Jumat, 16 OKTOBER 2020 • 15:00 WIB

Fenomena Serangan Belalang yang Sebabkan Malapetaka Bagi Negara Miskin

Author

Ilustrasi serangan belalang gurun. (@NorbertElekes/Twitter/swarajyamag)

Serangan belalang telah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan, terutama di negara-negara miskin. 

Satu belalang rakus mungkin tidak akan menjadi masalah bagi manusia namun serangan belalang melibatkan ribuan bahkan jutaan belalang hingga menciptakan kekuatan dan malapetaka. 

Belalang gurun adalah jenis serangga yang paling sering bermigrasi dan menyebabkan kerusakan. 

Belalang gurun merupakan bagian dari komunitas belalang yang paling berbahaya di dunia. 

Serangan Belalang di Jaipur pada Mei 2020. (theprint.in)

Mereka berbeda dari belalang biasa karena dapat mengubah perilaku dan kebiasaan mereka serta bermigrasi dalam jarak yang jauh.

Memiliki dua kaki belakang yang besar, serangga ini bergerak dalam kelompok besar dan memakan tanaman hingga sama dengan berat badan sendiri yaitu 2 gram, setiap harinya. 

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, ukuran kawanan belalang dapat bervariasi hingga satu kilometer persegi dan berisi hingga 80 juta belalang, yang dapat memakan makanan hingga 35.000 orang dalam satu hari.

Para petani selalu menjadi pihak yang menerima bencana ini dan yang paling menderita dalam serangan belalang. 

Ilustrasi serangan belalangan gurun. (Saddam Hussain/outlookindia)

Belalang-belalang ini berkumpul dalam musim kemarau untuk memakan vegetasi yang sangat besar dalam beberapa hari dan berkembang biak dengan cepat selama musim hujan.

Belalang gurun umumnya berasal dari negara-negara Afrika dan Semenanjung Arab. Kemudian bermigrasi ke Iran, Pakistan dan India untuk mencari tanaman hijau dan kelembaban. 

Sejumlah negara yang telah menjadi korban dari penyerangan belalang gurun ini di antaranya Ethiopia , Eritrea , Somalia , Kenya , Arab Saudi , Yaman , Mesir , Oman , Iran , India dan Pakistan. 

Sementara negara Amerika Serikat yang mengalaminya di tahun ini antara lain Paraguay dan Argentina. 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU