Viral di TikTok, Cecilia Meliana Cerita Pengalaman Spiritual Temukan Kuburan Diri Sendiri di Cirebon
INDOZONE.ID - Sebuah pengalaman spiritual tak biasa dibagikan seorang konten kreator bernama Cecilia Meliana melalui video di akun TikTok.
Ia mengaku menemukan kuburan yang diyakininya sebagai kuburan dirinya sendiri saat menjalani perjalanan batin di Cirebon.
Sejak awal, ia menegaskan bahwa kisah yang disampaikannya tidak mewakili agama apa pun dan tidak dimaksudkan untuk dibandingkan dengan keyakinan lain.
Perempuan berusia 30 tahun itu menjelaskan bahwa cerita ini disampaikan dari sudut pandang seseorang yang mempercayai konsep past life atau kehidupan lampau.
"Aku rasa iya lebih ke bukti perjalanan Past Life, dalam beberapa agama, reinkarnasi adalah sebuah kebenaran, dan dibahas secara nyata dalam kitab agamanya," ungkapnya.
Bagi mereka yang tidak meyakininya, pengalaman tersebut bisa saja dipahami sebagai keterkaitan dengan leluhur atau dimaknai secara simbolis.
Awal Mula Proses Perjalanan Spiritual
Perjalanan ini berawal dari proses pembersihan diri yang dijalani Cecilia melalui ritual tujuh hari mutih sebagai penebusan atas masa lalu terkait penyalahgunaan ilmu supranatural, dengan tujuan menjadi praktisi spiritual yang lebih “putih”.
Selama tiga hari di Cirebon, ia sebenarnya hanya merencanakan ibadah ke kelenteng serta kunjungan ke Keraton Kasepuhan dan Kanoman.
Namun, saran seorang teman di media sosial usai kunjungannya ke Pantai Kejawanan mendorongnya menuju kawasan Setupatok.
Tanpa alasan jelas, ia merasakan dorongan kuat untuk pergi ke lokasi perbukitan yang sepi tersebut, yang ternyata sudah ditutup karena kerap memakan korban.
Meski demikian, warga setempat menginformasikan bahwa masih ada jalur untuk naik secara diam-diam. Tanpa banyak pertimbangan, ia mengikuti arahan tersebut.
Pengalaman Merinding saat Melewati Area Pemakaman
Dia baru menyadari kemudian bahwa akses masuk yang dilaluinya adalah area pemakaman, dengan kuburan keramat di bagian puncak dan deretan makam kecil di bawahnya.
Di lokasi inilah pengalaman yang membuatnya merinding terjadi. Cecilia mengaku merasakan sensasi seperti "pulang", perasaan yang begitu familiar dan menenangkan.
Saat memandangi nisan-nisan di sana, ia merasa seolah mengenali sosok-sosok yang terukir di batu makam.
Bahkan, ia mengaku melihat sosok dirinya sendiri dalam wujud transparan, duduk di tepi kawasan berbatu curam, menatap perairan dari kejauhan.
Menurut penuturannya, sosok tersebut mengenakan pakaian batik, bertubuh kurus, dan memancarkan kesedihan.
Ia merasa sedang menunggu seseorang, yakni seorang pria bertubuh tidak terlalu tinggi, mengenakan busana adat Sunda, membawa keris, dan berkulit sawo matang.
Pandangan Cecilia Terkait Kehidupan Lampau
Cecilia meyakini bahwa di kehidupan lampau dirinya adalah perempuan keturunan Tionghoa dan pria tersebut merupakan pasangan hidupnya, dengan perbedaan waktu kelahiran kembali di antara mereka.
Meski mengakui pengalaman itu sulit dijelaskan secara logika, ia justru merasakan kenyamanan mendalam, seolah kembali ke masa lalu dan melihat keluarganya di kehidupan tersebut.
Kesadaran itu terputus saat meninggalkan pemakaman, ketika ia merasa mendengar suara batin tentang janji yang telah terpenuhi.
Momen tersebut membuatnya menangis dan merasakan kelegaan, sekaligus mendorongnya membagikan kisah ini serta menyampaikan pesan sang kakek mengenai penuntasan karma dan keterikatan masa lalu.
Cecilia Ngaku Belum Siap Datangi Kuburannya Lagi
Meski meyakini kuburannya ada di lokasi itu, Cecilia mengaku belum sanggup mendatanginya karena terasa terlalu menyakitkan.
Di akhir pernyataannya, Cecilia menyampaikan pesan reflektif agar tidak terlalu melekat pada apa pun, terutama membuat janji lintas kehidupan.
Ia juga mengimbau pengunjung Kuburan Satu Patok di Cirebon untuk bersikap hormat dan tidak membuat konten yang meremehkan, karena tempat tersebut diyakini memiliki nilai spiritual tinggi.
Pengalaman ini menjadi refleksi tentang pelepasan dan perjalanan batin dalam berdamai dengan masa lalu.
Tanggapan Cecilia Soal Spekulasi Ceritanya yang Dinilai Cocok Dijadikan Film
Ia menilai respons publik terhadap kisahnya menarik karena ceritanya yang sederhana dan terbuka kerap disamakan dengan Kimi No Nawa versi Nusantara, sehingga ditafsirkan layaknya potongan film.
Menurutnya, romansa unik bernuansa lokal itulah yang membuat warganet merasa masuk ke dalam semesta cerita, tanpa ia bermaksud mengarahkan tafsir tertentu.
"Menurutku, respons itu muncul karena relasi dua tokoh ini membentuk romansa yang unik dalam sebuah universe baru yang kental dengan nuansa lokal Nusantara. Bukan karena aku ingin mengarahkan ceritanya ke sana, melainkan karena ruang tafsirnya memang terbuka dan membiarkan orang memaknainya sendiri," ujar Cecilia saat dihubungi INDOZONE, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Kisah Mistis Prabu Siliwangi Melawan Macan Putih: Ujian Spiritual Sang Raja Sunda
Spiritualitas dan Kesadaran Diri
Sebagai seorang penganut Buddhisme, ia meyakini bahwa kejernihan dan kebersihan batin sangat memengaruhi cara seseorang memandang kehidupan dalam lingkaran samsara.
Menurutnya, praktik meditasi yang konsisten, perbuatan kebajikan, serta upaya membersihkan diri secara batin akan membantu memperluas kesadaran dan pemahaman terhadap kehidupan.
Ia juga menilai bahwa tema semacam ini masih jarang diangkat secara serius dalam perfilman lokal, sehingga ia terbuka dan menyambut positif apabila ada pihak yang tertarik mengangkatnya ke dalam sebuah karya film.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok @ceciliameliana