INDOZONE.ID - Kejahatan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell belakangan ini mencuat perhatian publik di awal-awal pengungkapannya. Bahkan kabar tersebut sempat menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir.
Epstein, yang dihukum karena kejahatan seksual, dikabarkan meninggal dunia saat menghadapi tuduhan perdagangan seks. Sementara itu, Maxwell dijatuhi hukuman penjara 20 tahun untuk kejahatan yang sama.
Reporter Miami Herald, Julie K. Brown, mendeteksi 80 perempuan muda dan gadis di bawah umur yang sekarang dipastikan sebagai korban pelecehan seksual dan perdagangan seks dalam investigasi tahun 2006.
Jeffrey Epstein sendiri didakwa atas kasus perdagangan seks dari anak di bawah umur. Namun, yang membuat kasus ini menjadi pemicu di media sosial dan forum internet adalah kedekatan keduanya dengan beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia, seperti mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump.
Baca juga: Mengenal Eipstein Files: Dokumen Berisi Bukti Terkait Perdagangan Anak, Benarkah Trump Terlibat?
Apalagi kedekatan hubungan Donald Trump dengan Jeffrey Epstein yang sudah diketahui sejak lama. Namun, hubungan mereka menjadi sorotan pada tahun 2019, usai penangkapan Epstein atas tuduhan perdagangan seks, rekaman video yang menampilkan keduanya tengah tertawa dan berpesta dengan perempuan di sebuah acara pada tahun 1992.
Kemudian, pada tahun 2024, dokumen yang dibuka dari gugatan perdata tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Giuffre, penuduh Epstein, kembali menyebut nama Donald Trump, meskipun Trump tidak langsung dituduh melakukan kesalahan.
Dokumentasi visual yang memperlihatkan kebersamaan Donald Trump dan Jeffrey Epstein telah lama menjadi konsumsi publik, memicu spekulasi mengenai kedekatan hubungan mereka selama puluhan tahun.
Kasus Epstein kembali menjadi sorotan utama pada pengujung 2025 hingga awal 2026 menyusul langkah Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang membuka jutaan dokumen rahasia terkait skandal masa lalunya.
Nama Trump kembali terseret dalam pusaran kontroversi ini setelah dokumen tersebut memuat dugaan keterlibatan dalam tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Lantas, seperti apa sebenarnya rekam jejak hubungan antara kedua tokoh tersebut?
Donald Trump dan Jeffrey Epstein Sudah Berteman Sejak Lama
Kedekatan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein yang terjalin selama bertahun-tahun terdokumentasi dengan jelas dalam sebuah profil di New York Magazine edisi 2002.
Saat ini, artikel tersebut terasa cukup meresahkan untuk disimak kembali, mengingat sanjungan eksplisit Trump terhadap lingkaran elitnya serta pengakuannya mengenai kegemaran Epstein berpesta dengan banyak wanita.
Gaya hidupnya yang suka berpesta tersebut dikenang Donald Trump. Bahkan, Trump memuji Jeffrey Epstein kala itu. "Saya mengenal Jeff selama 15 tahun. Pria yang hebat. Dia sangat menyenangkan untuk diajak bergaul."
Namun, Donald Trump juga membeberkan terkait pelecehan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.
"Bahkan dia menyukai perempuan cantik sama seperti saya, dan banyak dari mereka yang masih muda. Tidak diragukan lagi, Jeffrey menikmati kehidupan sosialnya," ujarnya.
Donald Trump dan Jeffrey Epstein Punya Banyak Kesamaan
Pertemuan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein bermula pada pengujung 1980-an. Di luar ketertarikan serupa terhadap perempuan muda, keduanya berbagi banyak kemiripan yang signifikan.
Sebagai figur yang bergelimang harta dan pengaruh, baik Trump maupun Epstein merupakan tokoh sentral dalam lingkaran sosial elit di Palm Beach, Florida, serta New York.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan The Washington Post, Donald Trump dan Jeffrey Epstein sering terbang bersama menggunakan jet pribadi.
Mereka melakukan perjalanan dari Mar-a-Lago ke Manhattan, nongkrong bareng di rumah masing-masing, dan menghadiri acara yang sama.
Sebuah pengakuan dari narasumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada The Washington Post, "Mereka sangat dekat. Mereka saling mendukung satu sama lain."
Selain itu, mereka sama-sama memiliki ketertarikan pada properti mewah, yang mungkin menjadi penyebab berakhirnya persahabatan mereka.
Donald Trump Mengaku Hubungannya dengan Jeffrey Epstein Mulai Renggang Sejak Tahun 2004
Menyusul penangkapan Jeffrey Epstein atas kasus perdagangan seks, Donald Trump yang saat itu menjabat sebagai Presiden AS berupaya menjaga jarak dari mantan koleganya tersebut.
Dalam pernyataan resminya pada 2019, Trump membantah adanya kedekatan dan mengeklaim bahwa hubungan mereka telah berakhir sejak tahun 2004 akibat perselisihan yang terjadi sekitar 15 tahun sebelumnya.
"Saya bukan penggemarnya," pungkas Donald Trump, meskipun Trump pernah memujinya.
Terputusnya komunikasi antara Trump dan Epstein dipicu oleh kombinasi antara sengketa bisnis dan skandal moral.
Sementara laporan media fokus pada persaingan properti, investigasi lain mengungkap pengusiran Epstein dari Mar-a-Lago akibat dugaan pelecehan anak di bawah umur.
Kontradiksi dari pihak keluarga Epstein yang menyerang integritas Trump menambah kerumitan cerita ini.
Puncaknya pada awal 2026, dokumen rahasia DoJ yang bocor ke publik memperlihatkan dominasi nama Trump dalam jutaan berkas kasus, memicu kembali perdebatan tentang hubungan mereka yang sebenarnya.
Baca juga: Donald Trump Janji Bakal Bocorkan Tentang UFO dan Berkas Kennedy Jika Terpilih Jadi Presiden
Donald Trump secara konsisten membantah keterkaitannya meski namanya berulang kali muncul dalam dokumen tersebut.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada 26 Desember 2025, ia mendesak Departemen Kehakiman AS untuk mengalihkan fokus investigasi.
Trump meminta pihak berwenang agar lebih memprioritaskan pengungkapan nama-nama dari kubu Demokrat yang tercantum dalam berkas, sekaligus mendesak agar spekulasi yang menyeret namanya segera dihentikan.
"Kapan mereka akan mengatakan CUKUP, dan mulai menangani kecurangan pemilu, dll?" tulis Trump. "Partai Demokratlah yang bekerja sama dengan Epstein, bukan Partai Republik. Ungkap semua nama mereka, permalukan mereka, dan kembalilah membantu negara kita! Kaum Kiri Radikal tidak ingin orang membicarakan TRUMP & KEBERHASILAN PARTAI REPUBLIK, hanya Jeffrey Epstein yang sudah lama meninggal. Hanya perburuan penyihir lainnya!!!"
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New York Magazine, The Washington Post