Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 16:20 WIB

Pesugihan Tali Pocong: Teror Bau Darah dan Tangisan Arwah di Desa Karangom

Author

Ilustrasi Pesugihan Tali Pocong. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Malam selalu punya rahasia. Apalagi kalau ngomongin soal pesugihan, ritual gelap yang sampai sekarang masih bikin bulu kuduk berdiri.

Salah satu cerita yang melegenda datang dari Desa Karangom, sebuah desa kecil yang punya kompleks pemakaman tua.

Katanya, di sanalah kisah seram tentang pesugihan tali pocong masih hidup dan dijaga erat oleh sosok misterius bernama Mbah Suro.

Yuk simak kisah pesugihan tali pocong dilansir dari YouTube @BAKAL MATI selengkapnya!

Baca juga: Pesugihan Bulus Jimbung: Berawal dari Mimpi Jadi Janji Harta dari Sendang Mistis di Klaten

Siapa Mbah Suro?

Mbah Suro dikenal sebagai penjaga makam sekaligus tukang gali kubur di Desa Karangom.

Rambutnya memang sudah putih semua, tapi tubuhnya masih tegap, sorot matanya tajam, dan langkahnya selalu mantap.

Dia tinggal di gubuk kayu reot tepat di bawah pohon beringin besar di area pemakaman.

Uniknya, setiap ada pemakaman baru, Mbah Suro selalu duduk semalaman di dekat makam itu. Bukan untuk tidur, tapi untuk berjaga dengan lentera dan dupa kecil.

Warga percaya, Mbah Suro bukan orang sembarangan. Ada yang bilang dia mantan santri sakti, ada juga yang percaya dia dulu abdi keraton yang ngerti ilmu gaib.

Nah yang jelas, nggak ada satu pun warga berani macam-macam di sekitar makam.

Pesugihan Tali Pocong

Buat yang belum tahu, dalam tradisi mistis Jawa, tali pocong dipercaya bisa jadi sarana pesugihan. Tapi syaratnya serem banget.

Tali itu harus diambil dari jenazah yang baru dimakamkan, biasanya sebelum tiga hari, dan arwahnya harus “belum tenang”, entah karena mati penasaran, bunuh diri, atau kecelakaan.

Tali pocong ini dipercaya bisa jadi jalan menuju kekayaan, tapi dengan harga mahal yaitu tumbal. Nggak heran kalau ada orang-orang yang nekat mencoba, meski taruhannya nyawa.

Baca juga: Kisah Mistis Pesugihan Kawin Ratu Mustika: Dari Ambisi, Cinta, hingga Petaka

Ilustrasi Pesugihan Tali Pocong. (Foto: Freepik @Freepik)

Malam Mencekam di Pemakaman

Konon, suatu malam, hujan gerimis bikin suasana makin angker. Dari balik pohon beringin, ada dua orang pendatang bersama seorang dukun yang mencoba menggali makam seorang perempuan muda yang baru dua hari dimakamkan. Mereka niatnya mau ambil tali pocong buat pesugihan.

Sayangnya, rencana itu nggak semulus yang mereka kira. Baru melangkah, udara mendadak berubah, kabut makin tebal, dan aroma aneh mirip darah basi menyeruak. Saat itulah, Mbah Suro muncul dengan lentera di tangan dan tongkat kayu berukir kepala harimau.

Menurut cerita warga, sosok macan putih gaib ikut muncul di samping Mbah Suro. Katanya itu adalah kodam leluhur yang jadi penjaga dirinya. Pertarungan gaib pun terjadi antara ilmu hitam si dukun dengan aura putih Mbah Suro.

Kegagalan Ritual dan Sosok Misterius

Ritual itu gagal total. Tali pocong tetap utuh, makam nggak tersentuh, dan malah arwah perempuan itu muncul dengan tangisan yang bikin siapa pun merinding.

Si dukun kabarnya jatuh sakit parah dan salah satu anak muda yang ikut malah pingsan sampai berhari-hari.

Tapi kisah nggak berhenti di situ. Beberapa waktu kemudian, datang lagi kelompok lain yang mencoba “menebus kegagalan” dukun pertama.

Kali ini lebih berbahaya, dengan ritual dan sesajen yang lebih besar. Tapi sekali lagi, Mbah Suro bersama macan putihnya berhasil menggagalkan usaha itu.

Nah yang bikin warga makin percaya, malam itu muncul sosok perempuan berkebaya putih di sekitar makam.

Suaranya lantang bilang, “Tanah ini tidak milikmu,” sebelum menghancurkan tongkat gaib milik si dukun.

Sejak saat itu, warga yakin pemakaman di Karangom benar-benar dijaga bukan cuma oleh Mbah Suro, tapi juga oleh arwah-arwah yang nggak mau diganggu.

Penjaga Batas

Seiring waktu, nama Mbah Suro makin dihormati. Buat warga, dia bukan sekadar tukang gali kubur, tapi penjaga batas antara dunia nyata dan dunia gaib.

Ada yang bilang dia bisa bicara dengan angin, ada yang mengaku lihat macan putih berkeliaran di area pemakaman pas bulan purnama.

Meski begitu, Mbah Suro tetap hidup sederhana. Setiap hari masih menggali kubur, merawat makam, dan minum kopi di gubuk kayunya.

Nggak pernah minta lebih, nggak pernah sombong, dan nggak pernah membenarkan gosip soal kesaktiannya.

Baca juga: Kisah Mistis Pesugihan Dawet Iblis: Ketika Manisnya Rezeki Berbalut Kutukan

Ilustrasi Pesugihan Tali Pocong. (Foto: Freepik @Freepik)

Kisah pesugihan tali pocong di Desa Karangom jadi pengingat buat banyak orang. Ambisi mengejar kekayaan lewat jalan pintas selalu punya harga mahal, bahkan bisa jadi bumerang.

Warga desa percaya, siapa pun yang nekat mencoba bakal berhadapan langsung dengan murka alam dan penjaga gaib.

Malam itu mungkin sudah lama berlalu, tapi cerita tentang Mbah Suro dan pesugihan tali pocong tetap jadi legenda hidup.

Sampai sekarang, nggak ada satu pun orang yang berani coba-coba lagi. Karena semua tahu, ada hal-hal yang memang nggak boleh disentuh oleh manusia, apalagi cuma demi harta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU