INDOZONE.ID - Indonesia memiliki banyak fenomena alam unik akibat keragaman bentang alamnya, termasuk api abadi yang menyala terus-menerus.
Fenomena ini muncul di berbagai lokasi di tanah air, dengan Api Abadi Mrapen di Jawa Tengah sebagai salah satu contoh yang paling terkenal dan melegenda.
Api Abadi Mrapen memiliki asal-usul yang menarik dalam kemunculannya. Hal tersebut juga sejalan dengan penggunaan apinya yang kerap digunakan untuk beberapa acara penting.
Baca juga: Borobudur dari Tumpukan Batu ke Destinasi Dunia: Kisah Awal Pemugaran yang Bikin Bangga!
Dikutip dari situs resmi Bidang Pembinaan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kemenparekraf, Pemerintah Kota Surakarta, dan Kemenpora, berikut merupakan penjelasan terkait asal-usul, lokasi, fungsi, dan daya tarik Api Abadi Mrapen.
Apa Itu Api Abadi Mrapen?
Kisah di balik Api Abadi Mrapen bermula saat runtuhnya Imperium Majapahit pada 1524, yang kemudian melapangkan jalan bagi Kerajaan Demak untuk mendominasi sebagai kekuatan Islam utama di tanah Jawa.
Di bawah kepemimpinan Raden Patah, Demak diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan, niaga, sekaligus syiar Islam. Sebagai simbol kemegahan otoritas Islam tersebut, didirikanlah Masjid Agung Demak yang ikonik.
Serambi Masjid Agung Demak merupakan hasil relokasi pendapa Majapahit yang dibawa oleh tim pimpinan Sunan Kalijaga. Perjalanan membawa beban berat tersebut membuat pasukan terpaksa beristirahat di Mrapen dalam kondisi kekurangan air.
Dalam situasi mendesak itu, Sunan Kalijaga memilih untuk bersemedi, memohon kepada Tuhan agar mata air segera muncul untuk memulihkan tenaga para prajuritnya.
Setelah memohon petunjuk, Sunan Kalijaga menancapkan lalu mencabut tongkatnya, yang secara mengejutkan justru memicu munculnya api abadi dari dalam tanah.
Semburan api yang tidak bisa padam tersebut menandai lahirnya situs legendaris Mrapen, tempat yang hingga kini masih memancarkan api yang sama.
Lokasi Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen merupakan destinasi andalan di Kabupaten Grobogan yang berlokasi di Kecamatan Godong. Berjarak kurang lebih 27 kilometer dari Kota Purwodadi, tempat wisata ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil melalui akses jalan yang sudah tersedia.
Terdapat tiket masuk dengan harga Rp3.000 saja per orang. Kemudian untuk biaya parkir hanya dikenakan biaya Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Nah, buat kamu yang penasaran dengan Api Abadi Mrapen, kamu dapat berkunjung setiap hari dan untuk waktunya bebas karena buka 24 jam.
Fungsi Api Abadi Mrapen
Sebagai sumber api yang melegenda, Mrapen rutin menjadi saksi bisu berbagai perhelatan akbar di Indonesia.
Penggunaannya dalam acara-acara bersejarah membuktikan bahwa nilai historis dan spiritual dari tempat ini tetap relevan dan diakui secara luas hingga saat ini.
1. Pesta Olahraga Internasional Ganefo 1963
Ganefo, pesta olahraga internasional rintisan Presiden Soekarno, mengandalkan Api Abadi Mrapen sebagai sumber api utama dalam pembukaannya pada 1963.
Acara yang bertujuan menandingi Olimpiade ini diikuti oleh berbagai negara kekuatan baru (New Emerging Forces). Pengambilan api dari Mrapen kala itu menjadi awal mula tradisi penggunaan api tersebut untuk perhelatan olahraga besar di tanah air.
2. Pekan Olahraga Nasional (PON)
Pada gelaran PON X 1981 dan PON XIV 1996, api untuk upacara pembukaannya menggunakan sumber dari Api Abadi Mrapen.
3. SEA Games 2011
Api Abadi Mrapen kembali mengemban peran penting saat terpilih sebagai sumber api obor pada upacara pembukaan SEA Games ke-26 tahun 2011.
Dalam perhelatan yang berlangsung di dua kota besar, Jakarta dan Palembang, kobaran api legendaris ini menjadi simbol semangat persaudaraan atlet se-Asia Tenggara.
4. Asian Games dan Asian Para Games 2018
Asian Games edisi ke-18 ini digelar di Jakarta dan Palembang. Api Abadi Mrapen digunakan sebagai sumber api untuk pelaksanaan upacara pembukaan pada edisi tersebut.
5. ASEAN Para Games 2022
Kobaran Api Abadi Mrapen kembali menjadi simbol semangat juang saat terpilih sebagai sumber api resmi untuk upacara pembukaan ASEAN Para Games 2022.
Dalam ajang yang berpusat di Kota Surakarta tersebut, api legendaris ini diambil untuk menyulut obor utama, menandai dimulainya pesta olahraga bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia Tenggara.
6. Perayaan Hari Trisuci Waisak
Tak hanya untuk ajang olahraga, Api Abadi Mrapen juga menjadi sumber api suci bagi umat Buddha dalam memperingati Hari Trisuci Waisak.
Pengambilan api di lokasi ini merupakan salah satu tahapan penting sebelum puncak perayaan dimulai, sebagai simbol cahaya dharma yang tak pernah padam.
Baca juga: Museum Ini Kerap Jadi Destinasi Uji Nyali, Konon Banyak yang Gak Kuat Lama-lama di Sini!
Daya Tarik Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Kabupaten Grobogan. Berikut adalah beberapa alasan untuk kamu berkunjung ke Api Abadi Mrapen.
1. Wisata dengan Fenomena Alam yang Menakjubkan
Api Abadi Mrapen memiliki daya tarik unik berupa kobaran api yang tahan terhadap cuaca hujan. Meski sempat mengalami masa vakum akibat padam pada 25 September 2020, intervensi pemerintah berhasil menghidupkan kembali sumber api tersebut pada April 2021 hingga tetap menyala sampai saat ini.
2. Fasilitas Wisata yang Lengkap
Telah tersedia beberapa fasilitas untuk kamu yang ingin berkunjung ke Api Abadi Mrapen. Berikut adalah daftar beberapa fasilitas wisata tersebut:
- Lokasi parkir kendaraan yang cukup luas
- Warung wisata
- Toilet
- Musholla
- Gazebo
- Spot foto menarik
3. Memiliki Sejarah yang Menarik
Tak hanya menawarkan fenomena alam yang langka, Api Abadi Mrapen juga menyimpan narasi sejarah yang mendalam terkait asal-usulnya.
Nah, itulah penjelasan menarik mengenai asal-usul hingga sejarah unik Api Abadi Mrapen!
Bagi kamu pecinta wisata edukasi dan sejarah, situs ini merupakan destinasi yang sangat direkomendasikan untuk masuk dalam daftar kunjungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pdk.jatengprov.go.id