Ilustrasi masyarakat Romawi kuno. (Ancient Origins)
Di Indonesia terdapat banyak takhayul yang dipercayai hingga kini. Ternyata di bangsa Romawi kuno, takhayul juga menjadi hal yang amat mendapat perhatian dan dipercayai mampu membawa sial bagi mereka.
Takhayul yang dipercayai oleh bangsa Romawi bermula sejak pembunuhan Julius Caesar yang setelah kematiannya banyak peramal hingga orang-orang pintar memberikan peringatan.
Dikutip dari Ancient Origins, beberapa takhayul berikut sangat populer dipercayai oleh bangsa Romawi kuno. Apa saja ya?
Baca Juga: Punya Star Syndrome, Gladiator Flamma Justru Tak Mau Dibebaskan dari Perbudakan Romawi
Menggendong pengantin wanita melewati ambang pintu bagi bangsa Romawi kuno adalah pertanda nasib buruk yang akan menyambangi keduanya.
Konon, roh-roh pelindung rumah akan marah dan tidak akan melindungi penghuni rumah yang bakal membawa petaka bagi si pemilik rumah beserta keluarganya.
Romawi kuno memiliki batas kota yang dibatasi dengan sebidang tanah yang disebut "Pomerium". Bagi setiap masyarakat Romawi kuno, amat sangat dilarang melanggar batas kota tersebut lantaran dianggap sebagai pelanggaran serius bagi para dewa.
Melanggar 'pomerium' akan membawa nasib sial, dimana hal ini sudah pernah terjadi oleh Konsul Tiberius Gracchus. Akibat dirinya melewati batas kota tersebut, ia lupa mengambil alih kota yang berujung akan kegagalannya menyebabkan kematian mendadak seorang pejabat.
Bagi orang Romawi kuno, sisi kiri merupakan sisi kejahatan dalam hidup. Sehingga apabila terdapat hal-hal yang tak lazim dan dilakukan dengan sebelah kiri akan dianggap membawa sial.
Takhayul ini sebenarnya berasal dari bangsa Yunani kuno yang menganggap kiri sebagai sial menghasilkan pertanda buruk jika burung terbang ke kiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: