Rabu, 22 JULI 2026 • 20:48 WIB

Benarkah Manusia Bisa Hidup sampai 300 Tahun? Ini Fakta Menurut Para Penelitian!

Author

Ilustrasi manusia tua. (Magnific.)

INDOZONE.ID - Kisah manusia yang bisa hidup 300 tahunan memang sudah sering terdengar ya. 

Kisah tersebut biasanya ada dalam cerita yunani kuno dari berbagai peradaban.

Nah dari kisah tersebut beberapa masyarakat percaya bahwa manusia bisa hidup sampai 300 tahun.

Namun ada juga yang berpedapat bahwa hal ini tidak mungkin terjadi.

Lantas bagaimana para ilmuwan menjelaskan kisah tersebut? Berikut penjelasannya:

Awal Mula Klaim Manusia Bisa Hidup 300 Tahun

Teori manusia bisa hidup hingga 300 tahun muncul dari beberapa anggapan bahwa berbagai budaya kuno memiliki cerita serupa tentang manusia berumur ratusan tahun.

Dalam tersebut tersebut kisah dari Cina lalu India hingga Afrika dianggap terlalu mirip untuk disebut kebetulan.

Kesamaan angka umur panjang itu kemudian dijadikan dasar dugaan bahwa cerita tersebut bukan mitos melainkan kenyataan yang sengaja disembunyikan.

Namun kemiripan cerita dari berbagai budaya belum cukup menjadi bukti bahwa manusia benar-benar pernah hidup selama 300 tahun.

Alasan Manusia Tidak Bisa  Hidup 300 Tahun

Tubuh manusia memang memiliki kemampuan untuk memperbaiki DNA dan mengganti sel yang rusak tetapi proses tersebut punya batasnya. 

Seiring bertambahnya usia kerusakan DNA terus menumpuk lalu telomer atau bagian pelindung di ujung kromosom yang menjaga DNA agar tidak mudah rusak saat sel membelah, bisa  memendek dan sel-sel tua semakin banyak sehingga fungsi jaringan serta organ perlahan menurun.

Kondisi inilah yang meningkatkan risiko berbagai penyakit dan membuat tubuh semakin sulit mempertahankan fungsi normalnya.

Hingga saat ini usia manusia terpanjang yang berhasil diverifikasi hanya mencapai 122 tahun 164 hari. 

Jadi klaim manusia pernah hidup selama 300 tahun belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Faktor Manusia Dahulu Bisa Hidup 300 Tahun

Kisah manusia berusia ratusan tahun banyak ditemukan dalam naskah kuno.

Namun angka tersebut belum tentu menunjukkan usia biologis seperti yang kita pahami sekarang.

Berikut beberapa alasan yang diduga melatarbelakangi munculnya cerita tersebut.

Perbedaan cara menghitung waktu

Masyarakat kuno belum menggunakan kalender 365 hari seperti sekarang.

Sebagian peradaban menghitung waktu berdasarkan siklus bulan atau pergantian musim sehingga istilah “tahun” bisa memiliki durasi berbeda.

Baca juga: 7 Kata dari Mitologi Yunani yang Digunakan Sampai Saat Ini, Ternyata Punya Kisah Unik!

Oleh karena itu angka usia dalam naskah kuno mungkin berubah sangat besar ketika diterjemahkan ke sistem kalender modern.

Penggunaan sistem bilangan yang berbeda

Bangsa Sumeria menggunakan sistem bilangan berbasis 60 dan bukan berbasis 10 seperti yang umum digunakan saat ini.

Mereka mengenal satuan besar seperti 60 lalu 600 hingga 3.600 untuk mencatat waktu dan masa pemerintahan.

Perbedaan sistem tersebutlah dapat menimbulkan kesalahan penafsiran atau penggelembungan angka saat naskah diterjemahkan oleh generasi berikutnya.

Angka digunakan sebagai simbol

Dalam banyak budaya kuno angka tidak selalu dipakai untuk mencatat jumlah secara harfiah.

Usia yang sangat panjang bisa melambangkan kesucian lalu kebijaksanaan atau kedekatan seorang tokoh dengan kekuatan ilahi.

Baca juga: Cerberus Punya Berapa Kepala? Sosok Anjing Penjaga Alam Baka yang Paling Ditakuti dalam Mitologi Yunani

Semakin tinggi usia yang ditulis maka semakin besar pula kehormatan yang ingin diberikan kepada tokoh tersebut.

Gambaran tentang masa keemasan

Umur atau masa pemerintahan yang sangat panjang juga dapat menjadi simbol zaman yang damai dan makmur.

Oleh arena itu angka 300 tahun lebih mungkin menjadi ekspresi budaya daripada catatan medis manusia pada masa lalu.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Guinnessworldrecords.com, Nationalgeographic.grid.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU