Niatnya Tutup Kasus Roswell, Dokumen Rahasia Militer AS Justru Buka Misteri Baru Penampakan UFO Segitiga
INDOZONE.ID - Tepat 29 tahun yang lalu, pada 24 Juni 1997, Pemerintah Amerika Serikat merilis sebuah laporan tebal berisi 231 halaman. Tujuannya cuma satu yaitu menyetop segala perdebatan dan teori konspirasi soal insiden UFO Roswell yang legendaris itu.
Dokumen berjudul “The Roswell Report, Case Closed” tersebut menegaskan kalau sama sekali tidak ada bukti kehidupan makhluk luar angkasa alias alien yang ditemukan di New Mexico pada tahun 1947 silam. Tapi pertanyaannya, apakah dokumen itu berhasil bikin publik percaya? Bukannya meredam suasana, Pentagon puluhan tahun kemudian justru kembali membuka keran rahasia baru yang bikin heboh dunia.
Flashback Kasus Roswell 1997: Katanya Sih Cuma Manekin
Melansir arsip History, masyarakat AS memang sudah telanjur penasaran setengah mati sama Unidentified Flying Objects (UFO) sejak tahun 1940-an. Kota Roswell mendadak jadi buah bibir setelah seorang mandor peternakan bernama W.W. Brazel menemukan serpihan material berkilau yang aneh banget pada Juli 1947.
Awalnya, pangkalan militer setempat sempat bikin pengumuman heboh kalau mereka menemukan piring terbang. Tapi tidak lama setelah itu, ucapan tersebut langsung diralat. Mereka mengklaim kalau objek itu cuma balon cuaca yang jatuh.
Baca juga: Alien 'Akan' Terungkap? Trump Perintahkan Publikasi File UFO Pemerintah AS
Karena plin-plan, publik mulai curiga sejak tahun 1970-an dan muncullah teori konspirasi kalau pemerintah menyembunyikan jasad alien di Area 51, Nevada. Demi menepis gosip itu, Angkatan Udara AS sampai merilis laporan 1.000 halaman pada 1994 yang menyebut objek itu adalah bagian dari eksperimen rahasia untuk memata-matai uji nuklir Uni Soviet.
Tiga tahun kemudian, lewat laporan final tahun 1997, mereka menegaskan lagi kalau jasad alien yang heboh dibicarakan sebenarnya cuma manekin percobaan untuk uji coba parasut. Alih-alih percaya, para pencinta UFO (ufolog) malah makin skeptis, dan kota Roswell justru sukses berubah jadi pusat wisata UFO global sampai detik ini.
Babak Baru Mei 2026: Donald Trump Perintahkan Bongkar Berkas Rahasia
Maju ke Mei 2026, misteri makhluk asing ini malah makin panas. Laporan dari BBC mengungkapkan kalau Pentagon baru saja merilis puluhan berkas UFO yang mencatat penampakan bola cahaya, piringan cakram, hingga bola api selama 80 tahun terakhir.
Perilisan massal ini merupakan gelombang kedua yang diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada tahun 2026, setelah sebelumnya 161 berkas pertama sudah dibuka pada 8 Mei lalu. Pentagon juga berjanji bakal terus membuka dokumen-dokumen rahasia lainnya secara bertahap.
Di antara berkas yang bocor, ada catatan dari Armed Forces Special Weapons Program tahun 1948–1950 yang merekam 209 penampakan objek aneh, yang sekarang resmi disebut pemerintah sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).
Salah satu kesaksian paling segar datang dari perwira intelijen senior AS pada tahun 2025 lalu. Saat naik helikopter militer di wilayah barat AS, dia melihat sendiri kawanan bola oranye terbang cepat membentuk formasi segitiga sebelum akhirnya menghilang misterius.
"Bentuknya oval, warnanya oranye dengan bagian tengah putih atau kuning, dan cahayanya memancar ke segala arah," tulis laporan perwira tersebut.
Meski dokumen terbaru ini menyertakan 51 video inframerah militer berpiksel rendah, Pentagon tetap menegaskan kalau berkas-berkas tersebut belum bisa jadi bukti kuat soal adanya teknologi alien.
Baca juga: Donald Trump Janji Bakal Bocorkan Tentang UFO dan Berkas Kennedy Jika Terpilih Jadi Presiden
Kata Sains: Antara Drone Komersial dan Petir Bola
Di sisi lain, sains punya jawaban yang lebih membumi. Menurut laporan BBC Science Focus, penampakan bola cahaya oranye-merah yang sempat bikin panik warga New Jersey sepanjang Desember 2024 lalu ternyata bukan pesawat alien, melainkan cuma drone komersial yang diterbangkan oleh warga sipil.
Selain drone, para ilmuwan juga sering mengaitkan UFO dengan fenomena alam langka bernama petir bola (ball lightning). Fenomena listrik di atmosfer ini sudah sering dilaporkan sejak zaman Perang Dunia II oleh para pilot pesawat tempur yang menjulukinya sebagai foo fighters.
Pada tahun 2024, para peneliti dari University of California, University of Arizona, dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics membagikan teori mereka di Journal of Modern Physics. Mereka menduga kalau foo fighters kemungkinan besar adalah gumpalan plasma di lapisan termosfer bumi, sekitar 90 hingga 600 kilometer di atas permukaan laut.
Prof Ursel Fantz dari Max Planck Institute of Plasma Physics menjelaskan kalau plasma terbentuk saat gas dipanaskan dengan suhu super tinggi hingga terionisasi dan bereaksi terhadap medan listrik atau magnet. Malahan, penelitian ilmuwan di Northwestern Normal University China pada 2014 menunjukkan kalau petir bola bisa tercipta saat sambaran kilat biasa menguapkan mineral tanah seperti besi, silikon, dan kalsium secara instan.
Meskipun banyak penampakan yang akhirnya bisa dijelaskan secara masuk akal, laporan dari komite independen NASA pada 2022 tetap menyisakan ruang misteri. Mereka menyebutkan bahwa meski mayoritas laporan UAP adalah fenomena cuaca atau alam, kemungkinan-kemungkinan fiksi ilmiah lainnya masih belum bisa dicoret 100 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic