Sabtu, 06 JUNI 2026 • 17:07 WIB

Melihat Lebih Dekat Simbol Freemason dan Ouroboros di Museum Taman Parasasti Jakarta

Author

Simbol Freemason di Museum Taman Prasasti di Jakarta (INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID - Simbol jangka dan penggaris segitiga yang identik dengan Freemason dan Kaballah terlihat jelas di salah satu relief makam tua di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat. 

Pantauan Indozone yang mengunjungi lokasi, lambang itu terukir di bagian bawah prasasti batu peninggalan era kolonial Belanda dan beberapa makam khusus lainnya.

Bagi sebagian orang, simbol tersebut hanyalah ornamen klasik Eropa. Namun bagi peneliti sejarah dan pemburu misteri, lambang itu dianggap sebagai jejak keberadaan organisasi rahasia Freemasonry di Hindia Belanda pada masa lampau.

Museum Taman Prasasti sendiri merupakan bekas kompleks pemakaman Kebon Jahe Kober yang dibangun sejak tahun 1795. Tempat ini menjadi lokasi pemakaman para pejabat, tentara, bangsawan, dan tokoh penting Belanda pada masa kolonial.

Baca juga: Misteri Kematian Kartini, Diduga Dibunuh karena Berhubungan dengan Freemason

Hingga kini, area museum masih dipenuhi batu nisan besar dengan ukiran khas Eropa yang menyimpan banyak simbol unik dan penuh teka-teki.

Di antara puluhan makam kuno tersebut, ada dua prasasti yang paling sering dikaitkan dengan simbol-simbol misterius dan teori tentang pengaruh Freemasonry di Batavia tempo dulu.

Makam Mayor Kavaleri Lodewyk Schneider

Simbol Freemason 'Jangka dan Mistar' di Museum Taman Prasasti di Jakarta (INDOZONE/M Fadli)

Salah satu makam yang paling menyita perhatian adalah milik Lodewyk Schneider, seorang mayor kavaleri Belanda dari Resimen Hussar No. 7. Ia lahir di Nijmegen, Belanda, pada 17 Oktober 1788 dan meninggal di Rijswijk pada 21 Agustus 1820.

Prasasti makam Schneider terlihat menjulang di antara relief batu lainnya. Sekilas bentuknya tampak sama seperti makam kolonial lain di area museum. Namun jika diperhatikan lebih dekat, terdapat simbol jangka dan penggaris segitiga dalam posisi terbalik pada bagian bawah relief.

Simbol itu identik dengan lambang Freemasonry, organisasi persaudaraan tertua di dunia yang sering dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi dan kelompok elite global. Freemasonry sendiri diketahui berkembang pesat di Eropa sejak abad ke-18 dan memiliki anggota dari kalangan pejabat, militer, ilmuwan, hingga bangsawan.

Baca juga: Misteri Kematian Roberto Calvi, Manajer Bank yang Tewas Tergantung di Jembatan Kota London Diduga Terkait Freemason dan Mafia

Keberadaan simbol tersebut di makam seorang perwira Belanda memunculkan dugaan bahwa organisasi itu pernah memiliki pengaruh di Hindia Belanda. Beberapa peneliti sejarah menyebut Freemasonry memang pernah berkembang di Batavia pada masa kolonial melalui kelompok elite Eropa yang tinggal di wilayah tersebut.

Makam Jenderal Kohler dan Simbol Ouroboros

Selain makam Schneider, perhatian pengunjung juga tertuju pada makam Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, perwira Belanda penganut Yahudi-Kaballah yang tewas saat memimpin serangan militer ke Aceh pada tahun 1873.

Prasasti Kohler menjadi salah satu yang paling besar dan mencolok di Museum Taman Prasasti. Setelah melewati gerbang utama museum dan berjalan ke sisi kanan area, pengunjung akan langsung menemukan relief batu tinggi dengan berbagai simbol pengikut Yahudi-Kaballah.

Di bagian atas prasasti terdapat simbol Hexagram atau Bintang David. Pada sisi lainnya terlihat obor terbalik dengan api mengarah ke bawah. Selain itu terdapat simbol Iron Cross atau Salib Besi, serta lambang ular melingkar yang menggigit ekornya sendiri.

Simbol ular tersebut dikenal sebagai Ouroboros, lambang kuno yang sering dikaitkan dengan konsep keabadian, siklus kehidupan tanpa akhir, dan filsafat mistik kuno. Dalam berbagai teori simbolisme, Ouroboros juga sering muncul dalam tradisi esoterik Eropa dan kelompok persaudaraan rahasia.

Karena kombinasi simbol-simbol itu, muncul banyak spekulasi yang mengaitkan Kohler dengan kelompok rahasia seperti Freemasonry, Rosicrucian, hingga Templar. Sebagian teori bahkan menganggap simbol-simbol tersebut sebagai penanda identitas spiritual atau keanggotaan organisasi tertentu.

Simbol Ouroboros di Museum Taman Prasasti di Jakarta (INDOZONE/M Fadli)

Baca juga: Kisah Legenda Hua Mulan Sebagai Simbol Keberanian Perempuan Mendobrak Batas dan Stigma Sosial

Namun sejumlah sejarawan menilai simbol pada makam kolonial belum tentu berkaitan langsung dengan kelompok rahasia. Banyak ornamen makam Eropa pada abad ke-19 memang menggunakan lambang religius, militer, hingga simbol filsafat kuno sebagai bagian dari seni ukir dan identitas sosial.

Simbol obor terbalik dan ornamen lainnya

Salah satu yang menyita perhatian lainnya adalah beberapa simbol berbentuk obor yang terbalik. Simbol obor terbalik di Museum Taman Prasasti melambangkan padamnya kehidupan atau kematian jiwa seseorang. 

Dalam seni ukir makam Kristen klasik dan simbolisme Eropa, api obor yang mengarah ke bawah berarti api kehidupan telah habis, sedangkan obor yang menyala ke atas adalah simbol kehidupan abad. 

Simbol-simbol di Museum Taman Prasasti di Jakarta (INDOZONE/M Fadli)

Sebenarnya, masih banyak simbol lain yang ditemukan seperti simbol Tengkorak dan Tulang Bersilang yang merupakan perwujudan dari filosofi Latin memento mori. Simbol ini berasal dari Abad Pertengahan Akhir, berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa kematian adalah hal yang tak terhindarkan dan kehidupan duniawi hanyalah sementara.

Sementara itu, beberapa Patung Malaikat dalam memberikan makna makhluk surgawi yang menjaga jiwa orang yang telah meninggal. Malaikat juga sering diartikan sebagai pembawa pesan Tuhan atau entitas yang mengantar arwah ke alam baka.

Baca juga: Misteri Kematian Roberto Calvi, Manajer Bank yang Tewas Tergantung di Jembatan Kota London Diduga Terkait Freemason dan Mafia

Hingga kini, Museum Taman Prasasti tetap menjadi salah satu tempat paling misterius di Jakarta. Suasana sunyi dengan deretan batu nisan tua menciptakan nuansa yang berbeda dari museum sejarah pada umumnya.

Sebagian pengunjung datang untuk mempelajari sejarah kolonial Batavia, sementara lainnya tertarik memburu simbol-simbol misterius yang tersembunyi di relief makam kuno. Ukiran tengkorak, malaikat, simbol geometris, hingga lambang yang disebut menyerupai Freemason membuat museum ini sering dikaitkan dengan berbagai teori sejarah tersembunyi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan, Facebook

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU