Api Abadi Mrapen. (Instagram/@humas.jateng)
INDOZONE.ID - Indonesia memiliki banyak fenomena alam unik akibat keragaman bentang alamnya, termasuk api abadi yang menyala terus-menerus.
Fenomena ini muncul di berbagai lokasi di tanah air, dengan Api Abadi Mrapen di Jawa Tengah sebagai salah satu contoh yang paling terkenal dan melegenda.
Api Abadi Mrapen memiliki asal-usul yang menarik dalam kemunculannya. Hal tersebut juga sejalan dengan penggunaan apinya yang kerap digunakan untuk beberapa acara penting.
Baca juga: Borobudur dari Tumpukan Batu ke Destinasi Dunia: Kisah Awal Pemugaran yang Bikin Bangga!
Dikutip dari situs resmi Bidang Pembinaan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kemenparekraf, Pemerintah Kota Surakarta, dan Kemenpora, berikut merupakan penjelasan terkait asal-usul, lokasi, fungsi, dan daya tarik Api Abadi Mrapen.
Kisah di balik Api Abadi Mrapen bermula saat runtuhnya Imperium Majapahit pada 1524, yang kemudian melapangkan jalan bagi Kerajaan Demak untuk mendominasi sebagai kekuatan Islam utama di tanah Jawa.
Di bawah kepemimpinan Raden Patah, Demak diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan, niaga, sekaligus syiar Islam. Sebagai simbol kemegahan otoritas Islam tersebut, didirikanlah Masjid Agung Demak yang ikonik.
Serambi Masjid Agung Demak merupakan hasil relokasi pendapa Majapahit yang dibawa oleh tim pimpinan Sunan Kalijaga. Perjalanan membawa beban berat tersebut membuat pasukan terpaksa beristirahat di Mrapen dalam kondisi kekurangan air.
Dalam situasi mendesak itu, Sunan Kalijaga memilih untuk bersemedi, memohon kepada Tuhan agar mata air segera muncul untuk memulihkan tenaga para prajuritnya.
Setelah memohon petunjuk, Sunan Kalijaga menancapkan lalu mencabut tongkatnya, yang secara mengejutkan justru memicu munculnya api abadi dari dalam tanah.
Semburan api yang tidak bisa padam tersebut menandai lahirnya situs legendaris Mrapen, tempat yang hingga kini masih memancarkan api yang sama.
Api Abadi Mrapen merupakan destinasi andalan di Kabupaten Grobogan yang berlokasi di Kecamatan Godong. Berjarak kurang lebih 27 kilometer dari Kota Purwodadi, tempat wisata ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil melalui akses jalan yang sudah tersedia.
Terdapat tiket masuk dengan harga Rp3.000 saja per orang. Kemudian untuk biaya parkir hanya dikenakan biaya Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Nah, buat kamu yang penasaran dengan Api Abadi Mrapen, kamu dapat berkunjung setiap hari dan untuk waktunya bebas karena buka 24 jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pdk.jatengprov.go.id