Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 18:00 WIB

Kronologi Lengkap Kematian Model Belarusia Vera Kravtsova, Dijebak Sindikat Perdagangan Manusia di Myanmar

Author

Model dan penyanyi Vera Kravtsova. (reform.news)

INDOZONE.ID - Nama Vera Kravtsova, model dan penyanyi cantik berusia 26 tahun asal Belarusia menjadi viral, setelah dilaporkan tewas secara tragis setelah menjadi korban sindikat perdagangan manusia di Myanmar.

Kronologi Kejadian

Baca juga: Kisah Tragis Shakereh Khaleeli: Cinta Buta yang Berakhir Maut

Pada 12 September 2025, Vera Kravtsova, seorang model berusia 26 tahun asal Belarus, tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. 

Vera datang dengan semangat tinggi setelah menerima tawaran pekerjaan modeling dari seseorang yang mengaku sebagai agen internasional. 

Tawaran itu terlihat meyakinkan dengan sesi pemotretan profesional serta bayaran besar dan peluang memperluas karier ke pasar Asia.

Tapi delapan hari kemudian, tepatnya 20 September 2025, Vera meninggalkan Bangkok menuju Yangon, Myanmar, menggunakan penerbangan Thai Airways TG301. Kepergiannya tercatat resmi dalam data imigrasi Thailand.

Beberapa hari setelah tiba di Myanmar, komunikasi dengan keluarganya mulai jarang. Hingga 4 Oktober 2025, pesan terakhir yang dikirim Vera menjadi sinyal terakhir sebelum semua jejaknya menghilang.

Jebakan di Balik Janji

Hasil investigasi mengungkap bahwa Vera bukan menuju sesi pemotretan seperti yang dijanjikan. Ia justru dibawa ke wilayah konflik di perbatasan Thailand-Myanmar, tempat beroperasinya pusat kejahatan daring (scam centre) yang menjalankan aktivitas penipuan digital.

Di sana, korban dipaksa bekerja menciptakan profil palsu di situs kencan dan mengelabui target dari luar negeri. Ketika target tidak terpenuhi, korban disiksa dan dijadikan alat pemerasan.

Modus semacam ini telah lama digunakan oleh sindikat lintas negara yang memperdagangkan manusia untuk eksploitasi online. 

Tragisnya, menurut laporan dari The Nation Thailand, Vera diduga tewas akibat penyiksaan, dan organ tubuhnya dijual di pasar gelap sebelum jenazahnya dikremasi untuk menghapus jejak.

Pemerasan dan Ancaman di Balik Layar

Beberapa minggu setelah Vera dinyatakan hilang, keluarga di Belarus menerima pesan mengerikan dari seseorang yang mengaku memiliki akses ke jasad Vera.

Pelaku menuntut tebusan sebesar US$ 500.000 agar “abu” korban bisa dikembalikan. Jika tidak, keluarga diminta melupakan keberadaannya selamanya. Hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa keluarga berhasil menebus jasad tersebut.

Sementara itu, pihak Interpol dan otoritas Myanmar masih melakukan investigasi, dengan dugaan kuat bahwa pelaku terkait dengan jaringan scam global yang beroperasi di wilayah Myawaddy area rawan kejahatan manusia dan perdagangan organ.

Penyelidikan dan Kontroversi

Kepolisian Thailand menyatakan bahwa Vera meninggalkan Bangkok secara sukarela, tidak dalam kondisi diculik. Pernyataan ini memunculkan perdebatan karena keluarga bersikeras bahwa Vera dibujuk dan ditipu melalui perekrutan palsu.

Pihak berwenang Belarus dan Thailand kini bekerja sama untuk menelusuri siapa sebenarnya perekrut yang pertama kali menghubungi Vera melalui media sosial.

Laporan tambahan menyebut bahwa sindikat ini aktif menjebak perempuan muda dari Eropa Timur, Rusia, hingga Asia Tengah, dengan modus tawaran kerja modeling, hiburan, atau promosi merek global.

Baca juga: Kisah Mistis Perjamuan Arwah: Saat Jamuan Keluarga Berubah Jadi Ritual Kematian

Laporan tambahan menyebut bahwa sindikat ini aktif menjebak perempuan muda dari Eropa Timur, Rusia, hingga Asia Tengah, dengan modus tawaran kerja modeling, hiburan, atau promosi merek global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Independent.co.uk, Nationthailand.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU