INDOZONE.ID - Bendera Brasil telah mengalami beberapa kali perubahan sejak era kekaisaran Brasil dari tahun 1822 hingga 1889. Awalnya bendera hanya terdiri dari warna hijau dengan berlian berwarna kuning berisikan lambang di bagian tengahnya.
Kemudian di tahun 1889 ketika sistem pemerintahan Brasil berubah menjadi republik, bendera negara ini berubah lagi mengganti logo di dalam berlian kuning dengan lingkaran berwarna biru yang di dalamnya berisikan rasi bintang dan pita kuning yang bertuliskan semboyan nasional “Odem e Progresso”.
Bendera Republik Brasil yang pertama terinspirasi dari bendera Amerika Serikat dan memiliki desain yang hampir mirip, tapi desain bendera ini tidak bertahan lama karena ada desain lain yang lebih baik telah diusulkan.
Meskipun demikian, negara bagian Goiás, Piauí dan Sergipe mengadopsi versi bendera Brasil yang terinspirasi dari bendera Amerika Serikat dan masih mengibarkannya hingga sekarang. Bahkan sebenarnya bendera negara bagian São Paulo juga ditolak sebagai bendera nasional.
Baca Juga: Terungkap! Inilah Sosok Pencipta dari Bendera Pelangi yang Memiliki Keahlian Menjahit
Makna Warna
Kebanyakan asumsi mengatakan bahwa warna hijau melambangkan hutan, biru melambangkan langit, kuning melambangkan emas, dan putih seharusnya dapat melambangkan ketenangan. Akan tetapi warna utama dari bendera Brasil tidak memiliki makna seperti itu.
Warna hijau sebagai warna dasar merepresentasikan Keluarga Bragança, Keluarga dari Kaisar pertama Brasil, Dom Pedro I. Warna kuning melambangkan Keluarga Habsburd-Lorraine, Keluarga dari Permaisuri pertama Brasil, Dona Leopoldina.
Rasi Bintang
Bendera Brasil yang saat ini terpilih memiliki penambahan detail kecil, konstelasi bintang yang pada setiap konstelasinya mewakili letak wilayah 26 negara bagian federal dan 1 distrik federal di Brasil. Formasi konstelasi bintang tersebut didasarkan pada kondisi langit di Rio de Janeiro pada saat proklamasi.
Adapun daftar konstelasi bintang yang masuk di bendera Brasil, pertama ada Procyon (α Canis Minor) yang mewakili wilayah Amazon. Konstelasi kedua adalah Canis Major yang terdiri dari lima bintang dan yang terbesar adalah bintang Sirius.
Baca Juga: Fakta Mesin Jahit Bendera Pusaka, Saksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
Canis Major yang menandakan wilayah Mato Grosso (Sirius), Amapa (Mirzam), Rondônia (Wezen), Roraima (Muliphem), dan Tocantins (Adhara).
Ketiga, konstelasi Canopus (α Carina) yang mewakili wilayah Goiás. Keempat, konstelasi Spica (α Virgo) yang mewakili wilayah Pará. Konstelasi kelima adalah Hydra yang terdiri dari dua bintang dengan bintang terbesar, yaitu Alpha.
Wilayah yang direpresentasikan oleh konstelasi ini adalah Mato Grosso do Sul (Alphard) dan Acre (Gamma Hydrae).
Selanjutnya yang keenam ada konstelasi Crux Australis dengan lima bintang dan bintang terbesarnya adalah Alpha Crucis. Konstelasi ini mewakili wilayah São Paulo (Alpha Crucis/Acrux), Rio de Janeiro (Mimosa), Bahia (Gacrux), Minas Gerais (Imai), dan Espírito Santo (Ginan).
Konstelasi ketujuh, Sigma Octantis (σ Octantis, bintang kutub selatan) yang melambangkan wilayah Distrik Federal Brasilia (Polaris Australis).
Selanjutnya konstelasi kedelapan, Triangulum Australe dengan tiga bintang. Konstelasi ini merepresentasikan wilayah Rio Grande do Sul (Atria), Santa Catarina (Beta), dan Paraná (Gamma). Terakhir, yakni konstelasi kesembilan, Skorpio memiliki delapan bintang dengan bintang terbesar yang disebut Antares.
Konstelasi satu ini mewakili wilayah Piauí (Antares), Maranhão (Graffias), Ceará (Larawag), Alagoas (Sargas), Sergipe (Iota Scorpii), Paraiba (Kappa Scorpii), Rio Grande do Norte (Shaula), Pernambuco (Xamidimura & Pipirima).
Baca Juga: Pertempuran Acosta Nu, Ketika Pasukan Aliansi Brazil & Argentina Membantai Pasukan Anak Paraguay
Motto
Motto Nasional yang tertulis dalam bendara Brasil “ORDEM E PROGRESSO” yang dalam bahasa Portugis artinya “Keteraturan dan Kemajuan”. Semboyan ini mengambil sebuah frasa dari seorang filsuf positivis Perancis Auguste Comte yang dikagumi oleh pengguling monarki.
Frasa lebih lengkapnya berbunyi “Cinta sebagai prinsip, ketertiban sebagai dasar, dan kemajuan sebagai tujuan”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Streetsmart Brazil