Seorang pendayung bernama Simon Hunt menemukan tulang paha manusia di dasar Sungai Thames, London, Inggris. Tulang tersebut diperkirakan berusia lebih dari 5.000 tahun, lebih tua dari lebih tua dari Stonehenge dan piramida Giza di Mesir.
Dilansir BBC World Service, Minggu (6/2/2022), Simon menemukan tulang berusia tua itu di saat Sungai Thames sedang surut. Saat itu, dia hendak naik ke perahunya, lalu dia melihat ada benda seperti tulang, lalu mengangkatnya dari dasar sungai.
"Tulang itu tampak tua, tetapi saya sedikit ragu bagaimana jika bukan," kata Simon kepada BBC dikutip Indozone.
"Saya tidak tau akan seperti apa sebuah tulang jika dia hanya berada di dalam air selama dua tahun, jadi bagaimana jika ini adalah sesuatu yang lebih mengerikan," lanjut dia.
Setelah mengangkat tulang dari dasar sungai yang sedang surut itu, dia memasukkan tulang ke dalam kantong plastik bening untuk dibawanya pulang. Kemudian dia menghubungi polisi untuk memberi tahu akan penemuan tulang itu.
Petugas polisi mengirim tulang tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pengujian dan hasilnya akan keluar dalam beberapa bulan ke depan.
"Mereka berkata kepada saya bahwa tulang itu sudah tua dan meminta saya untuk menebak berapa usianya. Kerangka acuan yang jelas bagi saya untuk hal-hal tua adalah sekitar abada pertengahan, tapi saya keliru," kata dia.
Seorang arkeologi memperkirakan bahwa tulang paha itu berasal dari seseorang yang hidup di akhir periode Neolitik alias akhir Zaman Batu. Diperkirakan tinggi orang pemilik tulang itu sekitar 170 cm berdasarkan panjang tulang femurnya.
Dengan penanggalan di antara tahun 3516 dan 3365 SM, maka tulang tersebut lebih tua dari Stonehenge di Inggris dan Piramida Giza di Mesir.
"Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa mereka pikir aneh bahwa saya menemukannya di London, tetapi kita harus ingat tidak ada London saat itu," kata Simon.
"Saya pikir itu pasti di lumpur atau sesuatu, karena sangat terpelihara dengan baik dan kemudian terganggu dan menemukan jalannya ke saya di Sungai," lanjut dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: