Ilustrasi cerita mistis pesawat (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Bencana Tsunami Aceh 2004 menyisakan duka mendalam sekaligus cerita-cerita tak terjelaskan. Salah satunya datang dari pengalaman seorang pilot, Captain Baskara, yang membagikan kisah mistisnya dalam podcast RJL5 - Fajar Aditya beberapa waku lalu.
Kala itu, Baskara bertugas menerbangkan pesawat kargo untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh yang hancur total. Bersama timnya, ia menggunakan pesawat Fokker 27 dan bolak-balik dari Medan ke Banda Aceh, mengangkut logistik dari berbagai negara.
Berikut beberapa fakta aneh yang diungkap sang kapten dari kisah tersebut.
Situasi di Medan saat itu sangat padat. Bandara Polonia menjadi pusat distribusi bantuan internasional. Pesawat datang tanpa henti, menciptakan suasana yang kacau namun tetap terorganisir.
Baca juga: Kisah Mistis Bisikan Jam 3 Pagi dan Alasan Mengapa Weton Pon Mulai Ditagih Janji Lama
Setibanya di Banda Aceh, Baskara menyaksikan langsung kehancuran total dari udara. Ia menggambarkan hanya satu bangunan yang masih berdiri kokoh: masjid besar di tengah kota.
Di tengah kelelahan, Baskara dan kru sempat beristirahat di atas gulungan terpal. Tanpa mereka sadari, itu adalah tandu bekas jenazah korban tsunami.
“Lu tahu gak itu apa? Itu tandu bekas mayat dari Aceh,” kata salah satu rekannya memperingatkan. Namun karena terlalu lelah, mereka tetap melanjutkan istirahat di sana—sebuah keputusan yang kemudian diyakini menjadi awal dari kejadian aneh.
Masalah mulai muncul saat mereka lepas landas dari Banda Aceh menuju Medan pada malam hari. Awalnya penerbangan berjalan normal, hingga tiba-tiba satu per satu sistem pesawat mulai mati.
Mulai dari radio komunikasi, GPS, hingga instrumen navigasi—semuanya berhenti berfungsi. Dalam kegelapan malam, tanpa panduan alat, mereka hanya bisa mengandalkan insting dan pengalaman.
Baca juga: Kisah Mistis Akibat Kencing Sembarangan Berujung Petaka di Hutan Ngadiroso
Yang membuat situasi semakin aneh, pesawat tetap terbang stabil meskipun berada di tengah hujan dan awan tebal—tanpa turbulensi sama sekali.
Di tengah kondisi tanpa arah, Baskara melihat sesuatu yang tak masuk akal.
Di bawah pesawat, muncul cahaya terang menyerupai sebuah kota. Lampu-lampu jalan terlihat jelas, lengkap dengan marka jalan seperti tol dan deretan bangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube