INDOZONE.ID - Salah satu tradisi yang sering kali dilakukan di Indonesia adalah ziarah kubur wali. Maksud wali di sini adalah orang-orang pilihan Allah SWT yang memiliki karamah dan keistimewaan dalam menyebarluaskan Islam.
Mengutip dari buku Panduan Wisata Religi Ziarah Wali Sanga Susunan I karya Rofi'ie da Ariniro, contoh dari para wali adalah Wali Songo. Mereka memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Dalam Islam, ziarah kubur diizinkan dan hukumnya adalah sunnah. Dengan berziarah kubur, maka seseorang akan mengenang betapa pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak.
Baca juga: Teori Masuknya Islam ke Indonesia, Lengkap Dari Gujarat hingga Persia!
Dalil terkait ziarah kubur mengarah pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,
"Sesungguhnya, aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan." (HR Muslim dan Abu Dawud)
Ziarah wali dapat diartikan sebagai kunjungan ke makam atau tempat yang dianggap suci yang berhubungan dengan para wali Allah, yakni orang-orang yang dipercaya memiliki kedekatan khusus dengan Allah SWT.
Praktik ini tidak hanya sekadar mengunjungi makam, namun juga merupakan upaya untuk menghormati, mengingat, dan mengambil pelajaran dari kehidupan para wali tersebut.
Dalam ajaran Islam, wali adalah seseorang yang memiliki tingkat ketakwaan dan keilmuan yang tinggi, serta dianggap memiliki karomah atau keistimewaan spiritual.
Ziarah ke makam para wali ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi keagamaan di berbagai belahan dunia Muslim, termasuk Indonesia yang terkenal dengan Wali Songonya.
Selain itu juga penting untuk dipahami bahwa ziarah wali bukanlah bentuk penyembahan terhadap makam atau individu yang sudah meninggal.
Sebaliknya, ini adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengambil inspirasi dari kehidupan orang-orang saleh yang telah mendahului kita.
Niat ziarah makam wali adalah ibadah mencari rida Allah SWT, mengambil pelajaran (ibrah) terkait kematian, serta menghormati perjuangan para waliyullah dalam menyebarkan Islam.
Kemudian, tujuan utama ziarah wali dapat dibagi menjadi beberapa aspek, yakni sebagai berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NU Online