Dua pria yang diduga melakukan percobaan membajak satu pulau. (Youtube)
INDOZONE.ID -Sebuah kasus mengejutkan mencuat di Amerika Serikat setelah dua pria muda asal Texas Utara didakwa atas rencana kejahatan keji yang melibatkan upaya kudeta bersenjata di Pulau Gonave, Haiti.
Pulau Gonave sendiri terletak sekitar 48 kilometer di barat laut Port-au-Prince yang dihuni sekitar 87.000 penduduk.
Departemen Kehakiman AS mengungkap bahwa keduanya merancang serangan terorganisir dengan tujuan merebut kendali pulau dan memperbudak perempuan serta anak-anak yang tinggal di sana.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Ular Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?
Gavin Weisenburg, 21 tahun, dari Allen, dan Tanner Thomas, 20 tahun, dari Argyle, disebut sebagai dalang utama dalam rencana tersebut.
Berdasarkan dokumen dakwaan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Texas, keduanya bersama sejumlah konspirator lain diduga menyusun strategi untuk membunuh seluruh laki-laki di pulau Gonave sebelum mengambil alih wilayah dan menjadikan perempuan serta anak-anak sebagai “budak seks.”
Dalam dakwaan disebutkan bahwa para pelaku melakukan riset, pengintaian, perekrutan anggota, serta mencari pelatihan militer untuk melancarkan rencana mengerikan itu.
“Tujuan dari konspirasi ini adalah mengambil kendali militer atas Pulau Gonave,” demikian kutipan dari dokumen tersebut.
Kini, keduanya didakwa melakukan konspirasi untuk membunuh atau menculik orang di negara asing dan juga menghadapi satu dakwaan memproduksi pornografi anak.
Jika mereka terbukti bersalah, hukuman penjara seumur hidup dapat dijatuhkan untuk kasus konspirasi, sementara dakwaan pornografi anak sendiri memiliki ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara.
Baca juga: 5 Zodiak Cewek yang Paling Kaku dan Tegas, Salah Satunya Kamu?
Meski begitu, kedua terdakwa melalui kuasa hukum masing-masing menyatakan akan mengajukan pembelaan tidak bersalah.
Pengacara Gavin Weisenburg, David Finn, meminta publik tidak terburu-buru menilai kasus tersebut. Sementara pengacara Tanner Thomas, John Helms, menegaskan bahwa timnya akan membela kliennya dengan maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Npr.org