Kamis, 29 AGUSTUS 2024 • 20:58 WIB

Pablo Escobar: Pemuda Miskin Jadi Raja Kokain Kolombia

Author

Kisah Pablo Escobar, Raja Kokain Kolombia (Youtube/ CR Sigma)

INDOZONE.ID - Pablo Escobar, dikenal sebagai "Raja Kokain" Kolombia, adalah salah satu sosok kriminal paling terkenal dalam sejarah. 

Kisah hidupnya penuh dengan ambisi, kekuasaan, kekejaman, dan kejatuhan yang dramatis. Dari seorang pemuda miskin, ia berhasil membangun kerajaan narkoba yang menjadi salah satu yang paling dicari di dunia. 

Awal Mula dan Dunia Kriminal

Pablo Escobar, Raja Kokain Kolombia (wikipedia)

Pablo Emilio Escobar Gaviria lahir di Medellín, Kolombia, pada tahun 1949, Pablo Escobar berasal dari keluarga miskin.

Ayahnya, Abel de Jesus bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Hermilda Gaviria adalah seorang guru sekolah. 

Sejak remaja, Escobar sudah mulai terlibat dalam kegiatan kriminal seperti mencuri dan menjualnya kembali barang curian hingga pemalsuan dokumen.

Namun, ia kemudian melihat potensi besar dalam bisnis narkoba.

Baca Juga: Misteri Lagu Nina Bobo: Lebih dari Sekadar Lagu Pengantar Tidur

Pada akhir 1970-an, Escobar mulai menjelajahi bisnis narkoba, yang pada saat itu masih baru berkembang di Kolombia.

Dengan kecerdasannya yang luar biasa, ia berhasil membangun jaringan kokain internasional di Amerika Serikat. 

Puncak Kekayaan dan Kekuasaan

Kekayaan Pablo Escobar mencapai US miliar (Sabah)

Pada awal 1980-an, bisnis kokain Escobar meledak. Ia menjadi penguasa Kartel Medellín, salah satu organisasi kriminal terbesar dan paling kuat di dunia.

Pada puncak kejayaannya, diperkirakan 80% dari kokain berasal dari Kartel Medellín.

Kekayaannya tak tertandingi. Forbes pernah menempatkan Escobar sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai $30 miliar.

Selain itu, Escobar juga memiliki pengaruh politik yang besar di Kolombia.

Escobar juga dikenal sangat dermawan kepada masyarakat miskin di Kolombia.

Ia membangun rumah sakit, sekolah, dan lapangan sepak bola.

Tindakan ini membuatnya mendapatkan dukungan dari sebagian masyarakat.

Baca Juga: Misteri di Pegunungan Ural Rusia: Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan

Namun, dibalik kemurahan hatinya, Escobar juga dikenal sebagai sosok yang sangat kejam.

Ia tidak segan-segan membunuh siapa pun yang dianggap sebagai ancaman bagi bisnisnya atau kekuasaannya.

Ia tidak segan-segan membunuh musuh-musuhnya dan siapa saja yang menghalangi jalannya, termasuk polisi, politisi, dan warga sipil tak berdosa.

Escobar menggunakan segala cara untuk melawan pemerintah, termasuk melakukan pengeboman, pembunuhan, dan penculikan.

Salah satu peristiwa paling terkenal adalah pengeboman Penerbangan 203 Avianca pada tahun 1989.

Pesawat yang membawa 110 penumpang itu jatuh setelah diledakkan oleh bom yang dipasang oleh orang suruhan Escobar.

Tujuannya adalah untuk membunuh seorang calon presiden Kolombia yang dianggap sebagai mengancam bisnisnya.

Baca Juga: Misteri Wendigo, Makhluk Kanibal yang Menyeramkan dari Hutan Amerika Utara

Kejatuhan Sang Raja Kokain

Pablo Escobar ditembak mati oleh polisi Kolombia (Sabah)

Kekejaman dan kekuasaan Escobar membuatnya menjadi target utama pemerintah Kolombia dan Amerika Serikat.

Pemerintah Kolumbia membentuk satuan tugas khusus yang dikenal "Los Pepes", orang yang dianiaya oleh Escobar. 

Setelah bertahun-tahun menghindari penangkapan, Pablo Escobar ditemukan di tempat persembunyiannya di Medellín pada 2 Desember 1993, setelah pengejaran panjang, Escobar akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi Kolombia di Medellín.

Kisah hidup Escobar masih sering diangkat dalam berbagai film dan serial televisi.

Salah satu yang paling terkenal adalah serial "Narcos" di Netflix, menceritakan naik dan turunnya kerajaan kokain Escobar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X/@_iamrobot_

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU