Minggu, 20 JULI 2025 • 20:30 WIB

Kisah Mistis Sungai Lojahan: Rintihan Tengah Malam dari Sosok Anak SD yang Tak Pernah Pulang

Author

Ilustrasi Sungai Horor. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Sungai Lojahan di Kota Batang bukan sekadar aliran air biasa. Di balik derasnya arus dan jernihnya permukaan, tersimpan cerita yang bikin merinding.

Salah satu kisah paling misterius datang dari seorang petani paruh baya bernama Pak Sukirman. Beliau adalah saksi hidup dari kisah mistis yang masih membekas kuat sampai hari ini.

Yuk simak kisah mistis Sungai Lojahan dilansir dari YouTube @HOROR MALAM JUMAT selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Penunggu Sumur Tua yang Bikin Desa Karangjati Nggak Bisa Tidur Nyenyak

Pak Sukirman dan Rutinitas Subuhnya

Setiap mendekati waktu subuh, Pak Sukirman biasa mencari ikan di Sungai Lojahan. Berbekal jaring besar atau yang dalam bahasa Jawa disebut “jolok,” ia sering mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah.

Sungai itu seolah bersahabat dengannya, sampai suatu malam terjadi hal yang gak bisa dijelaskan dengan logika.

Pada suatu subuh di tahun 80-an, hasil tangkapan Pak Sukirman sangat banyak. Wadah ikannya sampai penuh.

Tapi setelah salat subuh dan istirahat sebentar, ia mendengar suara gaduh dari arah dapur. Ia curiga suara itu berasal dari kucing, tapi saat dicek, ikan-ikannya hilang tanpa jejak.

Penampakan Sosok Misterius di Belakang Rumah

Saat mencari sumber suara, Pak Sukirman justru dikejutkan dengan suara orang sedang makan sambil menggumam.

Semakin didekati, semakin jelas terdengar. Lalu, muncul sosok tinggi besar berbulu lebat di belakang rumah. Sosok itu berkata, “Terima kasih ya, Pak Man. Ikan-ikannya enak dan besar-besar.”

Dengan badan gemetar, Pak Sukirman hanya bisa menjawab singkat. Sosok itu lalu menghilang, dan Pak Sukirman segera masuk ke rumah, wudhu, dan salat lagi dengan perasaan campur aduk.

Suara Tangisan Tengah Malam dari Sungai

Beberapa hari kemudian, seorang sahabat datang dan memohon agar Pak Sukirman menceritakan kisah-kisah misterinya.

Barulah Pak Sukirman mau membuka cerita misteri lamanya yang lebih seram dari sebelumnya.

Pada tahun 90-an, Pak Sukirman kembali mencari ikan di Sungai Lojahan. Saat sedang menjala, ia mendengar suara tangisan pelan, seperti suara anak perempuan.

Suara itu makin lama makin jelas. Merasa penasaran, ia duduk di atas batu besar dan mulai berdoa.

Penampakan Sosok Anak SD yang Mengaku Tersesat

Tak lama setelah itu, Pak Sukirman melihat sosok anak perempuan berbaju seragam SD, kira-kira usia 12 tahun.

Ia terlihat bingung dan ketakutan. “Pak, aku gak bisa lihat apa-apa. Aku pengin pulang. Aku kangen sama Bapak, Ibu, dan Kakak,” katanya lirih.

Pak Sukirman dengan sabar mengajak anak itu bicara. Ternyata dulu ia tenggelam bersama dua temannya saat sedang mencari tanah liat untuk tugas prakarya.

Temannya, Dodi, ditemukan dalam kondisi meninggal. Marni selamat tapi juga meninggal setelah sampai rumah. Sedangkan dia, tidak pernah kembali, terjebak di antara dua dunia.

Baca juga: Kisah Mistis Air Terjun Nglirip di Tuban: Misteri di Balik Gemericik Air yang Bikin Merinding

Ilustrasi Sungai Horor. (Foto: Freepik @wirestock)

Doa dan Keikhlasan yang Membebaskan

Dengan hati penuh iba, Pak Sukirman membacakan doa dan memohon kepada Allah agar arwah anak itu bisa tenang dan kembali ke tempatnya.

Setelah beberapa saat, sosok itu menghilang perlahan. Pak Sukirman pun merasa lega, meski juga sedih atas cerita tragis yang ia dengar.

Keesokan harinya, Pak Sukirman menceritakan semua kepada istrinya. Istrinya mengingat bahwa memang pernah ada kasus anak-anak tenggelam di sungai saat banjir besar.

Dua ditemukan, satu tak pernah kembali. Mungkin anak itu adalah yang ketiga, yang selama ini terjebak dan menunggu didoakan.

Ucapan Terima Kasih dari Dunia Lain

Beberapa malam kemudian, suara lirih terdengar dari atas loteng rumah mereka. “Terima kasih ya, Pak. Terima kasih, Bu. Aku sudah lepas dari belenggu ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.”

Tak ada sosok yang terlihat. Hanya suara yang terdengar lembut tapi penuh rasa syukur. Sejak saat itu, tidak ada lagi gangguan atau penampakan aneh di sekitar rumah Pak Sukirman.

Sungai Lojahan, Kini Disebut Sungai Keramat

Seiring waktu, cerita ini menyebar dari mulut ke mulut. Sungai Lojahan pun mendapat julukan baru yaitu Sungai Keramat.

Warga percaya bahwa tempat itu menyimpan arwah-arwah yang belum tenang dan butuh didoakan agar bisa pulang dengan damai.

Pak Sukirman sendiri memilih untuk tidak membagikan ceritanya ke semua orang. Ia hanya menceritakan kepada orang-orang tertentu yang dianggap bisa memahami dan tidak mengejek.

Baca juga: Kisah Mistis Pasar Terkutuk di Malang: Rezeki Berdarah dan Kutukan yang Minta Tumbal

Ilustrasi Sungai Horor. (Foto: Freepik @Freepik)

Kisah Pak Sukirman di Sungai Lojahan bukan cuma cerita horor buat ditakuti. Di balik misterinya, ada pelajaran tentang empati, doa, dan pentingnya mengenang mereka yang telah pergi, meski tanpa jejak.

Kalau kamu kebetulan melintasi Sungai Lojahan di malam hari dan mendengar suara tangisan pelan, siapa tahu itu bukan cuma suara angin.

Jadi, jangan lupa berdoa dan bersikap baik, ya. Dunia ini gak cuma milik kita yang terlihat saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU