Minggu, 11 JANUARI 2026 • 19:20 WIB

Tahun Kuda Api 2026 Datang, Ini Mitos Kekacauan dan Jejak Ketakutan yang Kembali Setelah 6 Dekade

Author

Warna keberuntungan di tahun kuda api (Freepik)

INDOZONE.ID - Pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa pada Selasa, 17 Februari 2026, memang masih beberapa pekan di depan mata. Namun, prediksinya sebagai Tahun Kuda Api telah membayangi masyarakat global. 

Ketakutan akan potensi tantangan yang dibawa oleh simbol zodiak ini mulai memicu diskusi serius di berbagai negara.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (11/1/2026), hadir sebagai fenomena langka dalam siklus 60 tahunan, Kuda Api sering kali diidentikkan dengan ramalan ketidakstabilan dalam astrologi Asia Timur. 

Dampaknya tidak bisa diremehkan. Pada siklus sebelumnya, kepercayaan ini terbukti mampu memengaruhi demografi secara signifikan, termasuk memicu penurunan angka kelahiran yang sangat tajam di Jepang.

Baca juga: Warna Pembawa Keberuntungan di Tahun Kuda Api 2026 Menurut Feng Shui, Apa Saja?

Periode 60 Tahun yang Dianggap Membawa Kekacauan

Di tengah antusiasme publik menyambut peluang di tahun 2026, horoskop Tiongkok membawa pesan peringatan yang patut dicermati. Transisi menuju Tahun Kuda Api yang jatuh pada 17 Februari mendatang, bukan sekadar pergantian kalender biasa.

Ini adalah kemunculan kembali siklus yang dianggap memiliki signifikansi besar dalam tatanan astrologi Asia Timur setiap enam dekade sekali.

"Siklus Kuda Api ini hanya terjadi setiap enam dekade dan diperingatkan membawa potensi kekacauan, serta merupakan salah satu peristiwa paling signifikan dalam 60 tahun," tulis Dailymail.

Peringatan ini bukan sekadar ramalan tanpa dasar. Di beberapa negara Asia Timur, khususnya Jepang, kepercayaan ini telah berakar kuat sebagai bagian dari tradisi turun-temurun.

Jepang dan Takhayul Hinoe-Uma

Masyarakat Jepang mengenal siklus ini sebagai era hinoe-uma, sebuah periode yang secara tradisional kerap diasosiasikan dengan nasib buruk, khususnya bagi anak perempuan. 

Begitu kuatnya stigma ini dalam tatanan sosial Jepang sehingga di masa lampau, banyak keluarga memilih untuk menunda kehamilan demi menghindari risiko masa depan yang dianggap tidak menguntungkan bagi anak mereka.

Bukti kekuatan tradisi ini tercermin jelas dalam sejarah kependudukan Jepang tahun 1966. Saat siklus hinoe-uma terakhir terjadi, angka kelahiran nasional merosot drastis akibat banyaknya keluarga yang memilih untuk tidak memiliki keturunan di tahun tersebut. 

Langkah preventif ini diambil demi memutus rantai ketakutan akan nasib buruk dan tekanan sosial, yang secara tradisional melekat pada anak yang lahir di tahun Kuda Api.

Legenda Tragis di Balik Mitos

Salah satu mitos yang paling mengundang ketakutan terkait Tahun Kuda Api adalah kepercayaan bahwa anak perempuan yang lahir pada tahun tersebut, memiliki sifat keras dan dipercaya membawa nasib buruk bagi pasangan hidupnya. 

Anggapan ini berakar dari kisah rakyat Jepang abad ke-17 tentang Yaoya Oshichi. Remaja perempuan yang lahir pada Tahun Kuda Api 1666 itu diceritakan jatuh cinta kepada seorang pria yang ditemuinya saat kebakaran melanda wilayah tempat tinggalnya.

Didorong oleh kerinduan yang besar, Oshichi nekat menyalakan api kembali dengan harapan dapat bertemu sang pujaan hati. Tindakannya tersebut kemudian dianggap sebagai kejahatan serius, hingga ia dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar di tiang pancang.

Stigma Mulai Memudar di Era Modern

Kekuatan mitos masa lalu kini mulai berhadapan dengan realitas modern yang rasional. Temuan Profesor Hiroyuki Yamada menegaskan bahwa stigma hinoe-uma sudah kehilangan taringnya dalam kehidupan rumah tangga masa kini. 

Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya pola pikir masyarakat. Keputusan untuk menikah atau memiliki keturunan kini lebih didorong oleh keinginan pribadi dan logika subjektif, bukan lagi oleh beban kepercayaan leluhur.

Baca juga: Warna Keberuntungan Tahun Kuda Api 2026 Menurut Feng Shui: Fakta dan Mitosnya

Astrolog Masih Beri Peringatan

Meskipun tekanan sosialnya kian menipis, para ahli astrologi modern tetap memberikan catatan khusus bagi tahun yang akan datang. 

Lisa Stardust, seorang astrolog ternama, memprediksi bahwa Tahun Kuda Api 2026 akan menjadi periode yang krusial bagi urusan asmara, meski penuh dengan dinamika yang tajam. 

Ia menyoroti fenomena mundurnya Venus di zodiak Scorpio dan Libra pada musim gugur mendatang, sebagai faktor yang dapat menggoyahkan stabilitas hubungan banyak pasangan.

"Ini akan menyulitkan untuk menemukan medium yang stabil dalam hubungan," kata Stardust.

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat secercah harapan yang dibawa tahun ini. Prediksi menunjukkan adanya pergeseran fokus global menuju pembentukan komunitas yang lebih altruistik dan saling peduli. 

Menariknya, jalinan persahabatan justru memiliki peluang emas untuk bertransformasi menjadi ikatan komitmen yang lebih kokoh dan bermakna mendalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daily Mail

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU