Kamis, 29 DESEMBER 2022 • 17:04 WIB

Kisah dr. Poch Dipercaya Sebagai Adolf Hitler, Kabur ke Indonesia Nikahi Wanita Sunda

Author

Adolf Hitler (kiri) dan dr. Georg Anton Pöch (kanan). (Foto/Peter Lavenda)

INDOZONE.ID - Georg Anton Pöch atau yang lebih dikenal dengan sebutan dr. Pöch dipercaya sebagai pemimpin tertinggi Nazi yang melarikan diri ke Indonesia. Berita ini sempat menjadi topik hangat di tahun 80an di tanah air.

Saat dia bekerja sebagai dokter di Sumbawa, banyak yang mengira dia sebagai Adolf Hitler karena perangainya yang memiliki ciri-ciri sebagai sosok yang paling bertanggung jawab dalam perang dunia kedua.

Kisah dr. Pöch yang dikira sebagai Adolf Hitler awalnya didokumentasikan oleh dr. Sosro Husodo sebelum akhirnya banyak disebarluaskan ke media massa.

"Cerita tersebut muncul pada tahun 1980-an, dalam sebuah artikel majalah lokal yang ditulis oleh seorang dokter Indonesia. Dokter tersebut mengaku pernah bertemu dengan orang asing ini bernama Georg Anton Pöch pada tahun 1960-an ," tulis Peter Levenda dalam bukunya 'Rute Pelarian Mata-mata Soviet Fasis Nazi dan Hilangnya Adolf Hitler' seperti yang dikutip Indozone, Kamis (29/12/2022).

Saat berada Indonesia dr. Pöch menjalankan sebuah klinik di pulau terpencil Sumbawa. Dia menikahi seorang perempuan berdarah Sunda bernama Sulaesih.

Baca Juga: Mengenal Martin Bormann, Sekretaris Pribadi Adolf Hitler Sekaligus Pemimpin De Facto Jerman pada Masa Perang Dunia II

dr. Poch saat bersama istrinya asal sunda bernama Sulaesih. (Ist)

 

Dalam tulisannya, dr Ponch tinggal bersama istrinya, orang asing kulit putih lainnya. dr. Sosrohusodo curiga terhadap mereka.

"Mereka tampaknya tidak memiliki pengetahuan medis yang nyata, namun mereka menjalankan klinik di pulau terpencil ini, jauh di timur Bali, di sisi lain Lombok," katanya.

Berdasarkan dokumen paspornya saat masuk Indonesia, dia dipanggil dengan nama Pöch, seorang warga negara Jerman dengan nomor paspor 2624/51 yang dikeluarkan di Roma pada 28 September 1951 dan berlaku hingga 27 September 1956. Tempat lahirnya terdaftar sebagai Przemysl, dan tahun lahir adalah 1895. Orang tuanya adalah Josef dan Emma Pöch, keduanya sudah meninggal.

Baca Juga: Teori Konspirasi Adolf Hitler, Pemimpin Nazi Jerman yang Masuk Islam dan Meninggal di Sumbawa

Dia mendapatkan Kewarganegaraan Indonesia-nya pada 20 Desember 1967 memuat nama lengkapnya sebagai “Dr. Kedokteran Georg Anton Pöch” dengan ulang tahun 1 November 1895, lahir di Przemysl, Austria.

Penulis buku tentang Pöch berjudul "Hitler Mati di Indonesia" mengklaim bahwa penyebutan Przemysl berada di Austria merupakan indikasi bahwa Pöch berbohong tentang identitasnya karena kota tersebut berada di Polandia.

Sebenarnya, pada tahun 1895 (ketika Pöch menyatakan dia lahir) Przemysl memang bagian dari Austria dan tetap demikian sampai setelah Perang Dunia Pertama ketika Kekaisaran Austro-Hungaria dibubarkan.

Namun, tampaknya Pöch tidak dapat mengklaim kewarganegaraan Jerman dalam hal apa pun dianggap tipuan, kecuali dia pernah menjadi anggota SS atau Partai Nazi, dalam hal ini, di bawah aturan Reich Ketiga, kewarganegaraan Jermannya akan otomatis dan dia akan ditangkap, interogasi, dan kemungkinan penuntutan.

dr. Poch saat bersama kolega Indonesia dan istrinya asal sunda bernama Sulaesih. (Ist)

 

Selanjutnya, berdasarkan bukti disampaikan Dr. Sosro Husodo, Pöch sama sekali tidak memiliki pendidikan kedokteran, namun ia terdaftar sebagai Doktor Kedokteran dalam dokumen kewarganegaraannya.

Bahkan, saat Dr. Sosro bertemu dengannya pada tahun 1960 di pulau terpencil Sumbawa, disebutkan Pöch menjalankan rumah sakit terbesar di pulau itu. Dikenal sebagai "dokter Jerman", dia dianggap aneh: orang yang serius, yang tampaknya memiliki latar belakang atau pelatihan militer, dia energik, mendominasi, dan tidak sabar.

Baca Juga: Operasi Valkyrie: Percobaan Berani untuk Membunuh Hitler dan Menggulingkan Rezim Nazi

Mengenakan jas putih profesi sebagai dokter, dia kerap mendatangi rumah warga atau bahkan kadang-kadang membagikan obat-obatan gratis bagi mereka yang membutuhkan.

Namun, dia tidak dekat dengan siapa pun dan menjauh dari kunjungan sosial umum. Sementara dia menghadiri acara formal yang berhubungan dengan rumah sakit, dia menghindari kontak dekat dengan orang Indonesia itu sendiri.

dr Poch kemudian meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di RS Karang Menjangan, Surabaya dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya.

Inti dari cerita ini Peter Levenda dalam bukunya mengatakan dr Poch yang dinilai sebagai orang asing misterius itu tidak lain adalah ikon kejahatan abad ke-20: Adolf Hitler, sang Fuhrer sendiri.

Meskipun banyak yang mempercayai dirinya adalah Hitl?r dengan ciri khas kumis kecilnya, tetapi terdapat perbedaan mendasar di antara keduanya seperti perbedaan bentuk dahi dan rambut serta bentuk telinga.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU