Jumat, 04 SEPTEMBER 2020 • 12:00 WIB

Ini yang Terjadi pada Otak saat Petinju Terkena Pukulan di Wajah dan K.O

Author

Ilustrasi petinju. (Flickr/Jaime Nicolau)

Dalam pertandingan tinju kedua pemain dalam banyak kesempatan berusaha melakukan pukulan di sekitar wajah lawan yang dapat menyebabkan lawan pusing hingga pingsan di tempat atau k.o (knock out). 

Mengapa seseorang dapat pingsan atau k.o ketika mendapatkan pulukan? Hal itu terjadi jika seseorang tersebut mengalami gegar otak. 

Apa itu gegar otak?

Seperti namanya, gegar otak adalah kondisi dimana otak bergetar di dalam tengkorak. 

Otak yang lembut dan sensitif dilapisi dengan arteri, vena, dan saraf di dalam tengkorak kepala yang kokoh. 

Otak dilindungi oleh tengkorak dan cairan serebrospinal yang mencegah otak menyentuh tengkorak.

Ilustrasi petinju. (Flickr/Ord)

Jika mendapatkan serangan cukup keras, maka otak akan membentur tengkorak pelindung sehingga menyebabkan trauma pada otak. 

Otak kemudian membentur dinding tengkorak, memar otak, lalu memantul kembali, menyebabkan otak menyimpang di dalam tengkorak. 

Semua efek ini merusak sel-sel otak, mengganggu neurotransmitter dan membebani sistem, menyebabkan kelumpuhan dan 'mati'.

Saat mendapat pukulan keras di dagu saja akan menyebabkan kekuatan luar biasa di otak dan inilah mengapa petinju sering pingsan dan jatuh di tempat. 

Menurut para ahli, dalam kebanyakan kasus, ini akan berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan kemudian secara bertahap pulih tanpa cedera serius.

Tapi jika tidak beruntung gegar otak dapat menyebabkan pendarahan otak yang berujung pada kematian. 

Biasanya area yang paling mungkin menyebabkan gegar otak antara lain dagu, di belakang telinga atau bagian belakang leher, yang akan membuat kamu pusing dan pingsan.

Efek yang paling cepat dari gegar otak seseorang akan normal kembali setelah pingsan. Namun sebagian akan memiliki gejala sakit kepala, pusing hingga hilang ingatan sementara. Tapi trauma setelahnya bisa menyebabkan gejala depresi, kecemasan, perubahan kepribadian dan pendarahan otak. 

Singkatnya, semakin pendek masa pemulihan setelah pingsan, semakin kecil kemungkinan gejalanya parah. Sebab itu lindungi diri kalian dan bagian tubuh yang bisa menyebabkan gegar otak.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU