INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan sekaligus menggelitik, hadir dari Sekolah Dasar (SD) Edgewood di Ohio, Amerika Serikat (AS), yang dikabarkan bakal menyediakan program keagamaan dari Satanic Temple atau Gereja Setan.
Unik bukan? Ternyata, ada alasan di balik program keagamaan Gereja Setan yang akan ditawarkan di SD Edgewood.
Permintaan Orang Tua Murid
Usut punya usut, semua diawali dari permintaan para orang tua murid di SD Edgewood yang ingin ada alternatif dari program Kristen di sekolah tersebut.
Namun, patut digarisbawahi, program keagamaan dari Gereja Setan bersifat opsional, seperti program Kristen.
Sekadar informasi, di SD Edgewood, program Kristen merupakan bagian dari waktu “pelepasan” keagamaan negara. Jadi, para murid tidak mengikuti jadwal pembelajaran selama 55 menit setiap pekan, untuk mengikuti program agama.
Baca Juga: 6 Fakta Mengenai Gereja Setan yang Ada di Indonesia, Anak Muda Selalu Jadi Incaran
Nah, SD Edgewood sebelumnya cuma memiliki program LifeWise evangelis yang membuat para murid belajar Alkitab dan kunjungan lapangan ke gereja-gereja.
Karena hanya ada program berbasis Kristen, para orang tua murid khawatir jika siswa lain non-Kristen merasa terkucilkan.
Oleh sebab itu, program keagamaan dari Gereja Setan dihadirkan oleh SD Edgewood sebagai opsi lain bagi para murid.
Gereja Setan Klaim Ajarkan Belas Kasih
Sementara itu, Gereja Setan mengklaim tidak mengajarkan untuk menyembah setan seperti asumsi yang selama ini beredar.
"Kami tidak menyembah setan dan mengorbankan bayi serta menggunakan darah. Justru sebaliknya," kata June Everett, seorang pendeta yang ditahbiskan untuk Gereja Setan dan Direktur Kampanye Klub Setan Sepulang Sekolah, Senin (9/12/2024).
Everett menyampaikan, bahwa Gereja Setan didasarkan pada prinsip-prinsip, seperti bertindak dengan belas kasih dan empati, menghormati kebebasan orang lain, serta menyelaraskan keyakinan dengan fakta ilmiah.
Everett juga menegaskan, bahwa mereka tidak berusaha menutup program LifeWise evangelis dengan keberadaan mereka di SD Edgewood.
"Kami tidak berusaha menutup LifeWise Academy. Namun, saya rasa banyak distrik sekolah tidak menyadari, bahwa ketika mereka membuka pintu untuk satu agama, mereka membukanya untuk semua agama,” sambung Everett.
Selain itu, di halaman Facebook Gereja Setan, juga disebutkan, bahwa pembelajaran yang diberikan berbasis pada hal-hal positif, seperti kasih sayang dan empati.
“Pembelajaran mandiri, perbuatan baik di masyarakat, kasih sayang dan empati, keterampilan memecahkan masalah, ekspresi kreatif, pemikiran kritis, pembicara tamu yang inspiratif, dan banyak kesenangan!" tulis keterangan di halaman Facebook Gereja Setan.
Gereja Setan pun menyatakan, akan mengeluarkan para murid sebulan sekali untuk menjalani program keagamaan dari mereka.
Baca Juga: Peristiwa 30 April: Berdirinya Gereja Setan dan Percobaan Pembunuhan Ratu Belanda
Respons LifeWise evangelis
Kehadiran program Gereja Setan tidak membuat gentar LifeWise evangelis. Hal itu diungkapkan oleh CEO dan Pendiri LifeWise evangelis, John Penton.
Dia meyakini, para orang tua murid akan memilih program keagamaan terbaik untuk buah hati mereka.
“Kami percaya semua keluarga harus memiliki kesempatan untuk memilih pelajaran agama selama jam sekolah dan kami percaya orang tua akan membuat pilihan terbaik bagi anak-anak mereka,” tegas Penton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People