INDOZONE.ID - Astrologi selalu jadi bahan perdebatan panas. Di satu sisi, banyak orang masih setia membaca ramalan zodiak setiap hari — dari cinta, karir, sampai keuangan.
Tapi disisi lain, sains punya cerita berbeda yang bikin semua ini terdengar kurang akurat.
Pertanyaannya sederhana tapi cukup mengganggu: apakah zodiak benar-benar sesuai dengan langit yang kita lihat sekarang?
Baca juga: 5 Arti Mimpi Keracunan Makanan Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
Dalam dunia astrologi, zodiak dipercaya bisa menggambarkan karakter seseorang berdasarkan posisi bintang saat ia lahir.
Aries disebut berani, Virgo perfeksionis, Pisces emosional — dan seterusnya. Banyak orang merasa “relate” dengan deskripsi ini, bahkan menjadikannya panduan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Di era media sosial, konten zodiak justru makin viral. Ramalan singkat yang terasa “personal” sering dianggap akurat karena cocok dengan pengalaman banyak orang. Tapi disinilah sains mulai angkat suara!
Baca juga: Mengenal Zodiak Taurus: Si Banteng yang Setia dan Teguh Pendirian
Menurut penjelasan astronomi, sistem zodiak yang kita kenal sekarang sebenarnya berasal dari pengamatan langit sekitar 600 SM.
Masalahnya, posisi bintang tidak pernah benar-benar tetap.
Bumi mengalami pergerakan lambat seperti “goyangan” saat berputar, yang disebut presesi. Efek ini membuat posisi rasi bintang bergeser dari waktu ke waktu.
Hasilnya? Susunan zodiak yang dipakai sekarang sudah bergeser sekitar 1 bulan dibanding posisi aslinya di masa lalu.
Ini artinya, tanggal zodiak yang sering kita lihat di internet sebenarnya tidak lagi sesuai dengan posisi bintang saat ini.
Baca juga: Ramalan Zodiak Taurus 2026: Saatnya Tinggalkan Mode Bertahan Hidup!
Kalau kamu pikir zodiak hanya 12, sains punya kejutan lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com