Minggu, 15 MARET 2026 • 10:20 WIB

Benarkah Burung Tidak Berkicau saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi burung. (freepik/devmaryna)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu menyadari bahwa suasana pagi hari Raya Idulfitri terasa jauh lebih sunyi dari biasanya? Di balik tenangnya suasana saat pelaksanaan salat Id, banyak orang meyakini bahwa burung-burung pun turut membisu. 

Mitos tentang senyapnya kicauan unggas ini selalu menjadi topik hangat setiap Ramadan berakhir. 

Banyak yang merasa alam seakan ikut merayakan keheningan hari suci. Namun, apakah fenomena ini memiliki dasar sains atau hanya sekadar persepsi manusia? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga: 5 Fakta Menarik Burung Maleo, Satwa Endemik Sulawesi yang Terancam Punah

Asal-usul Kepercayaan Burung Tidak Berkicau saat Lebaran

Masyarakat sering menganggap senyapnya kicauan burung di pagi Lebaran sebagai tanda spiritual, meski tidak ada dasar dalil yang mendukung klaim tersebut. 

Kepercayaan ini biasanya satu paket dengan cerita tentang daun yang tidak bergerak, yang ditafsirkan sebagai momen zikir makhluk hidup. 

Penafsiran populer ini merujuk pada Surah Al-Isra ayat 44 tentang seluruh ciptaan yang bertasbih kepada Allah, sehingga alam yang tampak tenang dianggap sebagai wujud penghormatan makhluk terhadap kebesaran-Nya.

Sulit untuk melacak dari mana sebenarnya bermula cerita tentang burung yang tidak berkicau saat Lebaran. Kepercayaan ini murni merupakan bagian dari tradisi lisan yang diestafetkan antar-generasi. 

Tak heran jika setiap tahunnya, kisah ini selalu ramai diperbincangkan kembali sebagai bumbu cerita menjelang Lebaran.

Alasan Suasana Pagi Lebaran Terasa Sangat Tenang

Umat Islam meyakini bahwa Lebaran merupakan momen yang suci, penuh kedamaian, dan sarat akan makna spiritual. 

Dilansir Psychology Today, suasana yang dianggap sakral bisa mengundang emosi positif yang lebih kuat, seperti rasa damai, syukur, dan keterikatan yang lebih intens terhadap alam semesta. 

Masyarakat cenderung lebih jeli menangkap suasana sekitar saat Lebaran, sehingga mereka lebih dalam memaknai ketenangan yang ada. 

Kesan pagi yang lebih sunyi ini sebenarnya didukung oleh fakta berkurangnya aktivitas manusia secara signifikan, mulai dari jalanan yang sepi hingga minimnya polusi suara. 

Hasilnya, kombinasi antara kesiapan batin yang tenang dan lingkungan yang memang lebih hening membuat pagi Lebaran selalu terasa istimewa dan penuh kedamaian.

Penjelasan Ilmiah Terkait Kicauan Burung di Pagi Hari

Banyak spesies burung di habitat aslinya memiliki rutinitas berkicau pada waktu fajar, sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai dawn chorus. 

Aktivitas ini merupakan mekanisme alami bagi burung untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. 

Merujuk pada data dari Forest Preserves of Cook County, simfoni pagi ini umumnya memuncak saat subuh, di mana berbagai jenis burung saling bersahutan secara serentak.

Burung, terutama yang jantan, menggunakan kicauan tersebut untuk menandai wilayah sekaligus menyita perhatian pasangan. 

Burung memanfaatkan ketenangan pagi agar suara mereka tidak terpecah dan bisa terdengar lebih jauh oleh sesamanya. 

Oleh karena itu, berkicau di pagi hari sebenarnya hanyalah rutinitas alami burung yang dipengaruhi oleh munculnya sinar fajar dan suhu udara yang sejuk. 

Baca juga: Gagak Disebut 'Detektif Pembunuhan' di Dunia Burung, Menyelidiki TKP Sesamanya yang Tewas

Keadaan lingkungan yang sunyi juga mempengaruhi persepsi kita. Di satu sisi, kicauan yang ada akan terdengar lebih jernih, namun di sisi lain, jika gangguan suara sangat minim, sedikit saja pengurangan aktivitas burung akan membuat suasana terasa sangat senyap.

Dengan begitu, anggapan bahwa burung tidak berkicau saat Lebaran tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kepercayaan ini kemungkinan besar lahir dari persepsi atas kesakralan hari Lebaran. 

Secara psikologis, makna spiritual yang kuat pada hari raya dapat mempengaruhi cara orang merasakan suasana di sekeliling mereka. 

Ketenangan yang dirasakan bukan semata-mata karena alam berubah, melainkan karena kondisi psikologis seseorang yang sedang berada dalam fase spiritualitas yang tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychology Today

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU