Selasa, 28 JULI 2026 • 12:49 WIB

Hewan-Hewan Ini Bisa Menghasilkan Listrik, Ini Cara Kerjanya

Author

ilustrasi belut listrik (nationalgeographic.com)

INDOZONE.ID - Di dunia hewan, ternyata ada beberapa spesies yang punya kemampuan luar biasa: menghasilkan aliran listrik dari dalam tubuhnya sendiri.

Kemampuan ini bukan sekadar mitos atau efek samping biasa, melainkan hasil evolusi jutaan tahun yang membentuk organ tubuh khusus penghasil listrik.

Berikut penjelasan mengenai hewan-hewan tersebut dan mekanisme ilmiah di baliknya.

Belut Listrik, Juara Tegangan Tinggi

Belut listrik (Electrophorus electricus) adalah salah satu hewan penghasil listrik paling terkenal. Meski namanya belut, hewan ini sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan ikan berduri dibanding belut sejati.

Belut listrik mampu menghasilkan kejutan listrik hingga ratusan volt, cukup kuat untuk melumpuhkan mangsa kecil maupun mempertahankan diri dari predator, bahkan bisa terasa menyengat jika mengenai manusia.

Baca juga: Mengapa Belut Listrik Bisa Menyetrum? Inilah Penjelasan Ilmiah di Balik Senjata Biologisnya

Ikan Pari Torpedo, Predator dengan Sengatan Tersembunyi

Ikan pari torpedo (Torpedinidae) juga dikenal sebagai salah satu hewan laut yang mampu menghasilkan listrik dalam jumlah signifikan.

Berbeda dengan belut listrik yang hidup di air tawar, ikan pari torpedo hidup di laut dan menggunakan sengatan listriknya untuk melumpuhkan mangsa seperti ikan kecil, sekaligus sebagai alat pertahanan diri dari ancaman predator yang lebih besar.

Ikan Lele Listrik dan Stargazer, Si Penyengat yang Kurang Populer

Selain dua hewan di atas, ada juga ikan lele listrik (Malapterurus electricus) yang hidup di perairan Afrika, serta ikan stargazer yang bersembunyi di dasar laut sembari mengintai mangsanya.

Kedua hewan ini sama-sama memiliki organ penghasil listrik, meski kekuatan sengatannya umumnya tidak sebesar belut listrik atau ikan pari torpedo.

Bagaimana Mekanisme Kelistrikan Ini Bekerja?

Kunci dari kemampuan menghasilkan listrik pada hewan-hewan ini terletak pada organ khusus bernama elektrosit (electrocytes), yaitu sel-sel otot yang telah berevolusi khusus untuk menghasilkan tegangan listrik.

Bukan lagi berfungsi untuk kontraksi otot seperti biasanya. Ribuan hingga jutaan elektrosit ini tersusun berjajar mirip baterai yang dirangkai seri di dalam tubuh hewan.

Setiap elektrosit bekerja dengan memanfaatkan perbedaan konsentrasi ion natrium dan kalium di dalam serta luar sel, yang dijaga oleh pompa ion khusus pada membran selnya.

Ketika hewan tersebut "mengaktifkan" organ listriknya, saluran ion pada membran elektrosit terbuka secara serentak, menyebabkan ion-ion bermuatan mengalir cepat dan menciptakan beda potensial listrik.

Karena elektrosit tersusun berderet dalam jumlah sangat banyak, beda potensial kecil dari masing-masing sel ini terakumulasi menjadi tegangan listrik yang jauh lebih besar, mirip prinsip kerja baterai yang disusun seri untuk menghasilkan voltase lebih tinggi.

Menariknya, tidak semua hewan penghasil listrik menggunakannya untuk menyerang atau bertahan. Sejumlah ikan seperti ikan pisau dan ikan gajah menghasilkan medan listrik lemah yang digunakan untuk mendeteksi objek di sekitarnya, sebuah kemampuan yang disebut elektrolokasi.

Kemampuan ini sangat berguna bagi ikan yang hidup di perairan keruh atau gelap, di mana penglihatan biasa tidak banyak membantu, sehingga medan listrik berfungsi layaknya radar alami untuk mengenali lingkungan sekitar.

Selain menarik dari sisi biologi, mekanisme kelistrikan pada hewan-hewan ini juga menginspirasi berbagai penelitian di bidang bioteknologi, termasuk pengembangan baterai biologis dan teknologi sensor listrik berbasis prinsip alami.

Baca juga: Belut Listrik, Hewan yang Bisa Hasilkan Listrik Hingga 650 Volt

Memahami cara kerja elektrosit membantu para ilmuwan menggali potensi baru dari sistem kelistrikan biologis yang sudah teruji efisiensinya lewat proses evolusi selama jutaan tahun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Scribd

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU