Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 16:12 WIB

Kisah Mistis Puskesmas Angker di Desa Sukamukti, Penjaga Malam Diteror Arwah Ibu Muda

Author

Ilustrasi Puskesmas Angker di Desa Sukamukti. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Di sebuah desa kecil bernama Sukamukti, berdiri bangunan tua peninggalan tahun 80-an yang kini difungsikan sebagai puskesmas desa.

Siang hari, tempat ini terlihat biasa saja seperti  pasien keluar masuk, warga mengambil obat, dan aktivitas medis berjalan normal.

Namun, suasana berubah total ketika malam tiba. Lampu yang diredupkan, lorong panjang yang gelap, dan bau lembab dari dinding tua menambah kesan seram.

Warga desa sudah lama percaya kalau puskesmas ini bukan sekadar tempat berobat, melainkan sarang penampakan.

Ada yang mengaku mendengar kursi bergeser sendiri, suara tangisan dari ruang bersalin, hingga bayangan perempuan berambut panjang di lorong.

Yuk simak kisah mistis puskesmas angker dilansir dari YouTube @Cahaya Sore selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Kamar Mayat Angker di Rumah Sakit Semarang yang Bikin Kamu Merinding!

Samsul, Penjaga Malam Baru

Samsul, pria 45 tahun, menerima pekerjaan sebagai penjaga malam di puskesmas ini. Hidup pas-pasan membuatnya tidak bisa menolak tawaran kepala desa, meski ia tahu banyak cerita mistis beredar.

"Istriku sempat melarang, tapi aku harus kuat. Anak-anak butuh biaya sekolah," kata Samsul kepada tetangganya, Pak Saiman.

Malam pertamanya berjalan cukup aman meski bulu kuduk terus berdiri. Namun, beberapa malam berikutnya, gangguan mulai datang.

Dari suara batuk di ruang perawatan kosong, kursi yang bergeser sendiri, hingga aroma bunga kamboja yang tiba-tiba menyeruak di lorong belakang.

Teror yang Semakin Nyata

Awalnya Samsul mencoba mengabaikan semua itu. Tapi rasa takutnya makin jadi ketika ia mendengar suara lirih menyebut namanya, "Samsul…". Suara itu jelas berasal dari lorong dekat ruang bersalin.

Puncaknya, ia melihat sosok perempuan berambut panjang duduk di kursi tunggu. Bajunya putih berlumuran darah di bagian perut, wajahnya pucat, dan bahunya berguncang seolah sedang menangis.

Samsul kaku di tempat. Saat memberanikan diri bertanya siapa sosok itu, jawaban lirih keluar, "Mereka biarkan aku mati sendirian."

Baca juga: Kisah Mistis Losmen Angker di Jalur Lintas Sumatera, Bertemu Resepsionis tanpa Kepala

Ilustrasi Puskesmas Angker di Desa Sukamukti. (Foto: Freepik @Freepik)

Siapa Sosok Misterius Itu?

Cerita ini makin masuk akal ketika tetangga-tetangga mulai mengingat sosok Mbak Wati, seorang ibu muda yang meninggal di puskesmas itu karena komplikasi persalinan.

Banyak yang bilang kematiannya terjadi karena kelalaian perawat malam yang tertidur saat Wati kesakitan.

Sejak saat itu, warga percaya arwah Wati gentayangan di puskesmas. Tangisan samar, aroma kamboja, hingga penampakan perempuan berlumuran darah diyakini berasal darinya.

Antara Takut dan Iba

Meski diteror, Samsul merasa arwah itu bukan ingin mencelakai, melainkan ingin didengar. "Aku rasa dia ingin menyampaikan pesan terakhir. Dia meninggal dengan penuh penyesalan," ujarnya.

Namun, istrinya, Rohma, khawatir kalau suaminya terlalu jauh terlibat. "Jangan main-main dengan arwah gentayangan. Bisa jadi dia marah," ucapnya.

Hingga kini, Samsul masih tetap bekerja sebagai penjaga malam di puskesmas itu. Rasa takut memang selalu menghantuinya, tapi di balik itu ada rasa iba yang membuatnya tetap bertahan.

Baginya, suara-suara dan penampakan itu adalah tanda kalau arwah Mbak Wati masih butuh tempat untuk berpamitan.

Baca juga: Kisah Mistis Klinik Kecantikan Berhantu: Ada Sosok Noni Belanda dan Kuntilanak yang Mengerikan

Ilustrasi Puskesmas Angker di Desa Sukamukti. (Foto: Freepik @Freepik)

Kisah mistis Puskesmas Sukamukti ini jadi salah satu bukti bahwa bangunan tua sering menyimpan cerita yang tak terlihat mata.

Bagi sebagian orang, mungkin ini hanya sekadar mitos. Tapi bagi Samsul, semua terasa nyata, suara batuk, kursi bergeser, hingga sosok ibu muda yang terus menangis di ruang bersalin.

Apakah arwah Mbak Wati benar-benar mencari keadilan? Atau sekadar ingin pamit? Sampai sekarang, pertanyaan itu masih menggantung di benak Samsul dan warga Desa Sukamukti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU