Susu. (photo/Ilustrasi/Pexels/ROMAN ODINTSOV)
Susu sendiri mengandung gizi yang sangat baik pada tubuh. Tetapi, susu segar harus segera diproses agar dapat dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat. Terdapat berbagai macam jenis susu yang dapat dikonsumsi sebagai tambahan asupan gizi setiap harinya.
Masyarakat biasanya mengonsumsi susu bubuk dan cair usai pengolahan dengan suhu tinggi. Susu cair sendiri dikelompokkkan dalam susu UHT dan susu pasteurisasi sesuai dengan cara pemrosesan.
Kepala Divisi Teknoloogi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Epi Taufik mengatakan bahwa susu UHT adalah susu yang dipanaskan dalam suhu 140 derajat Celcius selama 1-2 detik. Hal ini berguna untuk membunuh patogen yang ada di dalamnya.
“Karena dia steril, dia sering disimpan di rak tanpa pendingin di supermarket,” ungkapnya, melansir laman resmi IPB.
Di sisi lain, susu pasteurisasi, menurut laman resmi Frisian Flag, merupakan proses pemanasan pada susu segar sebelum susu tersebut siap untuk dikonsumsi. Susu pun dipanaskan dengan suhu 30-60 derajat Celcius selama kurang lebih 30 menit. Pemanasan susu itu tidak merusak gizi yang ada di dalamnya dan justru dapat membunuh bakteri dan virus di dalamnya.
Selain itu, susu UHT dinilai lebih steril dari susu pasteurisasi karena semua bakteri dapat langsung dimusnahkan. Masih terdapat bakteri yang tersisa di susu pasteurisasi, tetapi bukan jadi jenis yang menyebabkan penyakit berbahaya.
Kandungan gizi dalam kedua susu tidaklah banyak alami perubahan, terutama dalam susu pasteurisasi sehingga membuatnya lebih kental dan kuat. Proses pemanasan susu sendiri mengakibatkan fortifikasi, proses penambahan mikronutrien atau vitaman dan unsur renik, seperti kandungan vitamin D.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: