Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 15:30 WIB

Kisah Mistis Bayi Kuntilanak: Berharap Ingin Punya Momongan, Berakhir Teror yang Tragis

Author

Ilustrasi Bayi Kuntilanak. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Hidup Bayu dan Laras bisa dibilang lengkap, 10 tahun menikah, rumah sederhana, saling sayang, tapi satu hal yang selalu bikin hati mereka kosong yaitu belum juga dikaruniai anak.

Padahal secara medis, keduanya sehat. Dokter bahkan menyebut kasus mereka sebagai “misteri biologis.”

Harapan yang berkali-kali pupus bikin Laras hampir putus asa. Dua kali keguguran, dua kali pula ia merasa seperti diberi cahaya hanya untuk dipadamkan lagi. Sementara Bayu mulai tertekan dengan omongan orang sekitar.

Pertanyaan “kok belum isi-isi juga?” yang terdengar bercanda, justru jadi belati buat perasaannya sebagai laki-laki.

Sampai akhirnya, sebuah nama muncul yaitu Kiwari, dukun dari Desa Limbung Putih, desa terpencil yang bahkan nggak terdeteksi peta. Banyak yang bilang, dia bisa membuka jalan keturunan.

Yuk, simak kisah mistis bayi kuntilanak dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Misteri Bayi Bajang dari Hutan Angker: Kutukan Tangisan yang Menghantui Desa Waringin Jati

Perjalanan ke Desa Limbung Putih

Minggu pagi yang mendung, Bayu dan Laras nekat berangkat. Jalan menuju desa itu jauh dari kata mudah.

Mereka harus jalan kaki menembus hutan pinus, kabut tipis, dan sunyi yang bikin bulu kuduk berdiri.

Warga desa menatap dingin, menutup pintu pelan seolah ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Rumah Kiwari berdiri di ujung desa, penuh sesajen, janur, dan aroma menyan pekat.

Kiwari menyambut tanpa basa-basi, “Aku sudah tahu kalian akan datang.”

Di dalam rumah remang, ia memberikan tiga butir hitam berkilau, katanya “ajian dari penjaga kesuburan.”

Laras harus menelannya tiap malam dengan syarat: kamar harus gelap total, tanpa doa, dan jangan pernah membuka mata.

Laras sempat ragu. “Apa yang terjadi kalau aku melanggar?” tanyanya.

Kiwari hanya menatap dalam. “Kalau kau membuka mata, bukan hanya bayi yang akan datang… tapi juga ibunya.”

Doa yang Dijawab dengan Harga

Malam demi malam, Laras menjalani ritual itu. Gelap, dingin, sunyi. Hingga akhirnya, sesuatu berubah. Tubuhnya lemas, tapi tanda-tanda kehamilan muncul.

Untuk pertama kalinya, dua garis merah di tespek membuat air mata Laras dan Bayu jatuh bersamaan.

Rumah yang dulu sepi mendadak penuh tawa. Bayu memasak, Laras tersenyum lagi. Doa panjang mereka akhirnya terkabul. Tapi kebahagiaan itu nggak bertahan lama.

Malam demi malam, Laras mulai diganggu mimpi. Selalu sama yaitu sosok perempuan bergaun putih berdiri di pojok kamar, rambut panjang menutupi wajah, menatap dengan mata merah yang nggak berkedip.

Suatu malam, bisikan itu terdengar jelas, “Dia milikku.”

Baca juga: Kisah Mistis Dukun Beranak dan Sosok Ibu dan Bayi Misterius dari Desa Mekarwangi

Ilustrasi Bayi Kuntilanak. (Foto: Freepik @Freepik)

Gangguan yang Semakin Nyata

Bukan cuma mimpi. Dari lemari tua di kamar mereka, sering terdengar suara tangisan lirih. Kadang darah mengering muncul di lantai, membentuk jejak kecil.

Puncaknya, Bayu menemukan boneka kain putih di dalam lemari, mulutnya dijahit dengan benang merah, perutnya ternoda bercak darah kering.

Sejak malam itu, suara tangisan berubah jadi ketukan keras tiap pukul 2.13 dini hari. Laras makin sering bicara sendiri, seolah berkomunikasi dengan sesuatu yang nggak terlihat.

“Jangan khawatir. Aku akan jaga dia baik-baik,” katanya lirih suatu malam sambil menatap jendela.

Persalinan yang Mengerikan

Hari persalinan tiba di tengah badai. Hujan deras, listrik padam, jalan ke rumah sakit terputus. Bayu terpaksa menolong sendiri di rumah.

Suasana makin aneh. Lilin berkedip, bayangan bergerak di dinding, suara-suara asing memenuhi ruangan. Laras mengejan dengan sisa tenaganya.

Tepat saat bayi lahir, tawa kuntilanak menggema. Bayi itu menangis keras, tanda kehidupan.

Tapi Bayu terdiam kaku saat melihat tangan mungil putrinya menggenggam segumpal rambut hitam panjang.

Sosok kuntilanak itu berdiri di sisi ranjang, gaunnya compang-camping, wajah pucat dengan senyum robek.

Matanya merah menyala. Namun, sebelum Bayu bisa bergerak, sosok itu menghilang, meninggalkan aroma anyir darah basi.

Bayi yang Berbeda

Mereka menamai bayi itu Putri, berharap jadi awal baru. Tapi sejak hari pertama, ada yang ganjil. Putri jarang menangis.

Ia sering menatap kosong ke langit-langit kamar lalu tersenyum, kadang tertawa kecil tanpa suara.

Setiap pukul 02.13 dini hari, Putri terbangun, mengangkat tangannya ke udara, tertawa seolah sedang bercengkerama dengan sesuatu yang tak terlihat.

Bayu makin goyah. Suatu malam, ia melihat wajah Putri berubah sepersekian detik, dua wajah bertumpuk, wajah bayinya dan bayangan samar perempuan dewasa dengan senyum miring menakutkan.

Laras yang tadinya bahagia mulai berkata hal-hal aneh. “Jangan marah. Sekarang giliranku menjaga dia.”

Sejak itu, mereka tahu bayi ini bukan sepenuhnya milik mereka. Ada sesuatu yang ikut lahir bersamanya.

Baca juga: Misteri Pesugihan Bayi Gaib: Saat Kaya Jadi Kutukan Paling Mengerikan

Ilustrasi Bayi Kuntilanak. (Foto: Freepik @Freepik)

Kisah mistis Bayi Kuntilanak ini jadi pengingat, tidak semua doa yang terkabul datang tanpa harga. Ada keajaiban yang lahir dari rahim, tapi ada juga misteri yang ikut hidup bersamanya.

Entah apa yang akan menanti Bayu, Laras, dan Putri di masa depan. Tapi satu hal pasti yaitu, sejak kelahiran itu, rumah mereka nggak pernah benar-benar sunyi lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU