Kamis, 24 NOVEMBER 2022 • 09:54 WIB

Ada Lagi Pekerjaan Aneh di Romawi, Pencicip Makanan yang Penuh Suka dan Duka

Author

Ilustrasi profesi pencicip makanan. (Ancient Origins)

Di zaman Romawi banyak pekerjaan aneh yang dilakukan orang untuk mendapatkan uang. Selain yang telah diinformasikan oleh INDOZONE, terdapat profesi lainnya yakni pencicip makanan. 

Menjadi pencicip makanan di Romawi ternyata memiliki pahit manisnya menjalani profesi tersebut. Salah satunya menjadi orang yang dipercayai kaisar untuk soal makanan. 

Baca Juga: Bentuk Pengamanan Adolf Hitler, Makanan yang Akan Disajikan Dicicipi Terlebih Dahulu!

Dikutip dari Ancient Origins, profesi pencicip makanan sudah ada sejak tahun 331 Sebelum Masehi lantaran adanya kasus keracunan yang menyita perhatian publik di Roma. 

Diduga racun ini dimasukkan ke dalam makanan, yang mana dimaksudkan untuk membunuh seseorang secara sengaja. Oleh karena itu, diberlakukanlah profesi menjadi pencicip makanan yang bertugas akan mencoba memakan makanan kaisar sebelum dinikmati oleh pemimpin negeri tersebut. 

Pencicip makanan profesional ini disebut sebagai sang praegustator. Mereka akan menjalankan tugasnya ketika kaisar berada di luar daerah atau bahkan dijamu makanan oleh pelayan. 

Kesempatan mereka untuk menikmati makanan enak sangatlah besar, namun yang terparahnya mereka cenderung menerima dampak bahaya jika makanan tersebut benar-benar memiliki kandungan racun. 

Baca Juga: Difitnah Inses dengan Sang Ibu, Kaisar Romawi Tega Membunuh hingga Membakar Roma

Pekerjaan pengecap racun kekaisaran menjadi lebih aneh setidaknya di bawah pemerintahan Nero. Atas titah Kaisar Nero, seorang praegustator bisa berubah menjadi peracun kekaisaran.

Bersama ibunya Agrippina, Nero menggunakan jasa peracun terampil Locusta untuk menyingkirkan musuh-musuh mereka. Di antara dugaan korbannya adalah kaisar Claudius (laporan lain menunjukkan dia diracuni oleh praegustatornya sendiri) dan saudara tiri Nero, sekaligus putra Claudius, Britannicus.

Artikel Menarik Lainnya: 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU