci (25cm), dan lebar 18 inci (46cm) melalui tembok di Hatton Garden Safe Deposit Company.

Ada bukti bahwa pencarian peralatan yang sesuai mungkin telah dimulai tiga tahun yang lalu.

Para Lansia perampok permata di Hatton Garden, London. (Youtube/Channel 4 News)

Para juri diperlihatkan gambar 3D yang menunjukkan kerusakan lain yang disebabkan oleh pencuri. Termasuk pintu dan gerbang yang rusak, dan tirai untuk akses lift ke lantai dasar yang telah dikeluarkan.

Baca Juga: Permata Kerajaan Rusia yang Diselundupkan Sejak 1917 Dilelang, Harga Capai Rp85 Miliar

Pencurian berlangsung sepanjang akhir pekan, dengan para pencuri kembali pada 4 April dengan lebih banyak peralatan, setelah mereka hanya berhasil sebagian pada 2 April, kata para juri.

Mereka diberitahu bahwa sebagian besar bukti berasal dari data telepon seluler dan telepon kabel, dan bahwa para pencuri tidak meninggalkan jejak forensik.

Evans mengatakan pencurian tersebut diatur selama pertemuan malam Jumat di pub The Castle di Pentonville Road, Islington, London utara.

Sebelumnya John Collins (75), Daniel Jones (58), Terry Perkins (67), Brian Reader (76) mengakui bersalah melakukan konspirasi untuk melakukan pencurian.

Brian Reader disebut otak Para Lansia perampok permata di Hatton Garden, London. (Youtube/Channel 4 News)

Baca Juga: Peristiwa 11 April: Baku Tembak FBI Versus Perampok Bank dan Gempa Terbesar di Indonesia

Brian Reader digambarkan sebagai "Gubernur" atau "Penguasa", dan telah sangat terlibat dalam perencanaan pencurian, kata pengadilan. Sementara itu, sebuah buku berjudul "Forensics For Dummies" ditemukan di rumah Jones.

Evans mengatakan mereka adalah otak di baliknya dan memiliki "banyak pengalaman" dalam merencanakan dan melaksanakan kejahatan yang canggih.

Dia mengatakan mereka hanya akan melibatkan orang lain yang bisa "sepenuhnya dipercaya".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU