Sabtu, 07 SEPTEMBER 2024 • 13:49 WIB

Misteri Kematian Anneliese Michel: Kesurupan hingga Jalani Ritual Pengusiran Setan Selama Setahun

Author

Anneliese Michel

INDOZONE.ID - Anneliese Michel, wanita asal jerman yang menjalani 67 ritual pengusiran setan selama setahun sebelum akhirnya meninggal dunia.

Ini adalah kasus eksorsisme, praktik pengusiran setan atau roh halus, yang berujung kelalaian.

Anneliese Michel.

Anna Elisabeth Michel, lahir pada 21 September 1952 di Leiblfing, Bavaria, Jerman Barat, dari keluarga Katolik Roma.

Anneliese adalah anak tertua dari pasangan Josef dan Anna, dia sangat religious dan selalu menghadiri Misa dua kali seminggu.

Ketika Anneliese berusia 16 tahun, tiba-tiba dia mengalami kejang parah dan pingsan di sekolah.

Anneliese tidak bisa mengingat peristiwa tersebut. Akan tetapi, teman-teman dan keluarganya mengatakan, dia seperti orang yang sedang kesurupan saat itu.

Baca Juga: Fakta-fakta di Balik Kematian Siswi SMP Palembang yang Dirudapaksa Bergilir, Benarkah Pelaku Hanya Direhab?

Selang satu tahun kemudian, Anneliese Kembali mengalami kejadian serupa. Kali ini, ketika bangun tidur, seluruh badannya bergetar tak terkendali. Bahkan, dia juga sampai mengompol.

Kemudian, orang tuanya membawa Anneliese ke seorang dokter ahli syaraf. Anneliese didiagnosis menderita epilepsy lobus temporal, gangguan yang menyebabkan kejang, kehilangan memori, dan mengalami halusinasi visual hingga pendengaran.

Setelah diangnosisnya, Anneliese mulai meminum obat untuk penyakit epilesinya. Anneliese mengaku mulai sering melihat wajah iblis dan mendengar mereka berbisik di telinganya.

Dia selalu mendengar, 'iblis' itu memanggilnya, "Perempuann terkutuk dan akan membusuk di neraka."

Takut dengan keadaannya sendiri, Anneliese pun mulai mencari bantuan ke gereja-gereja.

Sayangnya, karena suatu alasan, pendeta yang dia mintai tolong, menolak permintaannya untuk melakukan eksorsisme.

Anneliese Michel.

Baca Juga: Kasus Kematian Skylar Neese yang Dibunuh 2 Sahabatnya

Mereka mengatakan, untuk melakukan hal ini, memerlukan izin uskup. Dia malah menyuruh Anneliese mencari bantuan media.

Delusi Anneliese pun makin menjadi, bahkan jauh lebih ekstrem. Anneliese mulai sering merobek pakaian dari tubuhnya, secara kompulsif melakukan 400 kali squat, merangkak di Bawah meja, dan mengonggong seperti anjing selama dua hari.

Ia juga memakan laba-laba dan batu bara, menggigit kepala burung hingga mati, lalu menjilat air seninya sendiri.

Setelah mencari kemana-mana, dia dan ibunya menemukan seorang pendeta, Ernst Alt, yang bersedia membantu.

Selama sepuluh bulan berikutnya, setelah persetujuan uskup atas eksorsisme terhadap Anneliese, Alt dan Renz melakukan 67 eksorsisme yang berlangsung hingga empat jam.

Melalui sesi eksorsisme ini, Anneliese mengungkapkan, dia percaya dirasuki oleh enam iblis, yakni Lucifer, Cain, Yudeas Iscariot, Adolf Hitller, Nero, dan Fleischmann.

Baca Juga: Kasus Kematian Nicholas Markowitz: Gara-Gara Utang Kakak, Nyawa Adik Melayang

Para roh itu diketahui berebut untuk berkomunikasi dengan tubuh Anneliese. Mereka berkomunikasi dengan suara yang berbeda beda meski menggunakan mulut Anneliese.

Selama 10 bulan, Anneliese dikurung di kamarnya agar pendeta dapat melakukan ritual pengusiran setan dengan tenang dan rahasia.

Pada saat itu, orang tua Anneliese berhenti berkonsultasi dengan dokter atas permintaan sang putri. Alhasil, Anneliese dan orang tuanya hanya mengandalkan eksorsisme.

Makin lama tubuh Anneliese tambah melemah, dia juga menolak untuk makan dan minum. Pada 1 juli 1976, Anneliese ditemukan meninggal di kamarnya.

Laporan autopsi menyatakan, penyebab kematian Anneliese adalah kekurangan gizi dan dehidrasi.

Berat badannya ketika meninggal hanya 30 kilogram, Anneliese juga menderita patah lutut karena harus berlutut terus menerus selama eksorsisme dan menderita pneumonia.

Anneliese Michel.

Baca Juga: Andrew Cunanan, Pelaku di Balik Kasus Kematian Pemilik Brand Fashion Versace

Akhirnya 2 pendeta yang melakukan eksorsisme kepada Anneliese dan orang tuanya didakwa dengan pembunuhan karena kelalaian.

Kedua pendeta dijatuhi hukuman 6 bulan penjara (yang kemudian ditangguhkan) dan tiga tahun masa percobaan.

Sementara orang tua Anneliese, dibebaskan dari hukuman apapun karena mereka dirasa telah "cukup menderita" atas kematian putrinya.

Penulis: Amanda Latfah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X/@martabakismissu

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU