Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 FEBRUARI 2025 • 15:35 WIB

5 Mitos soal Kesehatan yang Banyak Dipercaya, tapi Salah Besar!

5 Mitos soal Kesehatan yang Banyak Dipercaya, tapi Salah Besar!Ilustrasi mitos soal kesehatan.

INDOZONE.ID - Mitos seringkali dianggap benar-benar terjadi oleh sebagian masyarakat. Bahkan, tidak jarang hadirnya mitos sudah mengganggu kenyamanan pribadi.

Bagi siapa yang tidak percaya pada suatu mitos yang sudah diyakini oleh banyak orang pun seringkali dianggap ketinggalan zaman atau bahkan mengabaikan nasehat orang tua.

Mitos juga diartikan sebagai sebuah kepercayaan yang memiliki dampak positif bagi siapa saja yang mempercayainya.

Di samping itu, mitos pun sering tersebar tanpa ada sumber yang jelas atau lebih dikenal dengan istilah "mulut ke mulut".

Baca Juga: Rahasia Ajian Rawa Rontek: Ilmu Kebatinan yang Bikin Pemiliknya Abadi, Fakta atau Mitos?

Mitos yang tidak bersumber inilah sering merugikan masyarakat. Seperti contohnya mitos pada kesehatan yang tidak jarang dipercayai oleh banyak orang.

Padahal faktanya, mempercayai mitos kesehatan tersebut hanya buang-buang waktu. Melakukan konsultasi bersama dokter secara langsung lebih tepat dibanding mempercayai mitos.

5 Mitos soal Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya

Untuk menghindari mitos yang berlebihan, berikut 5 mitos kesehatan yang masih dipercaya padahal salah.

1. Luka bakar diobati dengan Kompres Es

Faktanya, es yang mengandung suhu dingin tidak dianjurkan mengobati luka bakar dikarenakan efek rada dingin tersebut mampu merusak permukaan kulit.

Dianjurkan jika mendapati luka bakar, sebaiknya diberikan pertolongan pertama dengan air dingin yang mengalir selama beberapa menit, kemudian menoleskan salep antibiotik.

2. Mengkonsumsi MSG Sebabkan Kanker

MSG seringkali dinilai sebagai faktor penyakit yang timbul bagi sebagian masyarakat. Mulai dari kebodohan, sakit kepala, nyeri otot, hingga kanker.

Padahal faktanya hingga saat ini, peneliti belum menemukan bukti pasti bahwa MSG berdampak buruk bagi kesehatan. Selagi penggunaan MSG tidak melebihi batas konsumsi, dipastikan MSG masih layak dikonsumsi.

Bahkan, daripada memikirkan dampak buruk MSG, jauh lebih baik memikirkan gizi secara umum pada olahan makanan yang pada dasarnya tidak sehat dengan kandungan MSG.

3. Konsumsi Gula Jadi Faktor Diabetes

Pada dasarnya, gula bukan menjadi penyebab orang terkena diabetes. Bahkan gula memiliki ambang batas konsumsi per harinya bagi setiap orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gleneagles Hospital Singapore

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Mitos soal Kesehatan yang Banyak Dipercaya, tapi Salah Besar!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!