Senin, 19 FEBRUARI 2024 • 11:40 WIB

Kasus Kematian Helen Hill, Sutradara Amerika Serikat yang Masih Jadi Misteri sampai Sekarang

Author

 

Helen Hill

INDOZONE.ID - Helen Wingard Hill adalah seorang sutradara sekaligus aktivis sosial kelahiran Columbia, South Carolina, 9 Mei 1970. Helen ditemukan meninggal di rumahnya pada 4 Januari 2007.

Dari hasil penyelidikan polisi, terdapat bukti penyusupan di rumahnya. Diduga si penyusup berhasil membobol rumah Helen dan langsung menghabisi nyawanya.

Hingga saat ini, masih belum diketahui siapa pelakunya.

Kasusnya Helen sempat menjadi perhatian sekelompok aktivis sosial yang menuntut keadilan atas kematian sang sutradara.

Sekitar seminggu sebelum kasusnya Helen, kasus serupa juga dialami oleh seorang drummer musik Jazz bernama Dinerral Shavers, yang meninggal usai ditembak oleh pelaku yang identitasnya juga belum diketahui sampai sekarang.

Kronologi Kejadian

Rumah keluarga Helen Hill pasca insiden penembakan

Perisiwa kematian Helen Hill terjadi pada 4 Januari 2007 pukul 05:30 waktu setempat. Helen yang sedang sarapan bersama keluarganya, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan si penyusup.

Tanpa basa-basi, si penyusup langsung mengeluarkan tembakan ke arah keluarga Helen, termasuk suami dan anaknya.

Anak Helen berhasil selamat tanpa ada luka sama sekali. Suami Helen juga masih bisa diselamatkan meski mengalami luka tembak di tubuhnya. Sayangnya, nyawa Helen tidak bisa diselamatkan pasca kejadian.

Update terakhir tentang kasus Helen terjadi di 2018, di mana Kepolisian New Orleans hanya mengadakan sayembara berhadiah $15 ribu dolar bagi siapapun yang bisa mengungkap dan menangkap pelaku dari kasus ini.

Sebagai bentuk protes, kelompok aktivis sosial Silence Is Violence mengadakan aksi demo di Balai Kota New Orleans pada 11 Januari 2007. Dari situ, perhatian media massa pun mulai teralihkan dan kasus Helen menjadi viral di AS.

Baca Juga: Fakta-fakta Misteri Desa di Danau Anjikuni yang Seluruh Penduduknya Hilang pada 1930, Tak Terpecahkan hingga Kini

Tentang Helen Hill

Helen Hill

Helen adalah warga asli Columbia, South Carolina. Menurut sang Ibu, nama Helen terinspirasi dari nama sang nenek yang juga memiliki nama yang sama, namun beda pada nama tengahnya.

Saat masih kelas 5 SD, Helen merekam film pertamanya. Waktu itu ia membuat film dengan gaya stop-motion menggunakan rol film Super 8. Menggunakan jenis rol film yang sama, Helen membuat film keduanya dengan bantuan teman dan gurunya.

Kemudian, Helen membuat film berjudul Quack, menceritakan seorang badut berbaju bebek yang suka menyambut kedatangan anak-anak ke sekolah.

Helen merupakan alumni Dreher High School lulusan tahun 1988. Lalu di tahun 1992, Helen lulus dari Universitas Harvard jurusan Bahasa Inggris dan Studi Visual dan Lingkungan.

Saat kuliah, Helen sempat membuat film animasi yang diberi judul Rain Dance. Dari sinilah keahlian Helen sebagai animator mulai terbentuk.

Pendidikan Helen tidak berhenti sampai di Harvard. Ia kembali melanjutkan pendidikannya di Institut Seni California dan lulus di tahun 1995.

Selanjutnya, Helen pindah ke Halifax, Nova Scotia, Kanada, untuk mengajar di Nova Scotia College of Art and Design dan Atlantic Filmmakers Cooperative.

Saat di Kanada, Helen sudah menjalin hubungan dengan sang kekasih yang bernama Paul Gailiunas. Mereka sudah saling mengenal sejak masih kuliah di Harvard. Bersamaan dengan kepindahannya ke Kanada, Helen dan Paul memutuskan untuk menikah.

Di penghujung tahun 2000, Helen dan Paul memutuskan untuk pindah ke New Orleans. Selang 4 tahun kemudian pada 15 Oktober 2004, pasangan tersebut dikaruniai putra tunggal mereka yang diberi nama Francis Pop.

Kegiatan Helen Hill & Keluarganya

Aksi Aktivis Sosial Silence Is Violence di Balai Kota New Orleans.

Helen mendirikan New Orleans Video Access Center sekaligus menjadi guru animasi di sana. Tidak hanya mendapat upah dari kegiatan mengajarnya, Helen juga mendapat royalti dari beberapa film yang Ia buat. Itulah bagaimana cara Helen membantu perekonomian keluarganya.

Nahas, pada Agustus 2005, Helen dan Paul harus kehilangan rumahnya akibat Badai Katrina. Keluarga mereka sempat tinggal di rumah lama Helen di Columbia, South Carolina, selama 1 tahun, sebelum akhirnya kembali ke New Orleans. Helen kembali ke aktivitas lamanya sebagai sutradara, animator, dan guru.

Kegiatan Helen sebagai seorang aktivis sosial sudah Ia lakukan bersama suaminya sejak tahun pertama pernikahan mereka. Berawal dari membangun Free Food Organization, kemudian mendirikan gerakan Food Not Bombs yang masih aktif sampai sekarang.

Kegiatan sosial lain yang dilakukan Helen bersama sang suami diantaranya melakukan kampanye anti-rokok dan anti-tembakau, menyuarakan protes untuk mewakili para vegan dan memperjuangkan hak-hak hewan baik itu hewan peliharaan maupun hewan ternak.

Fun fact, Helen bersama suaminya ternyata pernah membuat sebuah grup band. Sepanjang karier musiknya, mereka sudah merilis 7 album dari tahun 1995 sampai 2004.

Helen dan Paul sangat mengidolakan sosok Emma Goldman, seorang aktivis politik asal Lithuania. Nama Emma Goldman dipakai menjadi judul lagu dari salah satu album mereka yang berjudul Don't Stop the Calypso: Songs of Love and Liberation.

Lagu tersebut kemudian dirilis ulang dalam album terakhir mereka yang berjudul Here Come The Troublemakers. Terakhir, lagu ini sempat diputar saat acara pemakaman Helen di New Orleans.

Baca Juga: Kisah Vesna Vulovic, Pramugari yang Menyesal Usai Lolos dari Kecelakaan Bom Pesawat dan Jatuh dari Ketinggian di 1972

Inspirasi, Pencapaian & Penghargaan Helen

Charlotte Reiniger, Sang Sutradara yang menjadi Inspirasi Helen.

Dalam membuat film, Helen mengaku terinspirasi dari Charlotte Reiniger, terutama saat dirinya membuat film pertama yang menggunakan gaya stop-motion. Helen juga pernah menghadiri seminar Philip Hoffman yang juga seorang sutradara asal Kanada.

Sepanjang kariernya, Helen sudah membuat lebih dari 50 judul film. Beberapa di antaranya ada yang sukses mendapat penghargaan, misalnya penghargaan Media Arts Fellowship Grant di tahun 2004.

Pasca kematiannya, sejumlah penghargaan pun diberikan kepada Helen sebagai bentuk penghormatan atas karyanya. Beberapa diantaranya ada Charles Samu Award di tahun 2008, dan Short Documentary Award di acara DOXA Documentary Film Festival tahun 2011.

Di tahun 2007, Universitas Harvard membuat sebuah kompilasi dari beberapa karya Helen, termasuk film, gambar, foto dan lainnya. Kompilasi ini dinamakan Helen Hill Collection.

Kemudian di tahun 2008, Universitas New York membuat sebuah film tribute untuk Helen yang diberi judul Anywhere: A Tribute to Artist and Activist Helen Hill.  Film ini ditayangkan pada acara Orphan Film Symposium ke-6 yang diadakan di New York, AS.

Masih di tahun yang sama, penghargaan Helen Hill Awards diberikan kepada sutradara Naomi Uman & Jimmy Kinder atas film tribute mereka untuk Helen.

Salah satu film Helen yang berjudul Scratch and Crow didaftarkan ke National Film Registry pada 30 Desember 2009, guna mengabadikan salah satu karya Helen sebagai arsip nasional AS. Film tersebut Helen buat dan dirilis pada tahun 1995.

Institut Seni California juga membuat kompilasi dari semua film yang pernah Helen buat, mulai dari film pertama sampai film terakhir untuk mengenang karyanya.

Writer: Putri Octavia Saragih


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU