INDOZONE.ID - Asal-usul kehidupan di Bumi masih menjadi misteri besar dalam dunia sains. Selama ini, banyak teori berfokus pada lingkungan laut dalam sebagai tempat awal munculnya kehidupan.
Akan tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tumbukan meteor juga bisa memainkan peran penting dalam proses tersebut.
Teori Baru: Kehidupan Tidak Hanya Berasal dari Laut Dalam
Berdasarkan penelitian yang dikutip dari laman SciTech Daily, Jumat (24/04/2026) asal mula kehidupan tidak hanya berkaitan dengan lubang hidrotermal di dasar laut, tetapi dapat terbentuk dari kondisi ekstrem akibat tumbukan meteor.
Penelitian ini dipimpin oleh Shea Cinquemani, yang menyoroti bagaimana benturan meteor dapat menciptakan lingkungan panas dan kaya mineral.
Baca juga: Kenapa Manusia Tidak Merasakan Bumi Berputar? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung reaksi kimia kompleks yang menjadi dasar terbentuknya kehidupan awal.
Menurutnya, hingga kini belum ada jawaban pasti bagaimana kehidupan bisa muncul dari Bumi purba yang awalnya tidak memiliki kehidupan sama sekali. Pertanyaan tersebut menjadi dasar dari penelitian ini.
Peran Lubang Hidrotermal dalam Teori Awal Kehidupan
Selama beberapa dekade, para ilmuwan percaya bahwa kehidupan pertama kali muncul di sekitar lubang hidrotermal di laut dalam. Lingkungan ini dikenal kaya akan mineral dan energi kimia.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marine Science and Engineering, lubang hidrotermal memungkinkan mikroorganisme hidup tanpa bantuan sinar matahari.
Mereka menggunakan proses kemosintesis, yaitu memanfaatkan energi kimia dari zat seperti hidrogen sulfida.
Lingkungan ini menciptakan kondisi unik berupa:
- Suhu hangat di tengah laut yang dingin
- Kandungan mineral tinggi
- Gradien energi yang memicu reaksi kimia kompleks
- Semua faktor tersebut dianggap sebagai fondasi penting bagi terbentuknya kehidupan awal di Bumi.
Tumbukan Meteor Membuka Perspektif Baru
Penelitian terbaru memperluas teori tersebut dengan menambahkan peran tumbukan meteor. Analisis menunjukkan bahwa dampak meteor besar mampu menciptakan sistem hidrotermal serupa dengan yang ada di laut dalam.
Saat meteor menghantam Bumi, energi panas yang sangat besar akan melelehkan batuan di sekitarnya. Ketika area tersebut mulai mendingin dan terisi air, terbentuklah lingkungan hangat yang kaya mineral.
Baca juga: Bukan Dibangun Manusia Ternyata Jembatan di India Ini Ditumbuhkan dari Akar Pohon Karet
Menurut penjelasan dalam penelitian tersebut, kondisi ini menghasilkan sistem seperti “danau panas” yang berfungsi layaknya lubang hidrotermal.
Lingkungan ini kemudian menjadi tempat ideal bagi reaksi kimia yang dapat memicu awal kehidupan.
Bukti dari Kawah Tumbukan di Bumi
Untuk memperkuat teorinya, penelitian ini juga meninjau beberapa lokasi kawah tumbukan di Bumi, antara lain:
- Kawah Chicxulub di Meksiko
- Kawah Haughton di Kanada
- Danau Lonar di India
Ketiga lokasi ini menunjukkan bahwa sistem hidrotermal akibat tumbukan bisa bertahan selama ribuan hingga puluhan ribu tahun.
Waktu yang panjang ini memberikan kesempatan bagi senyawa kimia sederhana untuk berkembang menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Menariknya, pada masa awal Bumi, tumbukan asteroid terjadi jauh lebih sering dibandingkan sekarang. Artinya, lingkungan seperti ini kemungkinan besar sangat umum dan berperan besar dalam proses terbentuknya kehidupan.
Baca juga: Terisolasi dan Ekstrem, Ini Alasan Antartika Sulit Dijangkau Manusia
Dampak Penemuan Ini bagi Ilmu Pengetahuan
Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang asal-usul kehidupan di Bumi, tetapi tururt membuka peluang baru dalam pencarian kehidupan di luar angkasa.
Lingkungan serupa diperkirakan juga ada di beberapa tempat lain di tata surya, seperti:
- Europa
- Enceladus
- Mars
Jika sistem hidrotermal akibat tumbukan dapat mendukung kehidupan di Bumi, maka kemungkinan serupa juga bisa terjadi di planet atau bulan lain yang memiliki kondisi sejenis.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asal-usul kehidupan di Bumi mungkin tidak hanya bergantung pada lingkungan laut dalam.
Tumbukan meteor ternyata juga mampu menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya kehidupan awal.
Dengan adanya kombinasi panas, mineral, dan waktu yang cukup lama, sistem hidrotermal akibat benturan menjadi kandidat kuat sebagai “tempat lahir” kehidupan.
Temuan ini sekaligus memperluas cara pandang ilmuwan dalam memahami bagaimana kehidupan bisa muncul dari kondisi yang tampak ekstrem sekalipun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scitech Daily