INDOZONE.ID - Kamu pasti nggak akan nyangka kalau sebuah undangan hajatan misterius bisa mengubah hidupmu selamanya.
Begitulah yang dirasain Reza, kisah mistis ini dialami cowok muda yang mendadak dapat pesan singkat dari nomor asing, "Pulanglah. Hajatan besar akan segera dimulai. Keluargamu menunggumu."
Yuk simak kisah mistis hajatan gaib dilansir dari YouTube @CERITA HOROR selengkapnya!
Baca Juga: Kisah Mistis Menikahi Raja Ular: dari Hutan ke Istana Magis
Tanpa penjelasan siapa pengirimnya, pesan itu langsung bikin bulu kuduk Reza berdiri. Apalagi itu mengarah ke Desa Sumberjati kampung halamannya yang udah lima tahun nggak dia datengin, sejak ayahnya meninggal secara misterius.
Karena campur rasa bersalah dan penasaran, Reza akhirnya balik ke desa itu. Perjalanan 8 jam dengan medan berliku bikin suasana makin aneh.
Waktu nyampe di gerbang desa, hawa dingin dan kabut langsung menyelimuti. Rumah-rumah tua tertutup kain putih lusuh. Tapi yang bikin dada makin sesak, suara gamelan terdengar samar, tapi bukan dari satu arah.
Di rumah, ibunya menyambut dengan senyum aneh. Hangat, tapi matanya nyimpen sesuatu. “Kita senang kamu datang. Hajatan ini penting,” katanya.
Hajatan apa? Reza makin bingung waktu liat undangan yang ada di meja. Kertasnya kuning kekusaman, tulisannya aneh. Tapi ada kalimat jelas di bawah, “Untuk pernikahan yang melintasi dua dunia.”
Malamnya masih pada suasana hajatann gaib itu, keadaan makin creepy. Suara gamelan makin keras, berasal dari arah hutan.
Tiba-tiba, seorang pria tua bersorban datang nyodorin bungkusan kain merah ke Reza. “Kalau kamu mau selamat, jangan keluar rumah malam ini. Jangan noleh kalau ada suara manggil dari hutan,” bisiknya lalu menghilang begitu aja.
Baca Juga: Kisah Mistis Stasiun Gaib: Naik KRL Malam, Tiba-tiba Satu Gerbong Isinya Bayangan Hitam
Pukul 11 malam, Reza nggak bisa tidur. Dia liat adiknya, Lilis, berjalan kayak kesurupan, pakai kebaya putih sambil bawa bunga melati layu. Dan dari luar jendela, terdengar suara berat memanggil, “Waktunya sudah tiba.”
Reza ngikutin Lilis ke hutan, menembus kabut dan bau dupa. Di sanalah dia ngeliat pelaminan berdiri di tengah pepohonan, dikelilingi makhluk tinggi berbalut kain putih dengan wajah tertutup rambut. Di atas singgasana duduk mempelai dari alam lain, wajahnya simetris banget, tapi nggak punya bola mata.
Orang tua berjubah hitam muncul, bilang bahwa keturunan Nyai Sarti dulu janjiin pernikahan tiap tujuh generasi dengan penjaga hutan. “Agar desa ini subur, langit tak murka, dan penyakit tak menjalar,” katanya. na dan sekarang giliran Lilis.
Reza protes. Tapi semua seperti udah ditentukan. Sosok mempelai gaib bahkan nawarin, “Kalau kamu menolak, kamu yang jadi pengantinnya.” Reza bingung, tapi belum sempat jawab, seseorang narik dia dari belakang.
Pas bangun, dia masih di kamarnya. Tapi bunga melati layu di tangan Lilis malam itu masih ada. Bukti nyata bahwa semua itu bukan mimpi.
Baca Juga: Kisah Mistis Desa Karuhun yang Muncul Tiap 33 Tahun Sekali: antara Mitos, Kutukan, dan Dimensi Lain
Paginya, Reza konfrontasi ibunya. Ternyata semua orang desa tahu, tapi memilih bungkam. Leluhur mereka buat perjanjian kelam. Dan sekarang, Lilis jadi tumbal. Reza mutusin buat lawan. Dia pergi ke kuburan tua dan nemuin nisan kuno dengan ukiran aneh dan undangan hajatan tertancap di atasnya.
Begitu dia sentuh, tanah bergetar. Bayangan kain putih muncul, matanya kosong. “Darahmu adalah kunci. Kau cucu dari penjaga janji. Jika tidak ada pengantin, jiwa terdekat harus membayar: kau atau adikmu,” bisik sosok itu.
Dengan panik, Reza robek undangan, tapi suara bisikan mengerikan terdengar: “Janji tidak bisa dihapus. Hanya dipindahkan.”
Hari berganti. Hajatan makin meriah. Tapi yang datang bukan tamu biasa. Mereka mengenakan pakaian usang, tubuhnya basah dan dingin. Di pelaminan, Lilis duduk mengenakan kebaya putih. Tapi ada yang salah. Matanya hitam legam. Itu bukan Lilis.
Reza mau nyamperin, tapi ibunya menahan. “Dia bukan Lilis lagi, tapi kita masih bisa nyelamatin dia,” katanya.
Tiba-tiba mempelai dari alam lain muncul. Kini dia lebih nyata, tubuhnya tinggi, berbalut jubah akar. Suaranya dalam, dingin, “Kalau kau yang menggantikannya, kami akan lepaskan dia.”
Reza terpaku. Undangan yang tadi dia robek muncul kembali utuh di pangkuannya. Semua mata baik manusia maupun bukan menatapnya.
Di tengah alunan gamelan yang mulai mengeras, dia harus milih antara menyerahkan adiknya, atau dirinya sendiri jadi pengantin dunia gaib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube