Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 MARET 2026 • 15:05 WIB

Tata Cara Mengubur Ari-ari Adat Jawa, Posisi dan Isian Kendil

Tata Cara Mengubur Ari-ari Adat Jawa, Posisi dan Isian KendilIlustrasi. Tata Cara Mengubur Ari-ari Adat Jawa, Posisi dan Isian Kendil (Freepik)

INDOZONE.ID - Kelahiran seorang buah hati tentu menjadi momen magis yang dinantikan oleh setiap pasangan. Di balik tangis bahagia menyambut kehidupan baru, terdapat satu ritual sakral yang menanti sang ayah, yakni mengurus plasenta atau ari-ari bayi. Bagi masyarakat modern di berbagai belahan dunia, ari-ari mungkin hanya dianggap sebagai limbah medis purnakelahiran. 

Namun, di Nusantara khususnya dalam kebudayaan Jawa, ari-ari diyakini sebagai "saudara kandung" tak kasat mata (pancer) yang telah menemani dan menjaga janin selama 9 bulan di dalam rahim ibu. Oleh sebab itu, pelepasannya tidak boleh sembarangan. Mengetahui tata cara mengubur ari-ari adat Jawa bukan sekadar melestarikan warisan leluhur, melainkan bentuk penghormatan, tanggung jawab, dan doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang membumi.

Bagi Papa muda yang mungkin masih bingung bagaimana memulai tradisi ini, mari kita bedah secara tuntas panduan langkah demi langkah mengubur ari-ari sesuai pakem budaya Jawa yang dipadukan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Makna Filosofis Ari-ari dalam Kepercayaan Jawa

Dalam filosofi Jawa, ari-ari dikenal dengan sebutan Kakak Kawah Adik Ari-ari. Masyarakat Jawa memercayai bahwa ari-ari adalah saudara kembar spiritual yang akan terus mendampingi anak secara gaib sepanjang hidupnya.

Karenanya, organ yang bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin ini harus dirawat dan dikembalikan ke perut bumi dengan penuh tata krama. 

Proses penguburan ini secara simbolis menanamkan doa agar anak kelak memiliki akar yang kuat terhadap tanah kelahirannya, tidak lupa daratan, dan selalu terlindungi.

Cara Membersihkan dan Mencuci Ari-ari

Sebelum masuk ke tahap penguburan, ari-ari wajib disucikan terlebih dahulu. Tujuannya murni untuk kebersihan agar tidak menimbulkan bau busuk dan mengundang hewan liar. Berikut cara mencucinya:

  1. Siapkan Wadah Bersih: Tempatkan ari-ari di baskom atau wadah khusus yang belum pernah dipakai untuk hal-hal kotor.
  2. Gunakan Garam dan Asam Jawa: Gosok perlahan ari-ari menggunakan campuran garam kasar dan asam jawa. Bahan alami ini dipercaya sangat ampuh melarutkan sisa-sisa darah yang menempel dan menghilangkan bau anyir.
  3. Bilas dengan Air Mengalir: Bilas ari-ari di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih dari sisa darah.
  4. Perasan Jeruk Nipis (Opsional): Untuk memastikan aroma tidak sedap benar-benar hilang, Papa bisa memberikan sedikit perasan jeruk nipis atau lemon.
  5. Keringkan: Usap perlahan menggunakan kain atau lap bersih yang lembut hingga ari-ari agak mengering.

Apa Saja Isian Kendil untuk Mengubur Ari-ari?

Setelah dicuci bersih, ari-ari tidak langsung ditimbun tanah, melainkan dimasukkan ke dalam wadah gerabah tanah liat (kendi atau kendil). Menurut pakem adat Jawa, kendil ini akan diisi dengan beberapa ubarampe (perlengkapan) yang masing-masing sarat akan doa, harapan, dan mitos penolak bala:

  1. Daun Senthe atau Daun Talas
    Digunakan sebagai alas di dasar kendil. Daun ini melambangkan harapan agar anak tidak hanya mengejar hal-hal duniawi, melainkan tumbuh menjadi sosok yang peka dan mengayomi sesama (tidak egois).
  2. Kain Mori
    Ari-ari dibungkus dengan kain mori bersih sebelum dimasukkan ke kendil, melambangkan kesucian bayi yang baru lahir.
  3. Bumbu Dapur (Garam, Merica, Ketumbar)
    Dimasukkan sedikit sebagai simbol harapan agar anak kelak memiliki kehidupan yang "sedap", bermanfaat, dan tidak hambar.
  4. Jarum dan Benang
    Menyimbolkan pikiran yang tajam dan harapan agar kelak anak mampu "merajut" kehidupannya dengan baik, serta memiliki tali silaturahmi yang tidak mudah putus.
  5. Gunting atau Benda Tajam Kecil
    Secara tradisional dipercaya sebagai penolak bala untuk menjauhkan bayi dari gangguan gaib. Secara filosofis, melambangkan ketegasan anak untuk memisahkan hal yang baik dan buruk.
  6. Pensil dan Kertas/Buku
    Simbol harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berpendidikan, dan haus akan ilmu pengetahuan.
  7. Kembang Setaman
    Ditaburkan bunga 7 rupa di atas bungkusan kain putih menyimbolkan harapan agar nama baik anak akan selalu mengharumkan keluarga.

(Catatan Syariat: Dalam pandangan ulama Islam, memasukkan benda-benda yang masih memiliki nilai guna seperti koin, gunting, atau alat tulis ke dalam tanah dianggap sebagai tabdzir atau perbuatan mubazir. Oleh karena itu, bagi keluarga Muslim yang ingin sepenuhnya berpegang pada syariat tanpa campuran mitos, cukup membersihkan ari-ari dan membungkusnya dengan kain putih saja sebelum dikubur).

Lokasi Penguburan Ari-ari Berdasarkan Jenis Kelamin

Tata letak penguburan ari-ari tidak boleh asal gali. Masyarakat Jawa memiliki pedoman lokasi spesifik yang dikaitkan dengan letak pintu utama rumah dan jenis kelamin sang bayi:

Untuk Bayi Laki-Laki

Kendil ari-ari dikuburkan di sebelah kanan pintu utama rumah (jika dilihat dari dalam rumah menghadap ke luar). Posisi kanan melambangkan kekuatan, keberanian, dan harapan agar anak laki-laki kelak menjadi pemimpin keluarga yang tangguh.

Untuk Bayi Perempuan

Kendil ari-ari dikuburkan di sebelah kiri pintu utama rumah. Posisi kiri melambangkan kelembutan, kesabaran, dan harapan agar anak perempuan memiliki sifat yang mengayomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nu Online

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tata Cara Mengubur Ari-ari Adat Jawa, Posisi dan Isian Kendil

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!