INDOZONE.ID - Mitos seringkali dianggap benar-benar terjadi oleh sebagian masyarakat. Bahkan, tidak jarang hadirnya mitos sudah mengganggu kenyamanan pribadi.
Bagi siapa yang tidak percaya pada suatu mitos yang sudah diyakini oleh banyak orang pun seringkali dianggap ketinggalan zaman atau bahkan mengabaikan nasehat orang tua.
Mitos juga diartikan sebagai sebuah kepercayaan yang memiliki dampak positif bagi siapa saja yang mempercayainya.
Di samping itu, mitos pun sering tersebar tanpa ada sumber yang jelas atau lebih dikenal dengan istilah "mulut ke mulut".
Baca Juga: Rahasia Ajian Rawa Rontek: Ilmu Kebatinan yang Bikin Pemiliknya Abadi, Fakta atau Mitos?
Mitos yang tidak bersumber inilah sering merugikan masyarakat. Seperti contohnya mitos pada kesehatan yang tidak jarang dipercayai oleh banyak orang.
Padahal faktanya, mempercayai mitos kesehatan tersebut hanya buang-buang waktu. Melakukan konsultasi bersama dokter secara langsung lebih tepat dibanding mempercayai mitos.
5 Mitos soal Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya
Untuk menghindari mitos yang berlebihan, berikut 5 mitos kesehatan yang masih dipercaya padahal salah.
1. Luka bakar diobati dengan Kompres Es
Faktanya, es yang mengandung suhu dingin tidak dianjurkan mengobati luka bakar dikarenakan efek rada dingin tersebut mampu merusak permukaan kulit.
Dianjurkan jika mendapati luka bakar, sebaiknya diberikan pertolongan pertama dengan air dingin yang mengalir selama beberapa menit, kemudian menoleskan salep antibiotik.
2. Mengkonsumsi MSG Sebabkan Kanker
MSG seringkali dinilai sebagai faktor penyakit yang timbul bagi sebagian masyarakat. Mulai dari kebodohan, sakit kepala, nyeri otot, hingga kanker.
Padahal faktanya hingga saat ini, peneliti belum menemukan bukti pasti bahwa MSG berdampak buruk bagi kesehatan. Selagi penggunaan MSG tidak melebihi batas konsumsi, dipastikan MSG masih layak dikonsumsi.
Bahkan, daripada memikirkan dampak buruk MSG, jauh lebih baik memikirkan gizi secara umum pada olahan makanan yang pada dasarnya tidak sehat dengan kandungan MSG.
3. Konsumsi Gula Jadi Faktor Diabetes
Pada dasarnya, gula bukan menjadi penyebab orang terkena diabetes. Bahkan gula memiliki ambang batas konsumsi per harinya bagi setiap orang.
Namun jika dikonsumsi dengan berlebihan akan menimbulkan efek utama yaitu kenaikan berat badan, hal tersebutlah yang menyebabkan diabetes tipe 2.
Sedangkan diabetes tipe 1 biasanya timbul akibat sel-sel penghasil insulin dalam pankreas berhasil dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Deretan Lagu yang Dianggap Punya Lirik Pemujaan Setan, Beneran Serem atau Cuma Mitos?
4. Minum 8 Gelas Sehari
Faktanya, minum 8 gelas sehari belum berdasar secara medis. Seringkali orang menganggap bahwa dengan meminum 8 gelas sehari sudah menjamin kesehatan bagi tubuh.
Padahal, air bukan hanya sumber dehidrasi, melainkan tubuh dapat menimbulkan dehidrasi melalui jus, kopi, hingga sayuran.
Walau begitu, air putih masih merupakan posisi teratas yang paling sehat dan dianjurkan setiap harinya untuk dikonsumsi.
Disarankan bahwa tidak wajib minum 8 gelas per hari. Tetapi minumlah ketika sudah merasa haus.
5. Makanan terjatuh "5 Detik"
Istilah makanan terjatuh 5 detik tentunya bukan hal baru bagi sebagian masyarakat. Orang-orang menganggap bahwa makanan yang baru saja terjatuh masih layak dikonsumsi.
Padahal faktanya, kuman dan bakteri tidak perlu menunggu 5 detik untuk menempel di makanan karena itu terjadi secara instan.
Untuk itu dianjurkan agar makanan yang sudah terjatuh agar mencucinya terlebih dahulu untuk kembali dikonsumsi atau tidak dimakan sama sekali jika sudah tidak memungkinkan.
Nah, dari kelima mitos di atas, mitos mana yang sudah kamu percayai sebelumnya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gleneagles Hospital Singapore