Selasa, 27 JANUARI 2026 • 20:20 WIB

Apakah Serangga Tidur? Fakta Menarik di Balik Dunia Kecil Mereka

Author

Lalat buah (sumber : freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah terpikir "apakah serangga tidur seperti halnya manusia?" Kita semua tahu betapa pentingnya tidur. Tidur dapat memulihkan tubuh, menyegarkan pikiran, dan menjaga refleks tetap tajam.

Burung, reptil, dan mamalia jelas mengalami siklus tidur yang mirip dengan manusia. Tapi bagaimana dengan serangga? Apakah makhluk kecil ini benar-benar tidur, atau mereka hanya diam saja sepanjang hari?

Baca juga: Mengulik Cara Unik Lalat Musca Domestica Mengonsumsi Makanan, Ternyata Pakai Air Liur

Tidur Tanpa Kelopak Mata

Menentukan apakah serangga tidur tidak semudah mengamati manusia atau hewan berkantung. Dikutip dari laman Thoughtco, serangga tidak memiliki kelopak mata, jadi kita tidak pernah melihat mereka menutup mata saat istirahat.

Ilmuwan pun belum bisa mengamati aktivitas otak serangga secara langsung seperti yang mereka lakukan pada mamalia. Meski begitu, perilaku mereka memberikan petunjuk menarik.

Baca juga: Mengenal Kamitetep: Serangga Kecil yang Sering Muncul di Rumah

Bukti dari Lalat Buah

Dilansir dari laman yang sama, studi tentang lalat buah (Drosophila melanogaster) menunjukkan bahwa mereka memiliki perilaku mirip tidur.

Pada jam-jam tertentu, lalat akan kembali ke tempat “favorit” untuk beristirahat, tetap diam selama lebih dari 2,5 jam, dan sulit diganggu oleh rangsangan luar.

Baca juga: Siklus Hidup Lalat Buah, Hama Perusak Buah dan Sayur

Bahkan, jika lalat buah kekurangan tidur, mereka akan mencoba mengganti waktu tidur yang hilang, mirip dengan manusia. Dalam kasus ekstrem, kekurangan tidur bisa fatal bagi lalat buah.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mutasi gen tertentu bisa membuat lalat aktif di malam hari, akibat peningkatan dopamin, fenomena yang mirip dengan perilaku gelisah pada manusia dengan demensia.

Fakta ini menunjukkan bahwa tidur serangga dipengaruhi oleh mekanisme biologis yang kompleks.

Tidur dalam Kehidupan Lebah dan Kupu-kupu

Lebah madu juga membuktikan pentingnya tidur. Lebah yang kekurangan tidur kehilangan kemampuan melakukan tarian goyang, cara mereka berkomunikasi dengan koloni.

Baca juga: Mitos Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah Pertanda Akan Ada Tamu yang Datang?

Sedangkan kupu-kupu monarch, setelah terbang jauh sepanjang hari, berkumpul di malam hari untuk “pesta tidur” yang melindungi mereka dari predator sekaligus memberi energi untuk perjalanan esok hari.

Torpor: Tidur Serangga yang Dalam

Banyak serangga mengalami keadaan istirahat yang disebut torpor, yang paling mendekati tidur sejati. Torpor tidak hanya membantu mereka beristirahat, tapi juga beradaptasi dengan lingkungan ekstrem.

Misalnya, weta di Selandia Baru yang hidup di dataran tinggi membeku di malam hari saat suhu turun drastis, lalu “mencair” di pagi hari untuk melanjutkan aktivitas. Kutu kayu, saat terancam, menggulung tubuhnya menjadi bola sebagai bentuk torpor instan untuk bertahan hidup.

Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Spesies Serangga Kian Meningkat, Apakah Hewan Lain Bisa Punah?

Serangga Juga Butuh Tidur

Jadi, jawabannya jelas, serangga memang tidur meski tidak seperti kita yang menutup mata dan merasakan mimpi. Mereka beristirahat, mengurangi respons terhadap rangsangan, dan memiliki ritme harian yang membantu bertahan hidup.

Tidurnya serangga adalah bukti bahwa makhluk terkecil pun membutuhkan jeda untuk memulihkan energi, menjaga kesehatan, dan bertahan hidup di dunia yang kadang keras dan penuh bahaya.

Baca juga: Alasan Nyamuk Jadi Serangga Paling Mematikan di Bumi

Tidurnya serangga mungkin tidak terlihat dari luar, tapi perilaku mereka menunjukkan bahwa setiap makhluk hidup, besar maupun kecil, membutuhkan waktu untuk “mematikan mesin sejenak” sebelum kembali menghadapi aktivitas hariannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thoughtco.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU